Kersen: Buah Lezat Musuh si Manis

Filed in Obat tradisional by on 03/08/2013
525-Hal 24-25-2

Dra Sriwahyuni M Kes, “Senyawa niasin
berperan menurunkan gula darah”

Kadar gula darah turun setelah konsumsi jus buah kersen.

Kersen Muntingia calabura bukan hanya mengundang burung ciblek, kutilang, dan grojogan berdatangan. Burung-burung itu berteduh di bawah rindang pohon kersen sekaligus menyesap buahnya nan manis. Anak-anak juga menggemari buah anggota famili Eleocarpaceae itu. Selain lezat, buah mungil itu ternyata kaya gizi.

E W M Verheij dan RE Coronel dalam Plant Resources of South-East Asia menuturkan buah kersen mengandung 2,1 gram protein, karbohidrat (17,9 gram), serat (6 gram), kalsium (125 mg), fosfor (94 mg), niasin (0,554 g), vitamin A (0,015), dan vitamin C (80,5 mg). Bandingkan dengan vitamin C mangga hanya 30 mg, sementara kalsium 15 mg.

Riset praklinis

Selain bergizi, buah tanaman kerabat ganitri Elaeocarpus sphaericus itu ternyata juga berkhasiat menurunkan gula darah penderita diabetes mellitus. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, Prof Dr dr Nyoman Kertia, SpPD, KR penyakit diabetes disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan. “Lingkungan lebih pada pola hidup sementara keturunan secara genetik,” tuturnya. Gejala diabetes berupa polifagi atau banyak makan tetapi masih merasa lapar, polidipsi yaitu selalu merasa haus, dan poliurine ingin berkemih.

Menurut Nyoman Kertia, untuk mengetahui penyakit diabetes melalui pemeriksaan gula darah dan hasilnya di atas normal. “Sekarang dikatakan diabetes jika kadar gula darah saat puasa di atas 130 mg/dl dan  di atas 140 mg/dl setelah dua jam makan,” tutur Nyoman. Standar itu berubah sejak lima tahun terakhir. “Kalau dulu, orang dikatakan diabetes jika kadar gula darah di atas 140 mg/dl ketika puasa dan  di atas 200 mg/dl dua jam setelah makan. Sekarang lebih diperketat karena dokter ingin masyarakat sehat,” kata Prof Nyoman.

Khasiat buah kersen untuk menurunkan gula darah berdasarkan penelitian Tyas Eka Verdayanti dari Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, pada 2009. Tyas Verdayanti menggunakan buah kersen matang dan dibuat jus tanpa menambahkan air alias 100% murni buah kersen. Dalam riset itu ia membedakan 4 dosis, yaitu 2 ml, 3 ml, 4 ml, dan 5 ml.

Verdayanti kemudian memberikan jus kepada tikus wistar jantan berumur 3 bulan berkadar gula darah di atas 200 mg/dl. Hasilnya, perlakuan selama 21 hari mampu menurunkan kadar gula darah tikus berbobot rata-rata 200 g. Penurunan paling tinggi pada dosis 4 ml yaitu dari 214,414 dl/l menjadi 110,811 dl/l.

Seduhan daun kersen juga berkhasiat sebagai antidiabetes

Seduhan daun kersen juga berkhasiat sebagai antidiabetes

Peran niasin

Menurut Dra Sriwahyuni M Kes, pembimbing penelitian, senyawa paling berperan sebagai antidiabetes adalah niasin. “Fungsinya menekan gula darah,” tutur magister kesehatan alumnus Universitas Airlangga, Surabaya, itu. Menurut Sriwahyuni, selama ini buah kersen kurang termanfaatkan. Padahal, buah itu menyimpan senyawa-senyawa yang berkhasiat untuk kesehatan.

Selain niasin, menurut Sriwahyuni buah kersen mengandung asam askorbat dan betakaroten. “Senyawa  itu  bersifat  antioksidan yang mampu menghambat radikal  bebas, sehingga mampu menyehatkan tubuh terutama pankreas,” tuturnya. Menurut Ketua Jurusan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang itu, penggunaan obat tradisional dalam mengatasi beragam penyakit sangat bagus. “Efek jangka panjang jauh lebih aman dibanding obat kimia,” tutur Sriwahyuni.

Beberapa herbalis seperti Wahyu Suprapto di Batu, Jawa Timur dan Lukas Tersono Adi di Tangerang Selatan, Banten memang tidak meresepkan. Namun menurut E W M Verheij dan RE Coronel, masyarakat Filipina memanfaatkan bunga kersen untuk mengatasi sakit kepala dan flu.

Selain buah, daun kersen ternyata juga berkhasiat mengatasi diabetes. Riset pra klinis daun kersen sebagai antidiabetes mellitus lebih dahulu berlangsung. Dr Ahmad Ridwan dan Rakhmi Ramdani dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung, membuktikan, ekstrak etanol daun kersen manjur mengatasi diabtes mellitus. Mereka menggunakan dosis 0,13 mg per gram bobot tubuh yang mampu menurunkan gula darah sebesar 48,3% dalam waktu 15 hari. (baca Trubus edisi Juli 2009: Kersen dan Pare Kendalikan si Manis) Riset itu juga sejalan dengan riset lain di India. Krishna Mohan dan rekan dari Warangal, Andhara Pradesh, India meriset ekstrak daun kersen sebagai antidiabetes.  Mereka membagi menjadi dua dosis yaitu 300 mg/kg berat badan dan 500 mg/kg berat badan. Perlakuan itu mereka berikan secara oral kepada tikus wistar jantan berbobot 180—220 g.

Perlakuan selama 8 hari kepada tikus wistar jantan memberikan efek yang signifikan. Pada tikus wistar yang mengalami hiperglikemia dengan gula darah 385,78 mg/dl mengalami penurunan mencapai 18,53% yaitu menjadi 314,24 mg/dl. Sementara itu, pada perlakuan kontrol atau tanpa pemberian ekstrak daun kersen hanya mengalami penurunan 6,25% yaitu dari 381 mg/dl menjadi 357,13 mg/dl setelah 8 hari perlakuan.

Pada kondisi tikus bergula darah normal atau 84 mg/dl, pemberian ekstrak daun kersen juga menurunkan kadar gula darah tikus tersebut menjadi 74,8 mg/dl pada dosis 300 mg/kg dan 66,93 pada dosis 500 mg/kg. Dengan demikian daun kersen memang terbukti menurunkan gula darah, tetapi jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan hipoglikemia atau gula darah rendah. Kersen ternyata tak hanya bergizi tinggi tetapi bekhasiat juga untuk mengatasi diabetes mellitus. (Bondan Setyawan)

 

Powered by WishList Member - Membership Software