Kulit Ratu untuk Kulit Sehat

Filed in Uncategorised by on 01/06/2012 0 Comments

Kulit manggis membebaskan para ibu dari topeng kehamilan sekaligus mendatangkan kulit mulus.

 

Bercak hitam itu muncul di wajah Riska Nizhami pada triwulan pertama kehamilan kedua pada Agustus 2010. “Seperti tahi lalat tetapi banyak, berdiameter 0,5 cm, berwarna hitam, dan kasar,” ujar perempuan 35 tahun itu menggambarkan bercak di wajah yang menyebabkan gatal. Mahasiswa program Magister Herbal Universitas Indonesia itu mengajukan diri untuk diperiksa oleh dokter spesialis kulit yang menjadi dosennya. Dokter  Lili Legiawati SpKK mendiagnosis Riska mengalami melasma, kelainan berupa hiperpigmentasi pada kulit.

Menurut dr Willy Perdana Setyabakhti SpKK di Jakarta Barat, melasma merupakan salah satu bentuk hipermelanosis atau produksi pigmen melanin yang bertambah dan umumnya simetris  pada wajah. “Penyebabnya sampai saat ini belum diketahui pasti,” ujarnya. Faktor yang dianggap memicu melasma antara lain paparan sinar ultraviolet, hormon estrogen, progesteron, dan MSH (melanin stimulating hormone).

Selain itu konsumsi obat yang mengandung difenil hidantoin, sitostatik, dan minosiklin, faktor genetik, ras (ras hispanik dan ras berkulit gelap lebih berisiko terserang melasma), serta kosmetik berparfum dan zat pewarna turut andil terhadap munculnya melasma. “Cirinya berupa noda atau bercak berwarna cokelat muda sampai tua, berbatas tegas dengan sekitarnya dan bentuk tepinya tidak teratur. Muncul di pipi, dahi, daerah atas bibir, hidung, dan dagu,” ujar dokter di Klinik dr Willy Skin Centre itu.

Antioksidan tinggi

Dokter Lili mengatakan bahwa melasma hilang dua bulan pascamelahirkan. Oleh karena itu ada yang menyebut melasma sebagai topeng kehamilan. Namun, menurut Willy, melasma tidak hilang dengan sendirinya. “Untuk mengatasinya dengan pengobatan topikal seperti hidrokinon, asam retinoat, asam azeleat, pengobatan sistemik dengan vitamin C, glutation, pengelupasan dengan chemical peeling dan bedah laser,” ujarnya.

Saat kehamilan pertama pada tujuh tahun silam, Riska mengalami kondisi serupa. Bedanya bercak muncul di punggung dan berwarna merah. Dua bulan pascamelahirkan putra pertama bercak itu hilang. Alumnus Jurusan Biologi Universitas Indonesia itu mulai risau ketika tiga bulan pascamelahirkan putra kedua bercak di wajah tak berkurang. “Memang tidak mengganggu aktivitas, tetapi mengurangi kepercayaan diri,” ujar ibu dua anak itu.

Menurut dr Willy pada perempuan hamil, melasma muncul karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang melanogenesis  sehingga produksi pigmen melanin meningkat. “Melasma memang tidak menyebabkan kanker kulit atau penyakit lain, tetapi efeknya bisa meluas dan bertambah banyaknya bercak,” ujarnya. Melasma bisa mengenai siapa saja, terutama penduduk di daerah tropis, banyak dijumpai pada perempuan usia subur (usia 30-44 tahun) yang sering terkena sinar matahari. Pada pria persentase terkena melasma 10%.

Seorang rekan menyarankan Riska mengonsumsi ekstrak kulit manggis yang mengandung antioksidan tinggi. Perempuan berkulit putih itu memenuhi sarannya dan mengonsumsi 2 kapsul ekstrak kulit manggis tiga kali sehari mulai Oktober 2011. Sebulan pertama, gatal di area bercak hitam itu hilang. Pada bulan keempat, hiperpigmentasi berkurang signifikan dan kulit halus. Kini meski bercak hitam sirna, ia rutin konsumsi 2 kapsul ekstrak kulit Garcinia mangostana 2 kali sehari. Konsumsi rutin kulit manggis juga membuat Riska lebih fit. “Flu, mudah capai, lesu, dan migrain jarang saya alami. Padahal, dulu tiap bulan pasti saya terkena flu,” ujar Riska.

