Khasiat Besar Ketumbar

Filed in Laporan khusus, Majalah by on 13/06/2019

Ketumbar bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif akibat kolesterol.

 

Masyarakat kini gemar mengonsumsi biji ketumbar demi menjaga kesehatan. Mudah mendapatkan, murah, dan berkhasiat. Cara konsumsinya pun sederhana.

Dokter penganjur herbal di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr. Prapti Utami, MSi.

Usia 40 tahun menyalakan “alarm” di benak Uma Latifa. Apalagi ibu 5 putri itu kerap merasa tengkuknya berat dan kebas sejak beberapa tahun terakhir. Hasil pemeriksaan salah satu laboratorium klinik di domisilinya di Kota Semarang, Jawa Tengah, kadar gula darah Uma 150 mg/dl—rentang normal 100—120 mg/dl—sementara total kolesterolnya 215 mg/dl (batas anjuran kesehatan 200 mg/dl). Menyadari tubuhnya tidak sepenuhnya sehat, Uma berusaha mempraktikkan pola hidup sehat.

Salah satunya dengan rutin berolahraga. Masalahnya ia harus mengurus rumah plus kelima buah hati tanpa asisten rumah tangga. Ditambah lagi ia harus mengurus kedua orang tuanya yang berusia lanjut. Setiap hari setelah suami berangkat kerja dan ketiga anaknya yang terbesar ke sekolah, ia mengunjungi rumah orang tuanya untuk membantu di sana. Siangnya ia menjemput anak-anak dari sekolah lalu pulang ke rumahnya sendiri. “Setiap hari waktu habis tanpa terasa, jangankan untuk olahraga,” katanya.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5375540137″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Olahraga

Pada November 2018, seorang anggota grup media sosial menginformasikan khasiat ketumbar lengkap dengan klaim berbagai gangguan kesehatan yang bisa diatasi. Caranya sangat sederhana, yakni dengan menyeduh, menyaring, lalu meminumnya. Setelah rutin melakukannya tiap pagi, hasil pemeriksaan laboratorium klinik bulan berikutnya membaik. Kadar gula darahnya menjadi 110 mg/dl sementara kolesterol 160 mg/dl.

Uma Latifa merasakan khasiat ketumbar.

Uma pun mengajak sang suami mengonsumsi air rendaman biji Coriandrum sativum itu. “Kolesterolnya pernah sampai 300 mg/dl,” kata Uma. Dokter meresepkan berbagai obat penurun kolesterol. Setelah turun hingga 230 mg/dl, suami Uma berhenti mengonsumsi obat dan hanya minum seduhan ketumbar. Ia juga rutin berolahraga minimal sekali seminggu untuk membakar lemak akibat kolesterol.

Manfaat mengonsumsi ketumbar juga dirasakan ibu 2 anak di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Riza. Pehobi masak dan membuat kue itu mengidap penyakit mag. Kalau kambuh, perutnya terasa mual, panas, dan begah. Bersendawa pun sulit. Ia juga kerap lesu atau mengantuk padahal cukup istirahat. Seperti Uma, Riza pun mengonsumsi air seduhan biji ketumbar. Setelah 3 pekan rutin mengonsumsi tiap pagi, Riza merasakan banyak perubahan.

Mag tidak pernah mengganggu dan ia tidak mudah lelah. Kini Riza hanya mengonsumsi 2 kali sepekan. “Kalau tiap hari kadang jadi pusing karena tekanan turun,” katanya. Herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menyarankan mengurangi dosis atau frekuensi konsumsi kalau terjadi efek samping. Menurut Lukas, khasiat dan efek samping konsumsi suatu herbal, termasuk ketumbar, bisa jadi berbeda pada tiap orang (baca “Agar Aman Minum Ketumbar” hal. 66—67).

Menyangrai salah satu alternatif mengolah ketumbar.

Tidak semua mengonsumsi ketumbar karena sakit. Warga Tangerang, Yulia Dwi, mengonsumsi air seduhan ketumbar awalnya sekadar membuktikan kebenaran info yang berseliweran di media sosial. Menurut ibu 2 anak itu, ketumbar pasti aman karena setiap hari ia gunakan untuk memasak. Ia membuatkan seduhan ketumbar untuk sang suami. Setelah rutin konsumsi tiap pagi, suami Yulia merasakan manfaatnya seminggu kemudian. “Leher yang tadinya agak kaku ketika bangun tidur atau tangan kebas seperti kesemutan tidak terasa lagi,” kata Yulia.

Kolesterol

Pegagan, salah satu herbal penurun kolesterol.

Dokter penganjur herbal di Bintaro, Tangerang Selatan, dr. Prapti Utami menyatakan, rasa pegal di tengkuk menandakan gejala kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi. Berbagai laman daring menyatakan ketumbar berkhasiat menurunkan kolesterol. Namun, bukti sahih datang dari laporan periset di Sri Sathya Sai Institute of Higher Learning, Andra Pradesh, India, Ullagaddi Rajeshwari dan Bondada Andallu.

