Klarifikasi dan Penjelasan ” Slide Viral ” Nutrigenetic Research Institute, Amerika Serikat

Filed in Peristiwa by on 30/03/2020

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan potensi propolis asli Indonesia untuk mencegah dan menanggulangi covid-19.

Beberapa hari yang lalu, gambar satu slide dari NutriGenetic Research Institute yang berjudul “COVID-19 Contraindications” viral di media sosial. Slide tersebut menampilkan informasi bahwa respon imun yang disebut badai sitokin (Cytokine storm) memiliki hubungan erat dengan COVID-19. Disebutkan juga bahwa berdasarkan hasil analisis pada 150 pasien COVID-19 di Wuhan, menunjukkan terjadinya peningkatan level IL-6 dan Ferritin yang berkorelasi pada tingkat kematian akibat adanya proses inflamasi.

Saat ini, beberapa dokter dan konsultan kesehatan di Amerika Serikat tidak menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi suplemen peningkat daya tahan tubuh (Immune-booster) yang diperkirakan menstimulasi level IL-6. Berdasarkan slide tersebut, ada 3 suplemen yang disoroti: elderberry, propolis dan Echinacea Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami sebagai tim peneliti dan pengembang produk Propolis asli Indonesia kemudian menghubungi NutriGenetic Research Institute melalui website (https://www.nutrigeneticresearch.org/) untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Kami mencoba melakukan klarifikasi terutama terkait dengan poin terakhir yang mengatakan bahwa telah dilakukan uji klinik pada propolis, hal ini terkait dengan uji klinik yang saat ini sedang kami usahakan untuk produk Propolis kami.

Berikut ini penjelasan dari pihak NutriGenetic Research Institute yang diwakili oleh Prof. Bob Miller yang disampaikan melalui email (terlampir)

  1. Mereka mengklarifikasi bahwa benar slide tersebut berasal dari kegiatan Webinar (tertutup) mereka. Namun, mereka sangat menyayangkan ada peserta webinar yang menyebarkan informasi ini karena slide itu bukan hasil atau kesimpulan dari diskusi mereka.
  2. Mereka tidak bermaksud untuk mendeskriditkan penggunaan pengobatan tradisional (herbal) pendukung daya tahan tubuh, namun menginformasikan bahwa ada kemungkinan kontraindikasi terhadap pada penyakit tertentu (Covid-19), namun semuanya diserahkan ke para dokter untuk memutuskannya sendiri.
  3. Semua keputusan akhirnya tergantung dari para dokter dan regulasi di wilayahnya sendiri-sendiri.

Slide viral mengenai kontraindikasi pada Covid-19

Pihak NutriGenetic Research Institute juga menjelaskan isi dari slide tersebut sebagai berikut:

  • Penjelasan mengenai kemungkinan kontraindikasi Covid-19 adalah berawal dari publikasi terbaru di Jurnal Lancet (Mehta et al. 2020), yang menjelaskan bahwa pada pasien COVID – 19 terjadi kenaikan sitokin dan IL-6 yang signifikan. Ada beberapa herbal immunostimulator yang menyebabkan kenaikan sitokin dan IL-6 termasuk, elderberry, echinacea, dan propolis. Tapi itu juga tidak semua kasus.
  • Untuk propolis, pihak NutriGenetik Research Insitute mengambil referensi dari kasus uji klinik propolis di Jerman pada tahun 1999 (Bratter C. et al 1999). Hasilnya menunjukan telah terjadi kenaikan sekresi IL-6 dan kenaikan sitokin pada sampel uji. Hasil ini juga diperkuat oleh hasil penelitian Washio et al. 2015 untuk Green Brazillian Propolis (Propolis Hijau dari Brazil). Namun, ada studi lain yang menunjukkan bahwa pada propolis dari negara lain terjadi sebaliknya yaitu menekan sekresi sitokin dan IL-6 yang tergantung pada jenis propolisnya (Al-qarni et al. 2019).
  • Mereka meminta maaf atas bocornya slide tersebut, dan berjanji akan melarang peserta webinar mengambil semua atau sebagian dari isi slidenya tanpa permisi dari mereka.

Dari keterangan NutriGenetic Research Institute diatas jelas bahwa informasi tersebut adalah valid dari NutriGenetic Research Institute, namun dikeluarkan tanpa izin mereka. Ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan terkait dengan informasi tersebut:

  1. Perlu diperhatikan penggunaan propolis untuk menghadapi Covid-19, hal ini disebabkan karena propolis berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Propolis merupakan resin/getah yang dikumpulkan oleh lebah sebagai daya tahan koloninya. Oleh sebab itu, khasiat dari propolis tergantung dari sumber resinnya (tanamannya).
  2. Berdasarkan paper yang telah dipublikasikan di Al-qarni et al. 2019 (dimana saya sendiri merupakan salah satu author), propolis Indonesia (yang berasal dari Sulawesi) memiliki potensi sebagai suplemen untuk terapi Covid-19 karena Propolis Indonesia dapat menekan konsentrasi Sitokin hingga 80%, dan tidak meningkatkan konsentrasi IL-6. Oleh sebab itu, Propolis Indonesia (yang berasal dari Sulawesi) tidak termasuk dari Kontraindikasi Covid-19 ini. Hal ini berbeda dengan Propolis yang diteliti di Jerman (sumber propolisnya tidak disebutkan) dan Green Brazillian Propolis yang diteliti oleh Washio et al 2015.

Dr. Muhamad Sahlan

  • Staff pengajar dan peneliti di Departemen Teknik Kimia
  • Manajer Riset Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • Anggota dan Pengurus Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI)
  • Anggota Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI)
  • Tim Task Force Covid-19 perwakilan Indonesia di Asian Federation of Biotechnology (AFOB)
  • Peneliti di Pusat Riset Rekayasa Biomedik, Universitas Indonesia

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software