Awet muda

Dr Ir Raffi Paramawati di Jakarta juga merasakan khasiat kulit manggis untuk kesehatan kulit. Konsumsi kulit manggis secara rutin membuat periset di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten,  itu terlihat segar dan awet muda. “Mukanya segitu-gitu saja dari dulu sampai sekarang,” ujar Raffi menirukan ucapan seorang rekan.

Doktor Ilmu Pangan alumnus Institut Pertanian Bogor itu merasakan manfaat kulit manggis setelah rutin mengonsumsinya selama 4 tahun. Ia mengonsumsi 2 kapsul atau seperempat gelas jus kulit manggis setiap hari. Kini ia bukan hanya sehat, tapi juga awet muda. Semula perempuan 55 tahun itu mengonsumsi kulit manggis sekadar menjaga kesehatan. Aktivitasnya sebagai periset, dosen, pengurus sebuah yayasan, dan berbisnis membuat pengajar di Universitas Pelita Harapan itu harus pandai menjaga kesehatan tubuh. “Lengah sedikit saja bisa drop,” ujar Raffi.  Ia memilih kulit manggis karena kaya antioksidan untuk meningkatkan stamina tubuh.

Menurut dr Ekky M Rahardja SpGK di Rumahsakit Royal Taruma, Jakarta, penuaan terjadi karena paparan radikal bebas akibat metabolisme tubuh.  Herbalis di Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur, Ir Wahyu Suprapto, berpendapat serupa. “Semakin tinggi energi yang dibutuhkan tubuh, makin tinggi pula jumlah radikal bebas yang dihasilkan,” ujar Wahyu. Dr Abdul Mun’im, MS Apt di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia menjelaskan, oksidasi radikal bebas menyebabkan kelenturan kulit berkurang, menjadi kering, dan kecerahannya menurun.

“Antioksidan menghambat oksidasi radikal bebas,” ujar alumnus Universitas Tsukuba, Jepang, itu. Oleh karena itu kita butuh antioksidan yang berperan menangkap radikal bebas dalam tubuh sehingga proses penuaan terhambat. Menurut Ekky M Rahardja sumber utama antiokasidan ada pada sayuran dan buah. Hasil riset Raffi menunjukkan kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali jeruk.

Nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) xanthone atau senyawa aktif dalam kulit manggis yang berperan sebagai antioksidan mencapai 17.000-20.000. Sumber antioksidan lain seperti anggur yang  “hanya” 1.100; sedangkan apel (1.400).  “Antioksidan kulit manggis mencegah penyakit degeneratif. Efek sampingnya meregenerasi sel kulit dan melancarkan metabolisme. Akibatnya sel kulit tidak keriput,” ujarnya.

Bunuh diri

Menurut Abdul Mun’im antioksidan berperan menghambat reaksi oksidasi sehingga kondisi kulit tetap bagus karena melanin tidak teroksidasi. “Kerja antioksidan seperti bunuh diri, sebelum oksigen mengoksidasi yang lain, antioksidan teroksidasi terlebih dahulu, sehingga melanin tidak teroksidasi,” ujarnya. Senyawa yang berperan aktif sebagai antioksidan pada kulit manggis ialah xanthone, fenol, flavonoid, serta alfamangostin, dan betamangostin. Dosen di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Dr Berna Elya Apt MSi, menuturkan xanthone memiliki gugus hidroksida (OH) yang efektif mengikat radikal bebas di dalam tubuh.

Riset Palakawong di Departemen Teknologi Pangan, Prince of Songkla University, Thailand, membandingan antioksidan kulit manggis dengan kayumanis dan minyak esensial jeruk. Hasilnya IC50 antioksidan kulit manggis 5,94 mg; daun manggis 9,44 mg; dan kulit kayu manggis 6,46 mg per ml.

IC50 merupakan dosis yang diperlukan untuk menghambat separuh radikal bebas. Kayumanis dan minyak esensial jeruk tidak menunjukkan aktivitas antioksidan. Itu artinya kulit manggis andal untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit.

Dr Wong Lip Wih dan Dr Berna  Elya menguji kulit manggis untuk kesehatan kulit secara klinis pada 35 perempuan berusia 35-40 tahun di sebuah klinik kecantikan di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya mereka melakukan uji keamanan untuk memastikan kulit manggis tidak memberikan efek berupa kemerahan atau bintik pada kulit. Periset membuat krim berisi campuran ekstrak kulit manggis Garcinia mangostana dan pegagan Cantella asiatica dengan komposisi 5% : 5%. Pegagan juga sumber antioksidan yang baik.

