Lolos Sertifikasi Organik

Filed in Peristiwa by on 14/08/2020

Banyak petani gagal memperoleh sertifikasi organik lantaran tidak menyetorkan dokumentasi bukti dan rekaman penerapan pertanian organik. Asesor kompetensi pertanian organik, Sri Bintang Kusumo Winahyu, menyampaikan hal itu pada diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) pada 11 Juli 2020. Menurut Bintang petani sudah menerapkan pertanian organik dengan benar. Konsultan teknologi pertanian dan agribisnis, Pieter G. Tangka, menjabarkan konsep sistem pertanian organik terpadu (SPOT) yang menitikberatkan penggunaan input produksi dan teknik budidaya bebas residu kimia dan anorganik. Turut hadir ketua dewan penasehat Maporina Pusat, Prof. Dr. Haryono Suyono, Ph.D., dan ketua umum Maporina Pusat, Drs. H. Djoko Sidik Pramono, M.M.

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software