Malu Hilang Manis Datang

Filed in Buah, Featured by on 02/03/2014

Semula mencoreng muka, kini menebalkan dompet.

Saat belasan lalat terbang di ruangan, Paulus menyodorkan kopi panas untuk tamunya. Belum sempat minuman diseruput, seekor lalat hijau tercebur dalam kopi. Di dekat rumahnya mengonggok kotoran ayam yang mengundang lalat. Dahulu ia malu di depan tamu gara-gara lalat beterbangan. Kini kotoran ayam penyebab aib itu malah menyulap jambu air di kebun Paulus di Tanjungselor, Kalimantan Utara, jadi manis dan renyah.

Cerita yang mencoreng muka Paulus 10 tahun silam itu malah jadi berkah. Sang tamu menyarankan Paulus menyemprot larutan dekomposer mengandung mikro-organisme ke tumpukan kotoran ayam lalu menggunakannya sebagai pupuk organik. Benar saja bau kotoran ayam yang mengundang lalat datang untuk meletakkan telur menghilang. Kotoran ayam pun berubah “kasta” dari limbah peternakan jadi pupuk organik. “Saya campur dengan serbuk gergaji lalu saya pakai untuk memupuk,” kata Paulus.

Lebih manis

Paulus lantas menggunakannya pada 1.000 jambu air seluas 5 ha di lahan perbukitan. Tujuh puluh persen populasi berupa jambu air madu hijau, sisanya thab tin chan. Yang disebut pertama juara pertama Lomba Buah Unggul Nasional Trubus pada 2003. Yang terakhir varietas—asal Indonesia—yang jadi andalan Thailand.

Setiap pohon berumur di atas 3 tahun dipupuk 100 kg kotoran ayam setiap 3 bulan sekali. “Tajuk tanaman jadi sehat dan hijau. Buah yang dihasilkan pun jadi manis dan renyah,” kata mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama 26 tahun di sebuah perkebunan kelapa sawit di Malaysia itu. Dari perkebunan itu Paulus hanya mengenal pupuk anorganik seperti Urea, TSP, dan KCl.

Sayang, para pekebun sulit memperoleh di wilayah perbatasan seperti Bulungan, Kalimantan Utara. Lantaran itu pekebun jambu air jarang memupuk, sehingga tanaman kerdil, daun pun pucat dan kecil. “Dulu kebun seperti tidak terurus. Tanamannya hidup segan mati tak mau sehingga tidak menghasilkan.” kata                   Dr. Lutfi Bansir SP, MP  ahli buah yang kerap berkunjung ke kebun Paulus.

Kini jambu air thab tin chan berumur 4 tahun dan madu hijau berumur 14 tahun di kebun Paulus tumbuh subur. Menurut ahli tanah di Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sarwono Hardjowigeno, kotoran ayam lebih unggul menyuburkan tanah ketimbang kotoran hewan lain karena bagian padat dan cair kotoran ayam menyatu. Pantas nilai  haranya 3 kali lipat dibanding kotoran kuda, sapi, domba, dan babi. Kotoran ayam mengandung 1,7% nitrogen; 1,9% fosfor; dan 1,5% kalium. Ia juga mengandung hara mikro seperti seng, tembaga, besi, dan molibdenum.

Fermentasi

Kualitas kotoran ayam meningkat bila difermentasi dengan bantuan mikrob seperti Rhodopseudomonas spp, Lactobacillus spp, Saccharomyces spp, Actinomycetes sp, Aspergillus spp, dan Penicilium sp. Menurut Miftakhul Hidayatus Sholikah dari Jurusan Kimia, Universitas Negeri Surabaya, rasio C/N kotoran ayam fermentasi lebih rendah dibanding pupuk organik kebanyakan yang tanpa fermentasi. Artinya ia lebih matang sehingga hara lebih siap diserap akar. Rasio C/N kotoran ayam fermentasi 6, sementara pupuk kompos kebanyakan 10—20.