Setiap peserta uji mengoleskan krim ke lengan masing-masing selama 28 hari. Sayang hasil uji itu belum signifikan. Tingkat kelenturan, kecerahan, dan kelembapan yang diukur sebelum dan sesudah perlakuan sama saja. Diduga lokasi uji di klinik kesehatan relatif “bersih” dari paparan radikal bebas dan dosis kurang optimal sehingga hasil tidak signifikan. Namun, banyak bukti empiris lain yang mengukuhkan khasiat kulit manggis.

Contohnya adalah dokter Marrisa di Jakarta Selatan. Dalam kondisi stres seperti saat menghadapi ujian, jerawat menghiasi wajah mahasiswa Universitas Indonesia itu. Untuk mengatasinya, perempuan 29 tahun itu minum 3 kapsul ekstrak kulit manggis dalam sehari. Setelah 3 pekan konsumsi jerawat hilang dan kulit lebih cerah.

Sumbatan lemak

Jerawat muncul karena penyumbatan kelenjar lemak (sebum) di tempat rambut tumbuh (polisebaseus). Penyumbatan itu memicu terbentuknya komedo. Komedo yang terinfeksi bakteri menjadi bernanah dan muncul peradangan alias jerawat.

Dr Toni Sutono MPH di Jakarta menjelaskan, pemicu jerawat antara lain konsumsi makanan berlemak, manis, penggunaan kosmetik yang tidak tepat, stres, faktor hormonal (terutama pada perempuan), dan kebersihan wajah. “Menjelang haid, hormon esterogen pada perempuan meningkat, kelenjar minyak bertambah sehingga jerawat bermunculan,” tuturnya.

Menurut  dr Marissa orang berjerawat mengalami kerusakan oksidatif. Indikatornya kadar malondialdehyde (MDA) yang lebih tinggi daripada orang sehat tidak berjerawat. “MDA naik sedangkan kadar glutathione (antioksidan dalam tubuh) yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif menurun,” tutur alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya itu.

Werayut Pothitirat di Fakultas Farmasi Mahidol University, Bangkok, Thailand, menguji aktivitas antijerawat pada kulit manggis. Periset menguji kulit manggis secara praklinis pada bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Hasilnya, kandungan alfamangostin dalam kulit manggis memiliki aktivitas antijerawat. Kadar hambat minimum P. acnes dan S. epidermidis 7,81-15,63 µg/ml dan 15,63-31,25 µg/ml. Nilai kadar hambat bakteri 15,63-31,25 µg/ml.  dan 62,50-125,00 µg/ml.

Kulit manggis juga berkhasiat menghilangkan bekas luka seperti yang dialami dr Toni Sutono MPH. Sebab kulitnya memang sensitif. Gigitan nyamuk atau baret sedikit saja menimbulkan luka di kulit yang lama sembuh. Kalaupun luka sembuh meninggalkan bekas berwarna hitam di kulit. Dua bulan mengonsumsi ekstrak kulit manggis sebanyak 2 kapsul dengan frekuensi 3 kali sehari bekas luka hilang.

Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan ampas ekstrak kulit manggis untuk menghaluskan kulit. “Sari ekstrak kulit manggis diminum, sementara ampasnya digunakan untuk scrub,” ujarnya. Lulurkan ampas ekstrak kulit manggis pada bagian tubuh yang dikehendaki sebelum mandi. Setelah scrub kering bilas dengan air bersih. Penggunaan scrub kulit manggis sebaiknya sebelum mandi. Karena sang ratu kulit sehat dan cantik. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Tri Istianingsih)

Keterangan Foto :

  1. Antioksidan kulit manggis mencegah munculnya penyakit degeneratif, meregenerasi sel, dan melancarkan metabolisme
  2. Dr Abdul Mun’im, MS Apt, “Antioksidan menghambat oksidasi radikal bebas”
  3. Konsumsi ekstrak kulit manggis menangkal radikal bebas
  4. Riska Nizhami, melasma hilang setelah konsumsi kapsul ekstrak kulit manggis
  5. Pegagan Cantela asiatica sumber antioksidan yang baik
  6. Konsumsi makanan berlemak memicu munculnya jerawat
  7. dr Toni Sutono MPH, bekas luka di kulit hilang setelah konsumsi ekstrak kulit manggis
 

Powered by WishList Member - Membership Software