Makhluk Mini Besarkan Produksi

Filed in Majalah, Sayuran by on 08/03/2021

Aplikasi pembenah tanah dan pupuk hayati cocok digunakan pada tanaman padi untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

 

Kombinasi pembenah tanah dan pupuk hayati meningkatkan produksi padi.

Winartania mengandalkan pupuk hayati untuk memasok kebutuhan nutrisi bagi beragam tanaman sayuran yang ditanam di halaman rumah.

Petani padi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Eko Prayitno rutin menuai padi 11 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Kualitas gabahnya pun meningkat sehingga laku Rp5.500—Rp7.000 per kg. Petani lain biasanya hanya mendapat panen paling banyak 8 ton GKP per ha dengan harga jual Rp5.000 per kg. Peningkatan produksi dan mutu gabah milik Eko itu karena penggunaan pembenah tanah dan pupuk hayati sejak 2010.

Eko mengencerkan 500 ml pembenah tanah dalam 14 liter air lalu mencampurkan dengan 250 ml pupuk hayati. Ia menyemprotkan larutan itu pada lahan sawah usai olah tanah. “Larutan itu berguna untuk mempersiapkan lahan sebelum ditanami,” ujar Eko. Ia menyemprotkan 250 ml pupuk hayati per 14 liter air setiap 10 hari. Aplikasi pemberian pupuk hayati berhenti ketika semua tanaman sudah muncul malai. Yang menarik, Eko benar-benar mengandalkan pupuk hayati selama menanam padi.

Tanaman sehat

Eko menggunakan pembenah tanah dan pupuk hayati besutan PT SMS Indoputra. Kedua produk itu menjadi sandaran untuk mendapatkan panen yang memuaskan. Pembenah tanah itu mengandung asam humat, asam sulfat, C-organik, serta unsur hara mikro dan mineral. Menurut ahli tanah dari Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Institut Pertanian Bogor, Dr. Iskandar asam humat dan asam fulvat berperan penting dalam memperbaiki kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.

Kedua zat itu juga mampu mengikat banyak air dan memiliki daya serap tinggi. Peran lain yang tak kalah penting adalah membantu mengoptimalkan penyerapan fosfor. Bagi petani penting sekali untuk menyuburkan tanah pada awal tanam. Sementara pemberian pupuk hayati memberikan nutrisi bagi tumbuh kembang tanaman. Musababnya pupuk hayati mengandung bakteri menguntungkan bagi tanaman seperti Azotobacter sp., Azospirilium sp., Pseudomonas sp., dan Lactobacillus sp.

Menurut Prof. Tualar Simarmata, Ph.D dari Universitas Padjadjaran azotobacter dan azozpirilium membantu mengikat nitrogen dari udara. Dengan begitu tanaman memperoleh nutrisi cukup untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. “Pupuk hayati sangat bagus untuk tanah dan tanaman padi,” ujarnya. Pengalaman Eko selama menggunakan pupuk hayati membuat tanaman padi tahan serangan hama dan penyakit. Eko mempercayakan pestisida nabati buatannya sendiri.

Pupuk hayati memacu pertumbuhan vegetatif beragam tanaman, termasuk tanaman sayuran.

Praktisi pertanian organik itu meramu berbagai macam tetumbuhan seperti lengkuas, kunyit, dan daun mimba. Adapun hormon pertumbuhan dari fermentasi bahan alami antara lain telur, susu, bawang putih, dan air kelapa. Rangkaian perawatan itu mampu menekan biaya produksi hingga 50%. Menurut direktur pemasaran PT SMS Indoputra, Ivan Zulfan, sejatinya penggunaan pupuk hayati memang tak sepenuhnya menggantikan pupuk kimia. “Petani mampu mengurangi 50% saja sudah cukup,” katanya.

Renyah

Pupuk hayati produksi PT SMS Indoputra mengandung bakteri dari strain terbaik. Mereka bertugas sebagai pabrik penyedia makanan bagi tanaman. Dengan kemampuan itu tanah menjadi kaya hara sehingga produksi tanaman pun terdongkrak meski pupuk anorganik dikurangi. Menurut Ida Amal dari PT SMS Indoputra tanah-tanah di Indonesia kekurangan unsur hara. “Pemberian pembenah tanah pada tanah asam mampu membuat pH mendekati 7,” kata Ida.

Pembenah tanah produksi PT SMS Indoputra mengandung karbon yang berguna sebagai makanan bagi bakteri. Duo pembenah tanah dan pupuk hayati membuat efektivitas bakteri meningkat. Pupuk hayati aman diberikan kepada semua jenis tanaman baik pangan, sayuran, buah, dan tanaman hias. Pemberian terus-menerus pada lahan tidak meninggalkan residu. Koloni bakteri akan menyebar ke akar pepohonan dan membuat makanan. Tanaman bisa memanfaatkan stok makanan yang tersimpan itu kapan pun dibutuhkan.

Pembenah tanah dan pupuk hayati besutan PT SMS Indoputra.

Pemakaian pembenah tanah dan pupuk hayati juga membuat sayuran tumbuh optimal. Pegiat pertanian kota di Bekasi, Jawa Barat, Winartania Massie, memberikan campuran pembenah tanah dan pupuk hayati masing-masing 10 ml yang dicampur dalam 2 liter air. Frekuensi penyemprotan setiap 2 pekan. Berkat pemakaian pupuk hayati, Winartania memanen bayam pada umur 18—20 hari setelah tanam. “Tanaman cepat besar, berbatang kokoh, dan renyah saat dikonsumsi,” kata Wina. Berkat pemaaian pupuk hayati, Winartania memanen sayuran segar nan sehat setiap pekan bagi keluarga. (Andari Titisari)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software