Lirik Pembesaran Kerang Darah

Filed in Ikan konsumsi by on 01/04/2010 0 Comments

Tengok apa yang dilakukan Muhammad Amiruddin. Pada kurun 1980—1990, peternak skala besar itu mengembangkan udang windu Penaeus monodon. Tak dinyana serangan virus meluluh-lantakkan tambak-tambak anggota keluarga Penaeidae itu. Amiruddin beralih mengembangkan bandeng. Namun, alasan fluktuasi harga serta efisiensi lahan mendorong Amiruddin sejak 2005 membesarkan kerang darah. Kerang darah serapan pasarnya tinggi. Ia banyak dijajakan di restoran dan rumah makan seafood. Sebagai gambaran H Mashuri, bandar kerang darah di Pasar Pelayangan, Kabupaten Cirebon, menyerap 6 ton/hari untuk dikirim ke Jakarta, Semarang, dan Bandung.

Kerang darah memang lezat dan bergizi tinggi. Menurut Dr Ir Rifda Naufalin MSi dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, kerang darah kaya protein. Julukan kerang darah melekat lantaran cairan haemoglobin merah—serupa dengan darah manusia—langsung menetes  begitu bagian dalam cangkang terbuka. Selama ini pasokan kerang darah lebih banyak mengandalkan tangkapan dari laut.

6 bulan

Amiruddin membesarkan kerang darah di 4 kolam dengan total luas 7,5 ha. Ukuran kolam bervariasi: 3 kolam masing-masing seluas 2 ha dan 1 kolam berukuran 1,5 ha. Menurut Dr Ir Safar Dody MSi, ahli kerangkerangan dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, kerang darah hidup pada kondisi payau dengan kadar salinitas 15—32 ppt. “Salinitas di bawah 15 ppt menyebabkan kerang mati,” ungkap Dody. Bibit yang digunakan Amiruddin berukuran panjang 2—3 cm. Kerang-kerang itu dipanen ketika mencapai ukuran 6—7 cm setelah dipelihara selama 5—6 bulan. “Pertumbuhan kerang darah sekitar 0,5 cm/bulan,” kata Dody.

Sebelum bibit ditebar Amiruddin mengairi kolam setinggi 10 cm. Air mesti disaring terlebih dahulu menggunakan kelambu untuk menghindari predator terbawa ke kolam. Untuk memastikan kolam bebas pengganggu, seperti mujair dan belut, Amiruddin melarutkan 1 liter insektisida berbahan aktif endosulfan. “Itu cukup untuk 2 hektar kolam,” kata Amiruddin.

Tiga hari pascapemberian insektisida, air kolam diganti terus-menerus untuk membuang insektisida. Selanjutnya NPK sebanyak 2 kuintal ditaburkan.

“Tujuannya memacu pertumbuhan plankton sebagai pakan kerang darah,” ujar Amiruddin. Kolam lalu dibiarkan selama 2 hari dan diisi air lagi setinggi 60—70 cm. Ketinggian air seperti itu bertujuan agar sinar matahari masih dapat masuk ke dasar kolam untuk membantu proses fotosintesis. Di sekitar pinggir kolam perlu ditanami bakau agar tanah menjadi liat sehingga kehilangan air dapat dihindari dan kerang darah hidup nyaman.

Kolam seluas 2 ha butuh bibit 3—4 ton atau sekitar 800.000—1.200.000 ekor. Namun, Amiruddin biasanya mengambil standar minimal, cuma mengisi sebanyak 3 ton/2 ha. “Supaya pertumbuhannya maksimal dan dapat dipanen setelah 5—6 bulan dipelihara,” tutur Amiruddin. Bandingkan, bila ditebar 4 ton bibit, waktu panen mundur 1—2 bulan.

Dalam proses budidaya kerang, yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi air. Dua kali seminggu air kolam diganti dengan cara menyurutkan air kolam hingga setengah, lalu tambahkan air baru. Langkah itu perlu untuk mencegah kehadiran senyawa berbahaya seperti amonia dan gas rawa (H2S). Konsentrasi tinggi kedua senyawa itu dapat mengganggu pertumbuhan kerang darah.

