Lada Bikin Lebih Fit

Filed in Majalah, Topik by on 15/05/2020

Lada hitam dan putih potensial sebagai herba alternatif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Memanfaatkan lada kaya antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Meminta tambahan satu pisin bubuk merica menjadi kebiasaan pehobi kuliner di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Hendri Gumarang ketika memesan satai. Pria 34 tahun itu kemudian menamburkan bubuk lada putih Piper nigrum pada satai secara merata. Menurut Hen

Ahli naturopati di Jakarta Barat, Joshua Sujono Lie, N.D., BHSc.30

dri penyajian satai di Jawa Tengah terutama Kota Surakarta lazim beserta merica bubuk. Penjual satai menumbuk lada putih sebagai bumbu tambahan satai.

Kemudian pedagang menyajikan secara terpisah bersama satai. Pembeli bisa menambahkan lada bubuk sesuai selera. Menurut Hendri sajian olahan daging seperti satai dan gulai kurang mantap tanpa lada bubuk. Aroma lada memberikan rasa masakan lebih gurih. Faedah lainnya sebagai rempah penyeimbang kolesterol. Menurut ayah satu anak itu penambahaan lada menyebabkan sensasi hangat pada tubuh.

Antioksidan

Menurut dosen di Jurusan Biologi, Universitas Brawijaya, Prof. Luchman Hakim, S.Si.,M.Agr.Sc.,Ph.D. lada baik untuk melonggarkan saluran pernafasan. Biji lada hitam mengandung mineral-mineral berharga seperti kalium, kalsium, seng, mangan, besi dan magnesium yang berperan penting bagi tubuh. Kandungan lain lada kaya vitamin dan antioksidan. Seperti vitamin C dan vitamin A.

Luchman menambahkan, lada dimanfaatkan sebagai bumbu masakan karena mempunyai sifat menghangatkan dan melancarkan peredaran darah. Secara empiris, makanan pedas yang mengandung lada baik digunakan untuk penderita influenza. Para kreator kuliner pun kerap menamakan lada pada kreasinya. Oleh karena itu, hadir kuliner seperti ayam lada hitam, sapi lada hitam, atau kepiting lada hitam.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Lada juga kaya akan antioksidan flavonoid polifenolik seperti karotens, kriptoxanthin, zeaxanthin, dan likopen. Komponen-komponen itu dapat membantu tubuh untuk menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Doktor alumnus IDEC-Hiroshima University, Jepang, itu mengatakan, lada hitam berkhasiat meningkatkan nafsu makan karena kemampuannya untuk meningkatkan kerja sistem pencernaan dan mengurangi anoreksia atau kehilangan selera makan.

Lada hitam atau putih berasa dari tanaman yang sama yakni lada Pipper nigrum.

Lada hitam berperan dalam penyerapan nutrisi oleh tubuh menjadi lebih baik. Kandungan piperin dalam lada hitam diketahui bermanfaat dalam kesehatan otak, terutama sebagai antidepresi. Khasiat lain lada sebagai antioksidan sebagaimana penelitian periset dari Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi, Beni Rianto. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji lada memiliki IC50 mencapai 374,87 ±0,98.

IC50 menunjukkan konsentrasi ekstrak (ppm) yang mampu menghambat proses oksidasi sebesar 50%. Adapun aktivitas antioksidan fraksi n-heksan biji lada 1426,83±4,43. Hasil uji aktivitas antioksidan dari subfraksi etil asetat menunjukkan bahwa subfraksi F biji lada hitam memiliki nilai IC50 paling kecil yaitu 56,21±0,41 ppm. Subfraksi F biji lada hitam mengandung senyawa golongan fenolik, alkaloid dan flavonoid.

Menurut Joshua Sujono Lie, ND, BHSc., lada bukan tergolong sebagai salah satu herbal immunomodulator. Artinya bukan herba yang pertama dipilih untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bachelor of Health Science alumnus Charles Sturt University, Sydney, Australia itu mengatakan dari perspektif Ayurveda (kitab pengobatan India kuno), lada memiliki sifat hangat (unsur api atau pitta).

Atas dasar itu lada bisa dipakai untuk kasus masuk angin, pilek, diare, dan gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh kebanyakan unsur angin (vata imbalance) atau air (kapha imbalance). Joshua jarang meresepkan lada. Sebab, biasanya pasien bisa mengonsumsi lada dalam bentuk makanan sehari-hari. Pria kelahiran Kota Medan, Sumatera Utara, 41 silam itu meresepkan lada biasanya untuk kasus sakit radang sendi.

Menurut Joshua untuk meningkatkan efek menghangatkan, tambahkan herba lain seperti jahe, serai, rosemari, dan thyme. Dosis konsumsi bubuk lada sekitar 0.3—0,6 g, maksimal 1,5 g per hari. Menurut Joshua lada hitam dan putih bisa dipakai untuk meningkatkan kesehatan.

Lada bubuk lazim sebagai bumbu satai.

Namun, lada hitam lebih sering dipakai untuk pengobatan karena rasanya yang lebih menyengat dan mengandung zat aktif piperine lebih besar (8%) daripada lada putih. Periset dari Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Ni Putu Ermi Hikmawanti dan rekan membuktikan, kadar piperin tertinggi diperoleh dari ekstrak buah lada hitam menggunakan pelarut etanol 60% sebagai pelarut pengekstraksi dengan kadar 52,81±4,66 (%b/v). (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software