Pantas kini setiap 2 hari sekali pada November—Februari datang 2 mobil pick up ke lahan subur di Tanjungselor, Kalimantan Utara, itu. Mereka mengangkut 2,4 ton jambu air dari kebun ke pasar. Di kebun jambu—yang masih jarang dibudidayakan itu—harganya Rp12.000—Rp18.000 per kg sehingga kantong Paulus bertambah tebal. Bandingkan dengan jambu air lokal yang hanya Rp5.000—Rp10.000 per kg. “Minimal sekali angkut saya dapat Rp20-juta,” kata Paulus.

Menurut pekebun berusia 56 tahun itu jambu lalu dibawa pedagang ke Tarakan, Nunukan, Berau, dan Sangata. Sebagian buah juga dilempar ke Tawau, Malaysia. Di sana pedagang eceran di pinggir jalan membanderol madu hijau Rp25.000 per kg, sementara thab tin chan Rp30.000 per kg. Harga itu jauh lebih murah ketimbang jenis serupa di pasar modern di Malang, Jawa Timur, yang mencapai Rp75.000 per kg. Mereka laku keras karena sosok yang besar memikat serta rasa yang manis nan renyah.

Sekilogram jambu madu air berisi 4 buah, sementara sekilogram thab tin chan berisi 3 buah. Saat Lutfi mengukur kadar kemanisan madu hijau, jarum merah menunjukkan angka 130 briks, sementara thab tin chan 100 briks. “Bila diukur dengan alat lebih manis madu hijau, tetapi terasa di lidah lebih manis thab tin chan,” kata Lutfi.

Ahli buah di Bogor, Dr Ir Reza Tirtawinata MS, menduga madu hijau terasa lebih masam karena kadar vitamin C yang lebih tinggi. Di lidah vitamin C terasa masam. Akibatnya rasa manis gula pada madu hijau tersamar oleh rasa masam. Sebaliknya pada thab tin chan kadar vitamin C lebih rendah sehingga manis gula lebih terasa. Sayang, hingga saat ini belum ada riset yang membandingkan kadar vitamin C thab thin chan dengan madu hijau.

Perbukitan

Rasa manis jambu dari kebun Paulus juga istimewa karena dipanen saat musim hujan. Lazimnya, menurut Suharyanto, pehobi buah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, jambu air yang dipetik saat puncak musim hujan terasa hambar karena kadar air terlalu tinggi. Musababnya kandungan air tanah di daerah perakaran tinggi sehingga serapan air oleh akar meningkat.

Bahkan, menurut Widaryanto, pehobi buah di Jakarta Selatan, kulit pangkal buah jambu yang dipetik pada musim hujan juga kerap pecah karena kulit buah tidak kuat menahan laju masuknya air ke dalam jaringan buah yang cepat. Menurut Lutfi, Paulus terhindar 2 masalah itu karena topografi kebun yang miring di perbukitan. Air hujan yang jatuh langsung hilang ke daerah yang lebih rendah sehingga serapan air oleh akar tetap stabil.

Kondisi itu berbeda dengan kebun jambu di lahan datar. Di sana air di daerah perakaran meningkat drastis setelah hujan turun. Jumlah air yang diserap tanaman pun meningkat tiba-tiba sehingga rasa buah hambar dan kulit di pangkal buah pecah. Itulah rahasia tebalnya dompet Paulus dari kebun jambu air: pupuk fermentasi, varietas unggul, dan lahan miring. (Ridha YK, kontributor Trubus)

Kadar kemanisan madu hijau 130 briks

Kadar kemanisan madu hijau 130 briks

532_40-1 532_40-2 532_41-3 532_41-4

 

  1. Thab tin chan dikenal bersosok bongsor, sekilogram isi 3 buah
  2. Kebun di area perbukitan seluas 5 ha
  3. Paulus membudidayakan 1.000 pohon jambu air di Tanjungselor , Kalimantan Utara
  4. Panen setiap pengujung dan awal tahun
  5. Kadar kemanisan madu hijau 130 briks

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software