Kontes Adenium: Pendatang Baru Langsung Mencorong

Filed in Tanaman hias by on 01/05/2010 0 Comments

POLESAN ITU TAK SIA-SIA. IA MEREBUT TAKHTA GRAND CHAMPION GRAND PRIX ADENIUM CONTEST 2010 SERI I DI JEMBER, JAWA TIMUR.

Sukses koleksi Bella Paser itu mengagetkan hobiis adenium tanahair. Semula banyak yang menduga perebutan grand champion di Grand Prix Adenium Contest 2010 hanya aksi ‘balas dendam’ muka-muka lama. RCN jumbo dan obesum berbunga RCN—keduanya milik F Cu Liong—asal Situbondo, Jawa Timur, diprediksi bakal membayar kekalahan dari RCN terbaik 2009 koleksi Samsul Paser dari Singaraja, Bali. Setahun lalu 2 adenium F Cu Liong gagal meraih gelar terbaik lantaran absen di 1 seri dari 4 seri yang dipertandingkan.

Nyatanya peta pertarungan pada 2010 sedikit berubah. “Ketiga adenium itu kalah telak oleh RCN pendatang baru,” kata Andy Solviano Fajar, dewan juri asal Solo, Jawa Tengah. Di seri perdana itu, 3 juri—Tjandra Ronywidjaja (Ponorogo), Agustinus (Surabaya), dan Destika Cahyana (Jakarta)—mengganjar koleksi Bella dengan poin tertinggi 75,17. Selisih jauh dengan runner up obesum berbunga RCN (71,30) dan RCN besar yang hanya di posisi ke-4 (61,00). Jawara tahun lalu milik Samsul Paser mesti puas di posisi ke-5 klasemen sementara dengan nilai 60,58.

Persiapan matang

Menurut Andy kunci kemenangan RCN klangenan Bella ialah penampilan optimal tepat pada saat kontes. “Secara umum tata letak, arah gerak, dan proporsi 5 besar hampir imbang. Namun, RCN dari Bali satu-satunya yang bertaburan bunga dengan porsi dan proporsi pas sehingga menang mutlak. Bunga pesaingnya (runner up, red) kurang merata di tajuk. Bunga thai socco di posisi ketiga belum maksimal,” kata Andy.

Pendatang baru yang juga fenomenal ialah thai socco milik Samsul Paser. Ia mendulang poin 65,67 setelah sukses menjadi kampiun di kelas thai socco besar dengan menekuk thai socco koleksi Saifudin (Jakarta) dan thai socco milik Indra D Adji (Jember). Thai socco itu pun menyodok di posisi ke-3 klasemen sementara.

Kontes yang digelar di Lapangan Sukorejo, Jember, pada 2—11 April 2010 itu diikuti peserta dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Total peserta 228 adenium yang bertarung dalam 19 kelas,” kata Indra D Adji, ketua panitia Grand Prix Adenium Contest 2010. Seri grand prix berikutnya direncanakan di 4 kota: Banyuwangi, Klaten, Kediri, dan Singaraja.

Seri pemula

Gelaran mirip grand prix pun ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada penghujung Maret—awal April silam berlangsung seri 1 Kontes Adenium Pemula di Solo. Seri berikutnya di Yogyakarta (Juni), Wonogiri (September—Oktober), dan Klaten (November—Desember). Bedanya gelaran ini tak mengumpulkan poin seperti grand prix. “Kontes ini mencari juara I di seri 1—3 dan mengadunya di seri 4 dengan sebutan perang bintang,” kata H Rosyid, panitia pelaksana.

Menurut Supriyanto, juri asal Ponorogo, dari 18 kelas yang dipertandingkan, kelas arabicum, thai socco, dan RCN kecil paling semarak semarak. Hampir semua pemilik adenium di ukuran kecil itu wajah baru dan berusia muda yang jarang muncul di arena kontes. Boleh jadi kelak 3—4 tahun ke depan pohon dari tangan mereka—bukan terbang dari Thailand—menjadi grand champion. (Destika Cahyana)

 

Resep juara ala Bella

      • H-99 jelang kontes: pangkas ranting
      • H-21—H-18: tanpa siram
      • H-18: semprot pupuk daun ber-P tinggi sebanyak 1,5 kali dosis anjuran
      • H-18—H-11: jemur di terik matahari dan siram air es di malam hari agar bunga terpicu muncul
      • H-4: seleksi daun agar porsi dan proporsi bunga pas dengan tajuk

Adenium terbaik 2009, hanya mampu menempati peringkat ke-5 klasemen sementara di seri 1 Jember

Juara I arabicum di seri pemula Solo

 

Powered by WishList Member - Membership Software