Kipahit Penawar Nila Sakit

Filed in Majalah, Topik by on 02/11/2019

Kipahit Tithonia diversifolia.

Ramuan daun kipahit dan sirih meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan nila sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Ikan nila Oreochromis niloticus lemah dan gerakannya tak beraturan saat berenang. Bahkan, hewan anggota famili Cichlidae itu cenderung terdiam di dasar kolam. Tak ada lagi gerakan gesit saat peternak menabur pakan. Perlahan warna tubuh ikan pun makin gelap. Bentuk tubuh lalu berubah menjadi melengkung mirip huruf C. Lama-kelamaan ikan introduksi asal Benua Afrika bagian timur itu pun mati.

Menurut peneliti Bagian Mikrobiologi Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Esti Handayani Hardi, gejala seperti itu akibat serangan penyakit streptokokosis. Disebut demikian karena penyebab penyakit itu adalah bakteri Streptococcus agalactiae. Penyakit itu tergolong mematikan karena dapat menyebabkan 90% ikan mati.

Antibiotik

Peneliti di Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Fadityas Desi Aniputri, menuturkan, penyakit lain yang tak kalah mematikan dan juga kerap menyerang nila adalah motile aeromonas septicemia (MAS). Sebetulnya penyakit itu juga menyerang hampir seluruh spesies ikan air tawar di perairan tropis. Penyebabnya adalah bakteri Aeromonas hydrophilla. Penyakit menyebabkan bercak merah di tubuh ikan dan menimbulkan kerusakan kulit, insang, dan organ dalam ikan.

Sirih Piper betle.

Menurut peneliti di Balai Riset Perikanan Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPATPP), Kota Bogor, Jawa Barat, Nunak Nafiqoh, S.Pi., M.Sc., selama ini para peternak mengatasi kedua penyakit itu dengan memberikan antibiotik. “Pemberian antibiotik memang efektif. Namun, pemberian secara terus-menerus dalam jangka panjang mencemari lingkungan dan meninggalkan residu pada ikan. Selain itu bakteri patogen juga menjadi resisten,” ujarnya.

Sebagai makhluk hidup, bakteri sejatinya juga memiliki sistem pertahanan tubuh. Mahkluk liliput itu mampu mengenali dan menyimpan “memori” senyawa antibiotik yang menyerangnya. Jika antibiotik diberikan secara berulang, maka pada pemberian berikutnya bakteri menangkal senyawa tersebut dengan mekanisme pertahanan seperti pompa. “Jadi, bakteri memompa senyawa antibiotik itu keluar dari ‘tubuhnya’,” ujarnya.

Nunak lebih memilih tanaman herbal untuk mengatasi penyakit mematikan itu. Sebetulnya banyak tanaman herbal yang berkhasiat antibakteri. Ia memilih kombinasi kipahit Tithonia diversifolia dan sirih Piper betle lantaran mudah diperoleh dan dapat dibudidayakan oleh para peternak. “Selain itu kipahit juga tidak dikonsumsi manusia sehingga tidak berebut kebutuhan dengan konsumsi manusia,” tambahnya.

Mudah

Menurut Nunak masing-masing tanaman obat itu sejatinya ampuh melawan kedua bakteri penyebab penyakit nila meski digunakan secara tunggal. Ia memadukan keduanya karena hasil penelitian menunjukkan kombinasi keduanya berefek lebih kuat. Sayangnya, Nunak tidak bisa menyebutkan porsi yang tepat masing-masing herbal karena hasil penelitian belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Yang jelas, porsi sirih dalam ramuan jauh lebih kecil karena berefek toksik bagi ikan. “Kalau sirih terlalu banyak dapat menyebabkan ikan mati,” tutur alumnus Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu.

Nunak menuturkan, cara membuat ramuan herbal untuk mencegah kedua penyakit nila itu sangat mudah. Hindari membuat ramuan dari bahan segar. “Daun kipahit dan sirih yang baru dipanen masih mengandung getah. Getah itu berisiko mematikan ikan,” ujarnya. Oleh karena itu, sebelum digunakan, jemur semua bahan selama 4 jam, setelah itu angkat lalu kering anginkan hingga daun benar-benar kering. Cirinya daun pecah saat diremas. Selanjutnya hancurkan daun yang sudah kering menggunakan blender hingga menjadi serbuk.

Setelah itu rendam serbuk kedua herbal itu dalam air selama 24 jam. Menurut Nunak, jumlah serbuk campuran kedua herbal itu 4% dari jumlah pakan. Misalnya untuk sekilogram pakan, maka jumlah serbuk yang digunakan sebanyak 40 g. Jumlah air untuk merendam 40 g serbuk itu adalah 1—2 liter. Setelah 24 jam, saring larutan untuk memisahkan ampas serbuk. Semprotkan air rendaman itu ke pakan pelet, tapi jangan sampai terlalu basah, lalu berikan ke ikan.

Nunak Nafiqoh, S.Pi, M.Sc., kombinasi daun kipahit dan sirih dapat meningkatkan kekebalan tubuh ikan nila.

Namun, bila peternak nila ingin menyimpan pelet yang telah disemprot ramuan herbal, keringkan anginkan pelet dahulu. Setelah itu kemas kembali pelet dan simpan. “Kalau pelet disimpan basah khawatir peletnya hancur dan berjamur,” kata Nunak. Menurut Nunak dosis 4% dari jumlah pakan memberikan hasil terbaik. Pada dosis itu jumlah ikan yang mampu bertahan hidup setelah diinfeksi bakteri mencapai 90%.

Sistem imun

Menurut Nunak kombinasi kipahit dan sirih itu ampuh mempertahankan hidup nila karena sistem imun atau kekebalan tubuh nila meningkat. “Oleh karena itu, pemberian ramuan herbal sebaiknya untuk preventif atau pencegahan,” tuturnya. Senyawa aktif dalam ramuan herbal itu juga mampu mematikan bakteri dengan cara lisis atau merusak membran sel bakteri dan hingga organel sel keluar.

“Sebetulnya ramuan itu juga bisa digunakan untuk tindakan kuratif atau pengobatan. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya,” kata Nunak. Keampuhan kombinasi kedua herbal itu berkat kandungan beberapa senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan triterpen. Nunak menuturkan peternak tidak perlu memberikan ramuan herbal daun kipahit dan sirih setiap saat. “Cukup saat kedua penyakit itu biasanya banyak menyerang ikan,” ujarnya.

Penyakit streptokokosis dan MAS biasanya banyak menyerang saat musim pancaroba atau peralihan antara musim hujan ke kemarau, yakni pada Maret—April. “Peternak sebaiknya mulai memberikan ramuan beberapa saat sebelum musim pancaroba tiba,” kata Nunak. Dengan begitu daya tahan tubuh nila meningkat saat penyakit merajalela. (Imam Wiguna)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software