Riset Nalini N dan rekan-rekan dari Departemen Biokimia Universitas Annamalai, Tamilnadu, India, membuktikan bahwa tikus yang mendapat asupan ekstrak air ketumbar mengalami penurunan signifikan kadar kolesterol. Selain itu, rasio kolesterol terhadap fosfolipid menurun karena asupan fosfolipid dari ketumbar. Dalam pembahasan, Ullagaddi menjelaskan bahwa fosfolipid mampu memperbaiki sel rusak dengan menyediakan asam lemak (fatty acid, FA) untuk memperbaiki membran sel yang tersusun atas glisero fosfolipid.

Kerusakan sel atau jaringan bisa terjadi lantaran paparan radikal bebas dari makanan, lingkungan, maupun obat. Dokter di Klinik Saintifikasi Jamu, Karanganyar, dr. Danang Ardiyanto menyatakan bahwa sel darah merah sejatinya mampu menetralkan radikal bebas. Hal itu lantaran kandungan gugus Cu-Zn-SOD di dalamnya. “Namun dengan tingginya paparan radikal bebas zaman sekarang, tubuh memerlukan tambahan asupan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas,” katanya.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<!– MajalahTrubus –>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:inline-block;width:160px;height:600px”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”6801325920″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Kadar kolesterol darah yang tinggi memicu berbagai penyakit degeneratif lain seperti hipertensi atau diabetes mellitus. Periset di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas, Palu, Sulawesi Tengah, Mohamad Riyo dan rekan-rekan meneliti efek ketumbar secara invitro terhadap tikus yang dibuat menderita hiperkolesterolemia dan diabetes melitus. Tikus mengidap diabetes lantaran mengalami kerusakan pankreas sehingga Riyo mengukur efek ketumbar terhadap tingkat kerusakan sel pankreas.

Banyak menu kuliner Nusantara menggunakan ketumbar, contohnya sup iga.

Makin rendah tingkat kerusakan, artinya ketumbar memulihkan kerusakan akibat pemberian radikal bebas strepzotosin. Sebagai pembanding, Riyo memberikan obat diabetes generik yaitu metformin. Ia membuat 3 ekstrak ketumbar, yaitu ekstrak normal heksana, etil asetat, dan etanol air. Setelah 20 hari, ia membandingkan tingkat kerusakan sel pankreas subjek uji dengan mikroskop. Hasilnya, ekstrak etanol air memberikan efek perlindungan terbaik dengan skor 1,8 yang artinya kerusakan sel pankreas 1—25%.

Olahraga secara teratur upaya mencegah dan mengatasi beragam penyakit.

Pengalaman dan riset membuktikan khasiat ketumbar untuk mencegah dan memperbaiki gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kolesterol. Menurut dr. Prapti Utami ketumbar yang mudah diperoleh, murah, dan penggunaannya mudah bisa menjadi solusi alternatif. Apalagi, “Ketumbar dimanfaatkan dalam beragam kuliner asli Indonesia,” kata Prapti. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu biasanya meresepkan racikan yang berisi temulawak atau pegagan dilengkapi herbal lain sesuai kondisi pasien.

Namun, kini masyarakat memiliki alternatif konsumsi, yakni seduhan biji ketumbar Coriandrum sativum—bahasa Yunani korianon bermakna kepinding Cimex hemipterus. Aroma menyengat menjelang biji masak menyebabkan taksonom memberi nama Coriandrum. Bukti empiris dan riset ilmiah membuktikan khasiat besar biji tanaman anggota famili adas-adasan itu. Cara menjemput khasiat itu pun relatif mudah: seduh, rebus, serta sangrai.

Peroksida Bukan Masalah

Cuci dan bilas menghilangkan peroksida.

Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa ketumbar yang beredar di pasar berwarna lebih cerah. Lazimnya biji tanaman anggota famili Apiaceae itu agak kusam. Ketumbar cerah itu akibat pencucian dengan larutan peroksida sehingga tampak bersih. Hal itu membuat banyak orang ragu mengonsumsi seduhan airnya. Apalagi peroksida tidak termasuk bahan pangan. Menurut dosen Biokimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Das Salirawati, M.Si, larutan peroksida sejatinya mudah terurai oleh air.

Itu pentingnya pencucian sebelum menggunakan ketumbar untuk membuat seduhan. Semua yang mengonsumsi seduhan ketumbar—Agustriani Muzayanah, Uma Latifa, Riza, atau Yulia—mencuci dan membilas ketumbar sebelum menyeduhnya. “Cara paling mudah, sembari menunggu air mendidih di kompor, ketumbar kita cuci lalu bilas dan letakkan dalam gelas. Biasanya selang beberapa menit air mendidih. Tinggal dituang ke gelas,” kata Agustriani. Dengan cara itu, memetik khasiat seduhan ketumbar menjadi aman. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software