Kokedama Tumbuh di Bola Lumut

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 08/02/2017

Kokedama alias bola lumut kini naik daun. TanaAman apa pun bisa tumbuh di atasnya.

Gerai kokedama di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung.

Gerai kokedama di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung.

Bulatan media tanam seukuran buah naga itu berselimut lumut. Di atasnya tumbuh kaktus zebra yang elok. Pola penanaman di bola lumut itu kini tengah naik daun. Itulah kokedama. Dalam bahasa Jepang, koke berarti lumut dan dama bermakna bola. Tradisi membudidayakan tanaman di bola lumut memang berasal dari Negeri Sakura itu. Kini para pegiat tanaman hias di Indonesia menciptakan produk serupa.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Faldi Adisajana, sejak 2013 membuat kokedama untuk membudidayakan beragam tanaman hias sukulen seperti echeveria, haworthia, dan cryptanthus untuk boneka kokedama. Tanaman yang lebih besar seperti anggrek, poinsettia atau kastuba, philodendron, peperomia, dusty miller, palem, begonia, dan jeruk mandarin juga mampu tumbuh di kokedama.

Nilai tambah

Faldi Adisajana, pemilik ide mengembangkan boneka lumut dari sukulen.

Faldi Adisajana, pemilik ide mengembangkan boneka lumut dari sukulen.

Faldi membuat boneka lumut karena kecintaannya terhadap tanaman hias. Ia ingin membuat inovasi tanaman hias tanpa menggunakan pot. Pria 22 tahun itu mengambil sukulen di pekarangan rumah dan membungkus akar dengan tanah seperti bola. Dari situlah muncul ide boneka lumut berpeluang jadi usaha. Ia lalu menekuni usaha memproduksi dan menjual kokedama secara serius.

Bahan baku untuk membuat kokedama berasal dari petani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Ia menambahkan tanah, kerikil halus, serbuk sabut kelapa, sebagai media tanam. Perbandingannya 2 : 1 : 1. Setelah itu ia membungkus media tanam itu dengan lumut berketebalan 2—3 cm. Seiring waktu berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, banyak melirik boneka kokedama.

“Sebenarnya target ke anak-anak karena saya ingin mereka memiliki rasa cinta terhadap tanaman. Saya ingin membuatnya lebih menarik dengan menambahkan mata, tangan, kaki, dan mulut. Namun, banyak orang dewasa yang memesan untuk suvenir,” ujarnya. Menurut Fadli kokedama meningkatkan nilai ekonomis tanaman hias terutama jenis sukulen.

Sebagai gambaran harga sukulen biasa hanya Rp5.000—Rp10.000. Namun, setelah bersalin rupa menjadi kokedama harganya melambung Rp100.000—Rp440.000. Faldi memasarkan kokedama melalui jejaring sosial dan berbagai pameran di Senayan City dan Mal Taman Anggrek—keduanya di Jakartra, Carefour Paris van Java dan Mal Trans Studio Bandung.

Selain pasar domestik, Faldi juga mendapat pesanan dari Korea dan Thailand rata-rata dua kali setahun. Pengiriman ke Korea mencapai 75—100 kokedama per sekali kirim. Ia pernah melakukan lokakarya dengan tema International Horticulture Goyang Festival di Seoul, Korea Selatan, pada 16 Mei 2016. “Pada Januari 2017 saya diminta oleh salah satu penyelanggara acara untuk membuat kokedama di Jakarta,” ujar Faldi.

567_ 83Kokedama interior
Emeraldi Prabaswara juga berniaga kokedama sejak 2014. Alumnus Desain Interior Institut Teknologi Bandung semula hanya memenuhi permintaan teman-teman yang menyukai kokedama miliknya. “Saat ini kokedama saya masih kecil-kecilan karena sekadar hobi. Jika teman ingin membelinya maka saya akan membuatkan,” kata Emeraldi. Sebagai bagian dari interior, kokedama termasuk favorit karena mudah perawatannya.

Ia meletakkannya di atas meja. Pehobi juga menampilkan kokedama bersama lilin aroma terapi atau pernak-pernik lain seperti biji saga dan hanjeli. Selain itu pehobi juga dapat memanfaatkan bola lumut sebagai tanaman gantung. Khusus kokedama gantung, pilih tanaman dengan arah cabang tidak menjorok ke samping seperti rosemary dan echeveria pink frills agar mudah menggantungnya.

Salah satu kokedama karya Faldi Adisajana.

Salah satu kokedama karya Faldi Adisajana.

Tanaman yang cocok untuk kokedama gantung adalah jenis epifit seperti anggrek, paku-pakuan, dan beberapa jenis kaktus. Emeraldi menjual kokedama Rp75.000—Rp700.000 tergantung jenis tanaman dan ukuran. Penjualan di gerai-gerai dan pameran Jakarta dan Bandung. Emeraldi juga pernah menampilkan sebagai dekorasi untuk pernikahan di Bandung. Kokedama mini miliknya, biasa digunakan untuk suvenir.

Agar tampil optimal, perawatan kokedama sebuah keharusan. Menurut Emeraldi kokedama berisi tanaman epifit lebih banyak membutuhkan sinar matahari. Oleh karena itu penjemuran minimal sepekan dua kali. Jika ada tanaman yang mati atau layu, Emeraldi tetap memanfaatkan medianya dan menanami jenis biji-bijian bumbu seperti lada dan ketumbar.

Untuk merawat kokedama, Faldi hanya merendam ke dalam baskom berisi air. Rendam selama 3—5 menit sepekan sekali, lalu jemur selama 10 menit di bawah sinar matahari pada pagi hari. Dengan perawatan rutin seperti itu bola lumut kokedama bertahan lama. Penyemprotan nutrisi secara periodik agar tanaman tetap tumbuh sentosa. (Tiffani Dias Anggraeni)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software