Krisan Lebih Bermutu

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 09/07/2020

Bunga krisan menjadi idaman masyarakat karena berbentuk dan berwarna indah serta memiliki masa simpan relatif lama.

 

Menghasilkan lebih dari 60% krisan bermutu prima dan tahan hingga 15 hari. Kuncinya penggunaan pupuk organik dan pengaturan jarak tanam.

Pemakaian pupuk organik dan pengaturan jarak tanam meningkatkan kualitas krisan. Penulis dan rekan peneliti menggunakan metode rancangan petak terbagi dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pupuk organik (petak utama) dan jarak tanam (anak petak). Pupuk organik yang diuji meliputi pupuk kandang ayam, sapi, domba, dan kelinci. Dosisnya 30 ton per hektare dan diaplikasikan saat penanaman.

Pemberian 30 ton pupuk kandang kelinci per hektare dan penanaman berjarak 20 cm x 10 cm memberikan panjang tangkai krisan terbaik yakni 80,34 cm. Perlakuan itu juga menghasilkan diameter tangkai bunga 7,76 cm, persentase bunga krisan kelas I (67,22%), ketahanan atau vase life (15 hari), dan bobot kering tanaman (10,31 g). Vase life merupakan ketahanan kesegaran krisan ketika disimpan dalam vas pada suhu ruang.

Hara tersedia

Pemupukan salah satu faktor penting pada budidaya intensif lantaran intensitas penggunaan lahan sangat tinggi sehingga hara tanah terkuras. Oleh karena itu, pekebun mesti menambahkan hara dalam bentuk pupuk organik atau anorganik. Pertumbuhan dan kualitas krisan sangat dipengaruhi kadar hara tersedia dan dapat diserap tanaman. Pemberian pupuk organik memperbaiki media tumbuh tanaman serta sebagai sumber hara makro dan mikro.

Jarak tanam berpengaruh pada panjang tangkai, diameter tangkai, dan diameter bunga krisan.

Adapun dosis dan jenis pupuk organik yang diberikan berpengaruh berbeda terhadap tanaman. Alasannya keempat pupuk organik yang diuji memiliki kandungan N, P, K, C organik, dan C/N yang berbeda. Secara umum hara dalam pupuk kandang kelinci dan domba lebih rendah daripada pupuk kandang ayam, tapi lebih tinggi ketimbang pupuk kandang sapi. Namun, C/N dalam kedua pupuk itu sama dengan C/N tanah lokasi penelitian.

Dengan begitu tanaman dapat menyerap hara dari kedua pupuk itu tanpa harus melalui dekomposisi. Perpaduan hara dalam pupuk kelinci dan tanah sebagai media tanam krisan menjadi optimal dan seimbang. Keadaan itu didukung oleh jarak tanam tepat (20 cm x 10 cm) yang mengurangi kompetisi antartanaman sehingga krisan tumbuh maksimal. Itulah alasan bobot kering tanaman paling berat terjadi pada penanaman dengan pupuk kelinci dan jarak tanam 20 cm x 10 cm.

Bobot kering pada masa vegetatif pun menentukan perkembangan diameter mahkota bunga. Musababnya perkembangan bunga sangat ditentukan oleh hasil fotosintesis yang tertimbun pada masa vegetatif. Dengan kata lain pertumbuhan vegetatif berperan sebagai sumber energi bagi fase generatif. Panjang tangkai dan diameter mahkota bunga berhubungan dengan persentase kualitas bunga yang lebih dari 60% masuk kelas I.

Ketahanan relatif lama berkat penggunaan pupuk kandang kelinci dan jarak tanam 20 cm x 10 cm terjadi karena tercukupinya kandungan kalium. Unsur hara itu berperan penting memelihara potensial osmotik, memengaruhi penutupan stomata, dan pengambilan air. Batang yang lebih besar atau tanaman yang lebih kekar pun memungkinkan krisan menyerap air lebih banyak sehingga ketahanan lebih lama. Petani bisa menggunakan pupuk kandang domba jika pupuk kandang kelinci tidak tersedia.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Bernilai ekonomis

Memiliki kesegaran yang relatif lama merupakan salah satu keistimewaan krisan. Berpenampilan sehat dan segar, mekar sempurna, serta memiliki batang yang tegar dan kekar sehingga lebih tahan lama merupakan kriteria bunga potong yang banyak diminati masyarakat. Penelitian menunjukkan preferensi konsumen terhadap bunga krisan yakni jenis standar, berwarna putih, serta berbentuk ganda (double) berdiameter 6—8 cm (bunga potong) dan 4 cm (bunga pot).

Preferensi lainnya yaitu bunga potong memiliki ketahanan 5—7 hari dan 7 hari untuk bunga pot. Krisan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi. Permintaan krisan (bunga potong atau pot) makin meningkat dan belum bisa dipenuhi dari pasokan dalam negeri.

Diperlukan impor krisan sekitar 10% dari total produksi lokal agar semua permintaan dalam negeri terpenuhi. (Dr. Ir. Noertjahyani, M.P., dosen di Fakultas Pertanian, Universitas Winaya Mukti, Sumedang, Jawa Barat, dan Dali Setiadi, S.P., M.P., guru di SMKN 1 Majalengka, Jawa Barat)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software