Khasiat Hebat Avokad

Filed in Majalah, Topik by on 01/04/2017

Buah avokad legit, menurunkan kolesterol jahat, dan meningkatkan kolesterol baik.

Riset membuktikan konsumsi 1,1 kg avokad setiap hari selama sepekan menyehatkan tubuh.

Riset membuktikan konsumsi 1,1 kg avokad setiap hari selama sepekan menyehatkan tubuh.

Ini cara herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Margaretha Anjarwati, menjaga bobot tubuh. Saat merasakan tubuhnya berat dan mulai mengganggu aktivitas, Anjarwati menggantikan nasi dengan sepiring avokad untuk makan malam. Ia melakukannya 1—3 pekan atau sampai bobot tubuhnya tidak lagi menghambat kegiatan hariannya mengolah berbagai bahan herbal menjadi kapsul atau serbuk instan.

Anjarwati menyantap buah Persea americana itu tanpa menambahkan gula maupun susu kental manis. Alasannya, “Gula justru bisa menambah bobot karena akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak di lipatan perut atau di bawah kulit,” tutur Anjarwati. Apalagi orang cenderung menambahkan gula sebagai pemberi rasa sehingga takarannya acap tidak terukur.

Menurunkan kolesterol
Penambahan gula berbanding lurus dengan konsumsi avokad. Artinya semakin banyak menyantap avokad, kian banyak pula mengonsumsi gula. Itu justru merugikan kesehatan, terutama bagi penderita diabetes mellitus maupun orang yang mengidap tumor atau kanker. Anjarwati juga mengajarkan kepada cucu keduanya yang usiaya menjelang 10 bulan, Dustin Revano Rahmadi.

Konsumsi avokad terbaik adalah tanpa gula dan susu.

Konsumsi avokad terbaik adalah tanpa gula dan susu.

Bayi mungil itu menyantap sebuah avokad berbobot 100—200 gram setiap hari pada jam 10 pagi. Avokad menjadi penyeling antara sarapan pukul 6—7 pagi dan makan siang jam 12—13 siang. Kebiasaan itu Anjarwati lakukan sejak Dustin berusia 5 bulan, ketika bayi mulai mengonsumsi makanan tambahan selain air susu ibu (ASI). “Avokad cocok bagi bayi dan bisa menggantikan pisang,” kata Anjarwati.

Avokad efektif mendukung kebutuhan nutrisi bayi, terbukti Dustin mulai berjalan pada usia 9 bulan. Biasanya pada usia itu, bayi baru belajar berdiri dengan berpegangan kepada benda di sekitarnya. Di luar pengalaman Anjarwati, berbagai riset mensahihkan kebaikan avokad bagi tubuh sebagaimana riset ilmiah Lopez Ledesma dan rekan.

Periset dari Division de Ensenanza e Investigacion, Instituto Mexicano del Seguro Social, Meksiko, itu meriset avokad lantaran kandungan monounsaturated fatty acid, asam lemak nonjenuh tunggal (MFA) dalam buah itu. Ia menguji klinis 67 subjek. Sebanyak 30 orang sehat, sisanya mengidap kolesterol tinggi (209—360 mg per dl). Setiap hari Lopez memberikan 2.000 kilokalori—setara 1,1 kg—avokad kepada subjek uji.

Selain avokad, sumber lain MFA adalah kacang tanah.

Selain avokad, sumber lain MFA adalah kacang tanah.

Waktu konsumsi bebas, subjek uji juga tidak mengubah pola makan harian mereka. Setelah 7 hari, subjek sehat maupun tinggi kolesterol sama-sama menunjukkan penurunan kadar kolesterol darah. Subjek sehat mengalami penurunan rata-rata 16% kadar serum kolesterol total dalam darah mereka. Sementara itu, kadar serum kolesterol total darah subjek uji pengidap kolesterol tinggi turun rata-rata 17%.