Menurut Amiruddin dari luasan 2 ha dipanen 10 ton kerang beragam ukuran. Tujuh ton masuk kategori super berukuran 125—150 ekor/kg dan 2,8 ton masuk kategori 2 berukuran 150—200 ekor per kg. “Sisanya 3 kuintal tak masuk hitungan dan biasanya dipelihara kembali,” ungkap ketua kelompok Tambak Pantai Pesisir Maju itu. Patokan yang kerap digunakan untuk menentukan ukuran itu adalah saringan kawat berdiameter 1,5 cm. Soal harga? Rata-rata nilai jualnya Rp5.500/kg.

Tangkapan alam

Bibit kerang yang dibesarkan masyarakat Desa Tawangsari semuanya berasal dari tangkapan alam. Amiruddin dan kawan-kawan tak merasa khawatir soal ketersediaan bibit. Sebab, para pengepul yang membeli hasil panen juga bertindak sebagai pemasok bibit. Bibit-bibit kerang itu diambil dari perairan Jakarta, Banten, dan Semarang dengan harga beli Rp2.000/kg. Harga itu lebih mahal dibandingkan bibit lokal dari Indramayu dan Cirebon yang hanya Rp1.700/kg. Ongkos transportasi dari Cirebon dan Indramayu yang lebih murah menjadi penyebab perbedaan harga.

Berdasarkan pengalaman Amir bibit dari Cirebon dan Indramayu mempunyai tingkat kelulusan hidup lebih tinggi, mencapai 70— 80%; Jakarta, Banten, dan Semarang 50%. “Bibit kerang dari luar daerah diinapkan 1—2 hari sebelum dikirim sehingga banyak yang mati,” kata Amirudddin. Makanya jika bibit dari luar, pembayaran dilakukan 3 hari pascatebar untuk memastikan tingkat kelulusan hidup.

“Sebenarnya kerang darah dapat hidup 5 hari tanpa air asal tidak terpapar air tawar,” ujar Dody.

Budidaya kerang darah memang potensial karena pasarnya terbuka lebar. Para pengepul lazim mengambil barang di lokasi. Hanya saja peternak perlu mewaspadai pada Februari—Maret karena kerang darah tangkapan dari laut masuk sehingga harga anjlok pada kisaran Rp4.000/kg. “Tidak rugi, tapi keuntungan kami berkurang karena biaya produksi sekitar Rp3.000/kg,” ucap Amiruddin.

Batu sandungan lain ketika air tawar dari sungai masuk ke kolam. Semua kerang pasti mati akibat salinitas turun. “Solusinya kerang dipanen lebih dini,” kata Amiruddin yang pernah merugi karena 25 ton kerang darah mati gara-gara telat dipanen. Namun itu adalah risiko dari suatu usaha yang sudah disadari peternak. Makanya luas area pembudidayaan kerang darah terus meningkat. Tidak hanya di Cirebon, tapi juga di daerah pesisir lainnya seperti di Lampung, Jambi, dan Palembang. “Bahkan, kerang darah budidaya dari Jambi dan Palembang sudah menembus pasar ekspor,” kata Safar Dody. (Faiz Yajri)

 

Keterangan foto

  1. 1. Kerang darah kaya protein, mencapai 12,7 g/100 g
  2. 2. Dr Ir Safar Dody MSi perlu dibuat daerah penangkapan laut untuk menjaga kelestarian sumber indukan kerang darah
  3. 3. Amiruddin kembangkan kerang dara di lahan seluas 7,5 ha
  4. 4. Dibekas kolam bandeng, budidaya kerang darah dilakukan

Foto-foto: Faiz Yajri

Nutrisi kerang darah per 100 g

Kandungan

Jumlah

Kalori

74 g

Lemak

0,96 g

Protein

12,7 g

Omega-3

0,14 g

Kolesterol

34 mg

Sodium

56 mg

Sumber: USDA

 

Powered by WishList Member - Membership Software