Labu Parang Perangi Kolesterol

Filed in Uncategorised by on 01/08/2012 0 Comments

Air kukusan labu parang ampuh mengendalikan kadar kolesterol jahat.

 

Begitu bangun tidur, Nanik Daryanti tak mampu menggerakan telapak kaki. “Rasanya linu. Saat mengangkat kaki pun terasa sakit,” tutur perempuan 50 tahun itu di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu. Ia perlu waktu beberapa menit untuk bangun tidur pada suatu pagi di November 2011. Setelah rasa sakit agak berkurang, Nanik lalu bergegas memeriksakan diri ke dokter diantar suaminya.

Dokter menyarankan agar penyuluh keluarga berencana itu memeriksa darah di laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol total ibu dua anak itu mencapai 344 mg/dl; kadar normal, kurang dari 200 mg/dl. Sayang, Nanik alpa kadar LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat. Menurut dokter dan herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, bila kolesterol jahat menumpuk di pembuluh darah dapat menyebabkan pegal dan sakit kepala.

Pantas sejak Juni 2011 Nanik setiap hari merasa pegal dan sakit kepala.  “Saya kira ia hanya kelelahan setelah bekerja,” tutur Slamet Widodo, suami Nanik. Pengendapan LDL di pembuluh darah jantung bisa menyebabkan serangan jantung koroner karena aliran darah ke jantung terhambat.

Waluh

Jika Nanik pegal dan sakit kepala, Slamet kerap mengantarkannya ke Pusat Kesehatan Masyarakat. Nanik mengonsumsi tiga jenis obat pemberian dokter, frekuensi konsumsi tiga kali sehari. Namun, bagai api jauh dari panggang, keluhan perempuan separuh abad itu tak kunjung hilang. “Nanik masih sering mengeluh: lelah, pegal, dan kaki terasa linu,” tutur Slamet.

Oleh karena itu Nanik mencoba berobat ke rumahsakit di Kotamadya Salatiga, Jawa Tengah, tapi tetap tidak berhasil.  “Padahal selain mengonsumsi obat, saya juga berpantang makanan berlemak seperti daging, jeroan, kuning telur, dan makan yang berminyak,” tutur Nanik. Di tengah keputusasaan, pada April 2012, ibu setengah baya itu bertemu dengan seorang pelanggan. Di rumah, Nanik sehari-hari membantu sang suami berjualan makanan ringan berbahan labu parang.

Pelanggannya menertawakan Nanik yang berjalan tertatih-tatih. “Kamu jalannya tertatih-tatih, kenapa?” Nanik menirukan pertanyaan pelanggan. Setelah Nanik menceritakan penderitaannya selama ini, si pelanggan berujar, ”Obatnya ada di depan mata. Minum saja sisa air rebusan labu parang.” Dengan penuh harap akhirnya Nanik mencoba resep itu.

Setiap hari ia mengukus 1 kg daging buah Cucurbita moschata matang tanpa kulit dan tanpa biji dengan 1 liter air. Lama pengukusan 30 menit, hingga daging buah berwarna jingga itu lunak. Nah, air bekas mengukus itulah yang dikonsumsi Nanik. Sekali mengukus, Nanik memperoleh 3 gelas air berwarna jingga. Sesudah dingin ia meminumnya sebanyak 1 gelas pada pagi hari dan sisanya untuk siang dan sore. Ia rutin meminumnya setiap hari.

Sepekan setelah rutin mengonsumsi air waluh atau labu parang, linu di kaki Nanik sirna. “Memakai sepatu berhak tinggi pun tak masalah. Tubuh juga terasa segar dan tidak gampang capai,” katanya. Sejak saat itu, air rebusan labu menjadi minuman wajib sehari-hari bagi Nanik. Botol minum berisi air kukusan labu parang pun selalu ada di tas kerjanya.

Betasitosterol

Prapti Utami mengungkapkan masih sedikit orang yang mengetahui keampuhan labu parang untuk menurunkan kolesterol. Padahal, dengan kandungan betasitosterol di dalamnya, labu parang dapat menghambat penyerapan lemak oleh dinding usus. “Labu-labuan seperti kabocha dan labu parang bersifat diuretik sehingga mampu meluruhkan endapan lemak yang menempel di pembuluh darah, melancarkan aliran darah, dan memperbaiki sistem metabolisme dalam tubuh,” tuturnya.

Secara ilmiah keampuhan waluh menurunkan kolesterol ditunjukkan oleh hasil penelitian Ika Lusia Agustin dari Departemen Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam penelitian itu Ika memberikan ekstrak daging buah Cucurbita moschata kepada 27 tikus putih yang diberi diet tinggi lemak. Hasilnya, ekstrak labu parang mampu menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik dalam darah mencit secara signifikan pada dosis 130 g labu atau 40 ml ekstrak. Penelitian serupa dilakukan Tang Longhai dan rekan dari Departemen Farmakologi, Universitas Nantong, China.

Selain sisa air rebusan, daging biji labu parang memiliki khasiat serupa. Bahkan bagi perempuan menopause minyak biji labu parang mampu mengatasi masalah menopause, seperti sakit kepala dan nyeri sendi. Riset M. Gossel Williams dari Department of Basic Medical Sciences, University of the West Indies, Jamaika, menunjukkan pemberian 2 g minyak biji labu parang kepada 21 perempuan menopause mampu meningkatkan kadar HDL dari rata-rata 0,92 mmol/l menjadi 1,07  mmol/l. Pemberiannya setiap hari selama 12 pekan.

Asupan minyak biji waluh juga menurunkan tekanan darah diastolik dari rata-rata 81,1 mmHg menjadi 75,67 mmHg. Gejala menopause pasien juga berkurang dari skor rata-rata 18,1 menjadi 13,2. Cirinya gejala rasa sakit di kepala dan sendi, serta wajah memerah berkurang. Jumlah penurunan itu signifikan dibandingkan dengan 14 wanita menopause yang diberi 2 g placebo. Sebab itu pula Nanik tambah setia mengonsumsi air rebusan waluh yang terbukti andal membabat gejala akibat tinggi kolesterol. (Andari Titisari)

Atasi Kolesterol :

Tubuh memproduksi kolesterol di hati, sumber lainnya makanan berlemak tinggi. Separuh kolesterol diserap oleh usus dan masuk ke dalam aliran darah, sisanya dibuang. Ika Lusia Agustin dari Departemen Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menduga kandungan betasitosterol dalam buah waluh mampu menghambat penyerapan kolesterol di usus sehingga kolesterol yang masuk ke aliran darah lebih sedikit, sebagian besar dibuang lewat urin. Dengan begitu, tumpukan kolesterol di pembuluh darah sedikit.

 

 

 

 

 

 

 

 

FOTO-FOTO:

  1. Sifat diuretik waluh mampu meluruhkan endapan yang menempel di pembuluh darah, melancarkan aliran darah, dan memperbaiki sistem metabolisme dalam tubuh
  2. Air kukusan waluh tetap dikonsumsi setiap hari oleh Nanik Daryati untuk menjaga daya tahan tubuh
  3. Setelah menyantap makanan berlemak, Nanik mengimbanginya dengan minum segelas air sisa rebusan waluh
 

Powered by WishList Member - Membership Software