Kolesterol baik
Penurunan juga terjadi pada kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida darah, masing-masing 22%. Di sisi lain, kadar kolesterol baik (HDL) subjek pengidap kolesterol tinggi meningkat 11%. Departemen Pertanian Amerika Serikat menyatakan bahwa dalam 100 g daging buah avokad terdapat 11,21 g MFA, 4,1 g serat, dan 8 g vitamin C. Di sisi lain, buah itu nihil kolesterol sehingga cocok dikonsumsi pengidap kolesterol tinggi.

Asosiasi Diet Amerika menyatakan, buah yang lazim dibuat jus itu sebagai pangan fungsional yang aman bagi pengidap penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit degeneratif. Zelda Pieterse dan rekan dari Sekolah Psikologi Universitas Potchefstroom, Afrika Selatan, menyatakan bahwa selain avokad, asam lemak MFA banyak terdapat dalam minyak nabati dan kacang-kacangan.

Konsumsi pisang pada bayi bisa diganti avokad.

Konsumsi pisang pada bayi bisa diganti avokad.

Di antara sumber pangan yang kaya asam lemak MFA adalah kacang tanah yang mengandung 24,4 gram, mete (27,3 g), dan yang tertinggi adalah kacang almon (34,11 g). Sementara itu, kandungan MFA avokad hanya 11,21 gram per 100 g. Namun, buah asal Meksiko itu tidak hanya mengandung MFA. Avokad juga kaya bahan nutrisi lain seperti vitamin C, vitamin E, dan lutein.

Avokad mengandung 17—25% lemak sehingga banyak orang kerap menuding buah itu tidak cocok untuk menurunkan bobot. Namun, kandungan lemak itu sebagian besar terdiri atas MFA (11—15%) dan PFA (2—3%). Jika MFA adalah asam lemak tak jenuh tunggal, maka PFA adalah asam lemak tak jenuh majemuk, yang jauh lebih bermanfaat. Sementara kandungan asam lemak jenuh hanya 3—4%.

Artinya, diet tinggi lemak dengan mengonsumsi avokad jauh lebih efektif daripada diet rendah lemak tapi makan nasi. Riset lebih mengejutkan dilakukan Haiming Ding dan rekan-rekan di Departemen Radiologi Universitas Ohio, Amerika Serikat. Meskipun hanya dalam skala in-vitro, Haiming membuktikan bahwa ekstrak kloroform buah avokad efektif menghambat bahkan mematikan sel kanker mulut.

Maria Margaretha Anjarwati mengandalkan avokad untuk mengendalikan bobot tubuh.

Maria Margaretha Anjarwati mengandalkan avokad untuk mengendalikan bobot tubuh.

Haiming menduga bahwa ekstrak kloroform avokad memicu pembentukan reactive oxygen species, spesi oksigen reaktif (ROS). ROS itu menyerang dan mengacaukan membran mitokondria sel kanker. Mitokondria ibarat pembangkit listrik dalam sel. Gangguan di mitokondria membuat sel kehilangan sumber energi. Dampaknya seluruh prosesnya terhenti. Dalam 48 jam sejak kerusakan mitokondria, sel kanker akan hancur dengan sendirinya.

Itu karena seluruh struktur penyangga di dalamnya runtuh. Haiming menyimpulkan bahwa konsumsi teratur avokad mencegah dan menghambat tumor atau kanker. Menurut nutrisionis di Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Prof Clara Kusharto, avokad penting dikonsumsi lantaran kaya antioksidan yang bermanfaat meregenerasi kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh.

Sementara itu dokter penganjur herbal di Serpong, dr Paulus Wahyudi Halim menyarankan agar konsumsi avokad dilakukan secara sehat. Artinya konsumsi buah yang matang sempurna dan bebas dari kerusakan akibat serangan hama maupun penyakit. Sebaiknya konsumsi hasil budidaya organik yang bebas residu bahan kimia berbahaya. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software