Landak Berkhasiat Obat

Filed in Eksplorasi, Majalah by on 07/05/2021

Para pemburu mengincar batu geliga di tubuh landak. Dunia internasional menyebut geliga dengan singkatan PB atau porcupine bezoar. Periset landak di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr. Ir. Wartika Risa Farida mengatakan, geliga merupakan endapan yang mengeras dan terbentuk dalam tubuh landak. Tidak semua landak menyimpan batu geliga di dalam sistem pencernaannya. Farida menuturkan, hanya landak tertentu yang memiliki geliga.

Menurut Farida landak-landak yang sering memakan getah pohon ipoh atau upas Antiaris toxicaria berpeluang memiliki geliga di dalam tubuhnya. Masyarakat pedalaman memanfaatkan getah pohon anggota famili Moraceae itu untuk melumuri mata panah sebelum berburu. Senyawa kimia dari tumbuhan itu membentuk zat, mengeras seperti batu di tubuh landak. “Batu geliga yang paling berharga berasal dari landak yang hidup dari hutan hujan di Kalimantan. Landak mengonsumsi tumbuhan herbal yang tidak tercemar,” kata Farida.

Celakanya para pemburu “membabi buta” menangkap landak, membelah tubuhnya untuk mencari geliga. Namun, ketika mereka tidak menemukan geliga, landak dibiarkan begitu saja. Pemburu berhasrat memperoleh geliga karena harganya fantastis. Di lokapasar atau marketplace harga geliga beragam. Harga geliga merah berbobot 77 gram mencapai Rp21 juta. “Dampak yang terjadi adalah pembantaian terhadap landak-landak di alam untuk mendapatkan bezoar. Hal itu memicu penurunan populasi landak di alam,” kata doktor Bioteknologi alumnus George August Universitat, Jerman, itu. (Sardi Duryatmo)

 

Powered by WishList Member - Membership Software