Laba dari Itik Pedaging

Filed in Topik by on 01/12/2009 0 Comments

 

 

Iko memelihara itik khusus pedaging itu di kandang beralas tanah berpasir. Di depan kandang terdapat selokan sepanjang lebar kandang untuk tempat minum itik itu. Sejatinya itik pedaging tidak butuh pemeliharaan khusus. “Yang terpenting tidak telat memberi minum dan pakan,” ujar Iko. Idealnya pakan diberikan 3 kali sehari: pagi, siang, dan sore. Pakan yang diberikan berupa campuran konsentrat, bekatul, dan nasi aking. Sementara minum harus selalu tersedia.

Dengan memelihara 200 ekor, Iko tidak butuh tenaga kerja khusus. Kegiatan memberi pakan, minum, dan membersihkan kandang dilakukan sendiri. Tenaga kerja khusus diperlukan saat jumlah itik minimal 2.500 ekor. Itulah yang disarankan Dr Hardi Prasetyo, peneliti di Balai Penelitian Ternak di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Soal pasar? Permintaan itik jantan pedaging besar. Iko sendiri menjualnya ke pengepul tempat ia membeli DOD di Boyolali, Jawa Tengah. “Sebetulnya banyak tengkulak yang datang ke peternakan, tapi harga yang ditawarkan lebih rendah,” ucap pria 22 tahun itu. (Lastioro Anmi Tambunan).

 

Spesifikasi

● Jenis : Itik jantan mojosari

● Populasi : 500 ekor

● Luas lahan : 100 m2

● Lama pengusahaan : 2 bulan

● Tingkat kematian : 10%

 

A. Investasi

– Sewa lahan 100 m2 selama setahun Rp 126.000

– Pembuatan kandang untuk masa pakai 5 tahun Rp3.000.000

Total investasi Rp3.126.000

B. Biaya operasional

– DOD @ Rp2.500 Rp 1.250.000

– Pakan @ Rp12.500 Rp 6.250.000

– Tenaga kerja @ Rp600 Rp 300.000

– Penyusutan lahan Rp 12.000

– Penyusutan kandang Rp 100.000

Total biaya Rp 7.921.000

C. Penerimaan

– 450 ekor @ Rp20.000 Rp9.000.000

 

D. Keuntungan

– Rp9.000.000-Rp7.921.000 Rp1.079.000

 

E. Pertimbangan usaha

1. BEP (Break Even Point)

a. BEP untuk harga produksi

BEP = Rp7.921.000 : 450 ekor = Rp17.602,22

Dengan produksi itik 450 ekor, titik balik modal tercapai jika harga itik Rp17.602,22

b. BEP untuk volume produksi

BEP = Rp7.921.000 : Rp20.000 = 396,05

Dengan harga jual itik Rp20.000/ekor, titik balik modal tercapai jika itik yang dihasilkan sebanyak 396,05 ekor

 

2. B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya) B/C = Rp9.000.000 : Rp7.921.000 = 1,136

Setiap penambahan biaya Rp1 akan diperoleh penerimaan Rp1,136

 

3. NPV (Net Present Value) NVP = Rp9.000.000 x 1/(1+0,001)2 = Rp8.823.529

Dengan asumsi bunga bank 12% per tahun, penerimaan yang akan diperoleh 2 bulan mendatang senilai Rp8.823.529

Keterangan:

● Harga-harga diperhitungkan November 2009

● Data diolah dari peternak di Karanganyar, Jawa Tengah

 

Powered by WishList Member - Membership Software