Khasiat Minyak Daun Kayu Manis Sebagai Pelega Pernafasan

Filed in Peristiwa by on 22/06/2020

Kayumanis (Cinnamomun burmanii) merupakan salah satu tanaman multi fungsi yang telah banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman, obat-obatan, serta minyak atsiri. Disamping kulitnya yang merupakan hasil utama tanaman kayumanis, daunnya dapat menjadi hasil samping yang memiliki nilai tambah melalui proses destilasi menjadi minyak atsiri.

Dari 54 spesies kayumanis (Cinnamomum sp.) di dunia, terdapat 12 spesies yang berada di Indonesia. Dalam pemasarannya,ada tiga jenis kayumanis yang menonjol di pasar dunia yaitu Cinnamomum burmannii di Indonesia yang produknya dikenal dengan nama cassiavera, Cinnamomum zeylanicum di Sri Lanka dan Seycelles, serta Cinnamomum cassia di China dengan produknya Cassia China.

Tanaman kayumanis jenis C. burmannii BL banyak dikembangkan di perkebunan rakyat di Indonesia, terutama di Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara. Jenis C. burmanii BL atau cassiavera merupakan produk ekspor tradisional yang masih dikuasai Indonesia sebagai negara pengekspor utama di dunia.

Menurut Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, hasil sampingan Tanaman kayu manis saat panen yang berupa batang, daun dan ranting dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Potensi pengembangan kayumanis di Indonesia dinilai Fadjry cukup besar. Hal ini didukung oleh sumber daya alam berupa kesesuaian lahan, teknologi, tenaga ahli, ketersediaan sumber plasma nutfah, maraknya budidaya organik, serta tenaga kerja yang tersedia.

“Saat ini permintaan komoditas rempah seperti kayu manis ini mulai meningkat, baik dalam bentuk agen penyedap makanan/minuman, dan juga sebagai bahan farmasi dan kosmetik.” Tambahnya saat dihubungi, Senin (22/6).

Fadjry menegaskan Balitbangtan akan terus meningkatkan kualitas produk dari tanaman kayu manis ini melalui inovasi teknologi terkini, baik varietas unggul, teknologi budidaya ataupun teknologi pendukung lainnya. “Belum lama ini Balitbangtan telah melepas dua varietas kayumanis yaitu Zeyna Agribun 01 dan Zeyna Agribun 02. Untuk Zeyna Agribun 02 cocok diambil daunnya sebagai sumber bahan baku minyak atsiri.” Lanjutnya.

Senyawa aktif dalam minyak atsiri daun kayumanis adalah L-linalool (34,40%), 1,8-cineole (18,18%), α-pinene (13,96%), β-pinene (9,30%), dan benzyl benzoat (4,42%). Senyawa 1,8 cineole merupakan senyawa monoterpen yang memilki kemampuan anti-inflamasi dan kemampuan antioksidan yang terbukti dapat berperan sebagai co-medication pada penyakit inflamasi saluran pernafasan seperti asma dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).

Senyawa ini dilaporkan dapat mencegah infeksi virus influenza yang dapat menyebabkan pneumonia serta mampu menambah kemampuan proteksi terhadap infeksi virus influenza. Senyawa kimia yang terkandung dalam kayumanis memiliki efek farmakologis yang berkhasiat sebagai obat-obatan seperti carminative, diaphoretic, antirematik, istomachica, dan analgesik.

Untuk pengolahan daun kayumanis, pilihlah daun segar berwarna hijau tua, tidak cacat atau rusak. Daun kayumanis dicuci bersih kemudian dicacah menggunakan alat pencacah daun. Pencacahan ini bertujuan memperkecil ukuran daun serta untuk mempermudah proses penyulingan (destilasi) dengan destilasi air selama 4 jam dan destilasi uap air selama 4 jam. Hasil destilasi berupa minyak yang dapat diproses lebih lanjut menjadi beberapa produk seperti handsanitizer, inhaller, pengharum ruangan, dan lain-lan.

Cara penggunaannya, untuk melancarkan saluran pernafasan, minyak daun kayumanis diteteskan pada saputangan dan dapat dihirup langsung atau menggunakan inhaler yang ditambahkan minyak daun kayumanis. Untuk aromaterapi dapat diteteskan pada bak mandi berisi air hangat, untuk berendam, atau dapat juga diteteskan pada secangkir kopi, teh atau minuman hangat lainnya.

Selain untuk melegakan pernafasan, manfaat kayumanis untuk kesehatan antara lain dapat mencegah masuk angin, demam dan influenza; menangkal radikal bebas dari polusi udara; mengurangi tanda-tanda penuaan; melindungi kulit dari radiasi sinar UV; serta mengurangi inflamasi dan menjaga kesehatan otak. Minyak daun kayumanis juga dapat dioleskan untuk membunuh jamur pada kuku kaki

Kayumanis juga bermanfaat untuk menurunkan tingkat gula darah, trigliserida, kolesterol buruk, dan kolesterol total pada pasien diabetes. Selain itu, Kayumanis bermanfaat untuk merangsang aliran darah dan mengurangi peradangan kulit, mencegah penggumpalan darah, antimikroba, melawan pertumbuhan jamur dan bakteri, mencegah alzheymer, mengatasi rhematik, dan lain-lain.

Tanaman kayumanis sendiri memiliki ciri-ciri yaitu tinggi tanaman berkisar antara 5–15 m, kulit pohon berwarna abu-abu tua berbau khas, serta kayunya berwarna merah coklat muda. Kayumanis memiliki daun muda berwarna merah pucat. Daunnya termasuk kedalam tunggal, kaku seperti kulit, dan letak berseling. Bentuk daun elips memanjangsekitar 4 – 14 cm, lebar 1,5 – 6 cm, ujung runcing, tepi rata, permukaan atas licin warnanya hijau, permukaan bawah bertepung warnanya keabu-abuan.

Bunganya berkelamin dua atau bunga sempurna dengan warna kuning, berukuran kecil. Kelopak bunga berjumlah 6 helai dalam dua rangkaian. Bunga ini tidak bertajuk bunga. Persarian berlangsung dengan bantuan serangga. Sementara buahnya termasuk buah buni berbiji satu dan berdaging. Bentuknya bulat memanjang. Warna buah muda hijau tua dan buah tua ungu tua.

Tanaman ini menghendaki banyak hujan sepanjang tahun, tanpa musim kering panjang, dengan curah hujan berkisar antara 2.000-2.500 mm/tahun dan suhu harian berkisar antara 19-23,3 derajat celcius.

Di dunia perdagangan, produk yang diminta berdasarkan jenis kayumanis dan asal bahan. Cinnamon leaf oil diperoleh dari daun kayumanis jenis Cinnamomun zeylanicum. Cinnamon bark oil diperoleh dari kulit. Sedangkan cassia oil diperoleh dari daun, ranting, dan bubuk kulit kayumanis jenis Cinnamomum burmanni. (Cheppy Syukur)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software