Laba Bisnis Iguana

Filed in Majalah, Muda by on 12/04/2019

Blue iguana, green iguana, albino iguana, dan red iguana (kiri ke kanan).

Omzet minimal Rp100 juta setahun hasil penangkaran iguana di lahan sempit.

Yuniar Setiawan S.Kom. menekuni bisnis iguana sejak 2014.

Penghasilan Yuniar Setiawan S.Kom. fantastis. Rekening Yuniar bertambah minimal Rp100 juta setahun setara Rp8,3 juta per bulan. Jumlah itu jauh melebihi upah minimum provinsi mana pun di Indonesia. Pendapatan itu hasil penjualan ratusan iguana beragam varian saban tahun. Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, itu menjual iguana tahunan lantaran reptil itu bertelur setiap tahun. Yuniar menjual setidaknya 300—400 iguana berumur 1—2 pekan sejak menetas.

Pemuda 26 tahun itu memiliki 24 indukan produktif terdiri atas 15 betina dan 9 jantan. Setelah berkopulasi, seekor induk betina bertelur rata-rata 50 butir pada Agustus. Penetasan telur lazimnya pada November. Sepekan hingga 2 pekan setelah itu Yuniar menjual kepada para konsumen. Itulah saatnya panen besar. Selain itu ia juga mengantongi minimal Rp3,7 juta per 2 bulan. Pendapatan tambahan itu hasil perniagaan 5 iguana hijau berumur 4 bulan yang tidak terjual ketika panen besar.

Selektif

Reptil unik itu tidak terjual karena persaingan harga. Ia lebih memilih menyimpan iguana itu sebagai calon induk. Apalagi makin besar iguana, kian mahal harganya. Penghasilan 2 bulanan itu bisa lebih besar jika ia melego iguana jenis red albino yang berharga sekitar Rp10 juta per ekor. “Uang hasil penjualan iguana sebagai tambahan saja misal ingin jajan atau beli motor baru. Saya tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Yuniar.

Konsumen Yuniar terutama pedagang besar yang salah satunya menghabiskan Rp25 juta—Rp30 juta setiap sekali pembelian. Sesekali Yuniar yang menjadi penyelenggara acara atau event organizer (EO) itu melayani pembeli individu. Bahkan pada 2017 ia melego satwa asal Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia itu ke Malaysia dan Filipina. Pendapatan Yuniar relatif tinggi karena ia menghasilkan iguana pilihan yang harganya relatif mahal seperti red albino yang berharga Rp10 juta dan green columbia (Rp650.000 per ekor).

Induk betina iguana menghasilkan rata-rata 50 telur per musim.

Pemuda kelahiran Lamongan, Jawa Timur, itu juga menerapkan penangkaran selektif atau selective breeding demi memproduksi iguana berkualitas prima. Termasuk hanya membeli dan mengandalkan induk terbaik—umur betina 2 tahun, sehat, tidak cacat, dan bertubuh proporsional. Yuniar memilih memelihara iguana terbaik karena perawatan, pakan, dan kandang sama dengan iguana biasa. “Jadi lebih baik memelihara iguana yang bagus saja,” kata pria yang hobi memelihara iguana sejak 2011 itu.

Yuniar tertarik memelihara hewan yang senang berjemur itu lantaran unik. Hewan yang secara visual sangar dan menakutkan, ternyata makanannya sayuran. Kandang induk berukuran 4 m x 1,2 m x 2 m terbagi menjadi 4 kamar yang berpenghuni masing-masing 7—10 ekor. Mereka hanya mengonsumsi 5 ikat kangkung pada pagi dan sore. Sebagian besar satwa anggota famili Iguanidae itu mengonsumsi sayuran, tapi ada juga yang memakan serangga.

Selain kangkung, Yuniar juga memberikan kecambah ketika masuk musim kawin hingga setelah bertelur. Tujuannya agar kualitas sperma pejantan dan telur lebih bagus. Sementara kangkung menggemukkan iguana. Perawatan sederhana itu membuat biaya operasional budidaya iguana jauh lebih kecil ketimbang laba. Yuniar hanya merogoh kocek sekitar Rp6 juta setahun atau Rp500.000 per bulan.

Hambatan

Kandang induk iguana beralas pasir dan tanpa atap karena memerlukan sinar matahari langsung.

Yuniar tertarik membesarkan reptil itu karena, “Yang paling saya suka perawatan iguana mudah.” Kunci sukses budidaya iguana yakni memastikan kandang bersih dan memberikan pakan tepat waktu. Selain itu air minum selalu tersedia dan cukup mendapatkan sinar matahari langsung. Oleh karena itulah, kandang iguana milik Yuniar tidak beratap. Ia juga selalu membersihkan kandang saban hari.

Menurut Yuniar kunci sukses menangkarkan iguana harus mengetahui karakteristik satwa berjambul di bawah rahang itu. Selain itu ia juga mesti memahami detail penangkaran seperti perkawinan, penanganan telur, dan penetasan. Idealnya memelihara gallina de palo—sebutan iguana di Spanyol—berdasarkan hobi karena lebih santai. Pemilihan jenis iguana untuk penangkar pemula menyesuaikan modal.

Kangkung pakan harian untuk menggemukkan iguana.

Mulai dari iguana hijau biasa hingga yang berharga mahal seperti red albino. Menurut Yuniar peluang pasar iguana di Indonesia berkembang. “Selama masih ada komunitas, pembeli iguana akan tetap ada,” kata alumnus Jurusan Teknik Informatika, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Surabaya itu. Ia meyakini bakal ada pehobi-pehobi baru iguana yang berkembang menjadi konsumen setiap tahun.

Boleh dibilang iguana hewan sejuta umat. Hampir semua pehobi reptil pernah memelihara iguana. Sebetulnya tidak ada kendala khusus memelihara iguana. Sulung dari dua bersaudara itu menuturkan peternak mesti mengetahui karakteristik dan perawatan reptil itu. Pada 2015 sekitar 250 telur iguana gagal menetas lantaran suhu inkubator terlampau panas, lebih dari 34°C. Idealnya suhu penetasan 28—34°C. Ketika semua aral teratasi, Yuniar menangguk laba besar. (Riefza Vebriansyah)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software