Krisan Turun Gunung

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 09/06/2020

Balai Penelitian Tanaman Hias berhasil mengembangkan krisan dataran rendah berwarna kuning cerah.

Petani di dataran rendah kini bisa menanam krisan.

Krisan varietas puspita nusantara yang normal berwarna kuning tua agak jingga bila ditanam di dataran tinggi Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Namun, secara visual krisan puspita nusantara kini berubah warna menjadi kuning cerah tanpa tercampur jingga. Lokasi budidaya pun bukan lagi di dataran tinggi, melainkan di dataran rendah. Kabar baiknya, pasar merespons positif perubahan karakter itu.

Budidaya krisan dataran rendah di Balai Penelitian Tanaman Hias, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Konsumen Indonesia lebih menyenangi bunga krisan kuning, putih, dan warna-warna berintensitas kuat. Berbeda dengan konsumen di luar negeri yang lebih gemar krisan berwarna lembut seperti putih, kuning muda, merah muda, salem, ungu muda, dan hijau muda. Selain itu karakter krisan turunan puspita nusantara juga cenderung menghasilkan lebih banyak kuntum bunga per tangkai.

Lahan terbatas

Pendekor bunga atau floris sangat menyukai krisan berkuntum bunga banyak. Musababnya, jumlah tangkai yang digunakan untuk mendekor rangkaian akan lebih kecil ketimbang varietas-varietas lain yang jumlah kuntum bunga per tangkainya lebih sedikit. Perubahan karakter krisan puspita nusantara karena peneliti menggunakan metode mutasi dengan sinar gamma untuk memunculkan karakter-karakter baru.

Mengapa harus dengan penyinaran? Perakitan varietas krisan yang toleran di dataran rendah tidak mungkin dapat dilakukan melalui hibridisasi. Itu karena semua varietas krisan yang tersedia saat ini tidak memiliki perangkat genetik adaptasi terhadap dataran rendah.  Perakitan varietas melalui pemuliaan mutasi yang dikombinasikan dengan teknologi kultur jaringan diperlukan agar industri bunga krisan berdaya saing dalam menghadapi era pasar global.

Tanaman krisan yang tumbuh optimal di dataran tinggi akan stres berat, bahkan bisa mati, jika ditanam di dataran rendah yang bersuhu tinggi. Itulah sebabnya perlu upaya agar terakit tanaman krisan yang toleran dan tumbuh baik di dataran rendah. Upaya itu dengan iradiasi sinar gamma terhadap sebuah tanaman untuk membentuk karakter baru yang belum pernah ada sebelumnya pada tanaman asal. Lahirnya krisan dataran rendah juga merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas. Lima tahun terakhir produksi bunga potong krisan di sentra produksi dalam negeri meningkat signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik peningkatan produksi bunga potong krisan 25—30% per tahun. Produksi bunga potong krisan mencapai 480.685.420 tangkai dengan luas panen sekitar 11.635.498 ha pada 2017. Produksi itu masih di bawah permintaan konsumen dalam negeri. Bahkan, menurut data Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura kebutuhan bunga krisan potong domestik pada 2012 sekitar 10% harus impor.

Budidaya krisan dataran rendah di Balai Penelitian Tanaman Hias, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Pada saat itu Indonesia memproduksi 384.215.341 tangkai bunga Chrysanthemum morifolium potong. Oleh karena itu, produktivitas bunga tanaman anggota famili Asteraceae itu perlu didongkrak. Tujuannya supaya dapat memenuhi pasar nasional. Upaya peningkatan produktivitas bunga seruni itu dengan budidaya di dataran rendah.

Turun gunung

Selama ini krisan menuntut persyaratan tumbuh di dataran tinggi atau di atas 700 meter di atas permukaan laut dengan suhu berkisar 16—26°C. Harap mafhum, krisan merupakan tanaman asli daerah subtropis. Memaksa krisan tumbuh di dataran rendah? Jika suhu lingkungan budidaya melampaui batas optimal, terjadi perubahan fisiologi dan morfologi sehingga tanaman stres.

Eksplan yang dikultur dan dipelihara sebagai benih sumber.

Itulah sebabnya persyaratan tumbuh di dataran tinggi membatasi daerah budidaya krisan. Padahal, saat ini lahan di dataran tinggi makin terdesak oleh permukiman dan pertanaman komoditas pertanian lainnya. Selain itu perubahan iklim yang membuat suhu bumi makin panas juga perlu dipertimbangkan demi keberlanjutan budidaya krisan di Indonesia. Oleh karena itu, para periset di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) mengembangkan varietas krisan dataran rendah.

Urgensi lain pengembangan karakter adaptif dataran rendah adalah mendekatkan daerah produksi dengan pasar, sehingga mengurangi biaya transportasi. Terbangunnya kawasan dan pengembangan jaringan bisnis yang baru diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Siklus hama dan penyakit penting pada budidaya krisan yang endemik dataran tinggi juga bisa diputus.

Di samping itu yang paling penting menambah volume produksi sekaligus memperluas area kawasan budidaya yang selama ini terbatas di dataran tinggi. Pola budidaya tanaman krisan di dataran rendah Cianjur pun relatif sama dengan krisan-krisan yang ditanam di dataran tinggi Cipanas. Bahkan, beberapa klon termasuk kategori genjah dalam berbunga, yaitu hanya 6 pekan setelah selesai pemberian perlakuan panjang hari atau pemacuan pertumbuhan tangkai dengan menambahkan waktu penyinaran pada malam hari. (Dr. Lia Sanjaya, M.S., peneliti utama di Balai Penelitian Tanaman Hias, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software