Kerajaan Seruni van Ruijven

Filed in Featured, Pojok luar by on 02/03/2014

Setiap tahun kebun milik keluarga van Ruijven memasarkan 40-juta tangkai krisan untuk pelanggan di seluruh Eropa.

Hamparan krisan itu sungguh elok. Jutaan tanaman yang berdaun hijau segar memamerkan bunganya yang berwarna putih laksana salju. Sosok bunganya yang tunggal dan besar dengan helaian yang langsing terlihat elok seperti gaun pesta berpotongan lebar (ball gown). Bunga muncul di atas tajuk sehingga hijaunya daun seperti tenggelam oleh putihnya bunga. Si empunya kebun menyebut krisan itu sebagai varietas yazoo. Salah satu keunggulan seruni elok itu memang ukuran bunganya yang besar, diameter mencapai 18 cm.

Krisan putih itu salah satu andalan nurseri milik keluarga van Ruijven itu. Selain yazoo, nurseri terletak di De Lier, Belanda, itu juga menanam varietas anastasia white berdiameter 15 cm dan zembla (12 cm). Ada pula anastasia star mint yang berwarna putih kehijauan dengan diameter bunga 16 cm. Pada beberapa sudut terlihat kuncup-kuncup bunga yang diselimuti semacam jaring plastik. Pembungkusan sejak awal kemunculan bunga itu melindungi mahkota krisan dari kemungkinan rusak—terutama nantinya saat transportasi dari kebun ke konsumen. Total jenderal terdapat 16,5 ha greenhouse krisan yang dikelola keluarga van Ruijvan—pemilik kebun.

Hamparan anastasia white. Setiap tahun 40-juta tangkai krisan dipanen untuk pasar Rusia dan negara-negara di Eropa timur

Hamparan anastasia white. Setiap tahun 40-juta
tangkai krisan dipanen untuk pasar Rusia dan
negara-negara di Eropa timur

Tabur styropor

Kebun itu juga menanam krisan berbunga merah keunguan, kuning berdompol-dompol, dan putih kecil kemerahan. Seluruhnya dikomersialkan dengan merek Arcadia. Krisan-krisan arcadia terdiri atas berbagai varietas berbunga tunggal (di tanahair disebut krisan standar, red) dan krisan dengan bunga berdompol (krisan spray). Setiap varietas memiliki warna yang khas dan ukuran bunga berbeda. Dari varietas anastasia saja ada anastasia lilac berwarna ungu berdiameter 13 cm dan berbunga tunggal. Lalu anastasia dark green yang hijau, tunggal, berdiameter 2 cm. Sedangkan zembla sunny misalnya berbunga spray, berdiameter 8 cm, berwarna kuning cerah.

Dalam setahun produksi kebun itu mencapai 40-juta tangkai. Produksi itu berasal dari minimal 5 kali musim tanam. Dari jumlah itu sebanyak 75% berupa krisan potong berbunga tunggal, sisanya krisan potong berbunga spray. Krisan berbunga tunggal diperoleh dari perlakuan merompes kuncup-kuncup samping sehingga hanya kuncup atas yang tersisa menjadi bunga dewasa. 

Pekerja menanam seruni sepanjang tahun. Pada musim dingin ketika sinar matahari sangat minim, mereka menanam dengan jarak tanam longgar: 40 bibit per m2. Sementara pada musim panas populasi menjadi 60 bibit per m2. Pada musim dingin tanaman membutuhkan selama 14 hari berturut-turut, masing-masing selama 20 jam cahaya tambahan—disebut long daylight period. Selanjutnya selama 55 hari tanaman memasuki masa short daylight-period dengan lama penyinaran 11 jam per 24 jam.

Suhu di dalam greenhouse diatur agar sesuai dengan kondisi yang diinginkan chrysanthemum yakni 19oC. Untuk mengaktifkan lampu dan mengatur suhu ruangan pekerja menggunakan energi listrik yang diperoleh dari pembakaran gas alam. Dengan membakar gas mereka juga sekaligus mendapatkan karbondioksida yang dibutuhkan dalam respirasi tanaman.

Untuk “menghasilkan” lebih banyak cahaya di dalam greenhouse pekerja menabur serpihan-serpihan styropor–semacam stirofoam. Serpihan styropor berwarna putih memantulkan cahaya dari lampu sehingga lebih banyak cahaya “dihasilkan” di dalam greenhouse. Total jenderal masa budidaya krisan di musim dingin mencapai 10 minggu. Itu berarti pekebun bisa membudidayakan tanaman anggota famili Asteraceae itu minimal 5 kali dalam setahun. Sekali dalam setahun pekerja melakukan sterilisasi kebun dengan menyetim tanah. Tujuannya untuk mematikan semua bibit penyakit. Sementara serbuan hama diatasi dengan kontrol biologi.

Eropa Timur

Setelah tanah steril, barulah pekerja mempersiapkan kembali lahan untuk penanaman berikutnya. Mereka mengolah tanah, menabur pupuk, lalu menurunkan pipa pemanas dan jaring penahan tumbuh krisan dari atap ke atas tanah. Selanjutnya tanah siap dipakai untuk menanam krisan. Penanaman dilakukan dengan dua cara: otomatis dan manual.

Bila secara otomatis pekerja menggerakan mesin tanam berukuran besar melintasi areal greenhouse. Mereka meletakkan tray-tray berisi bibit krisan di titik tertentu, lalu mesin membenamkan bibit ke tanah. Mesin itu dilengkapi komputer yang mengatur jumlah populasi krisan per meter persegi tidak lebih tidak kurang. Pekerja dapat dengan mudah mengatur populasi dan jarak tanam disesuaikan kebutuhan. Pada musim dingin populasi per meter persegi 40 bibit; musim panas, 60 bibit.

Sementara penanaman secara manual menggunakan mesin lebih kecil. Dua pekerja berbaring di atas 2 dipan di sisi kiri dan kanan mesin sambil menanam bibit yang ditanam dalam blok-blok tanah. Proses budidaya selanjutnya dilakukan secara otomatis menggunakan mesin, misal dalam penyiraman dan pemupukan. “Pekerjaan tangan” yang dilakukan paling merompes tunas-tunas bunga pada budidaya krisan standar. Pekerjaan tangan lain misalnya penyiangan gulma sekaligus penggemburan media sekitar 8—10 kali dalam setahun.

Memasuki umur panen—10 minggu setelah tanam—para pekerja memotong bunga siap panen pada ketinggian 70 cm. Ukuran bunga seragam sebagai hasil budidaya secara intensif dan pemotongan menggunakan mesin potong. Mesin potong itu memangkas tangkai secara otomatis. Pekerja tinggal “mendorong” mesin bergerak dari satu titik ke titik lain menggunakan kaki.

Selanjutnya mesin-mesin pintar berupa ban-ban berjalan yang digerakkan secara otomatis melalui perintah komputer membawa bunga-bunga itu ke ruang sortasi dan pengepakan. Di sana bunga dikemas dalam buket-buket berisi 10 tangkai yang siap dikirim ke pelanggan. Bunga-bunga itu terutama untuk mengisi pasar pelanggan di Rusia dan negara-negara Eropa Timur lainnya. Arcadia menjangkau pasar mancanegara itu melalui 7 pasar lelang tanaman hias di Belanda, yakni Naaldwijk, Aalsmeer, Rijnsburg, Bleiswijk, Eelde, Plantation, dan Rhein Maas.

Keluarga van Ruijven memulai usaha itu pada 1981 dari kebun seluas 2,5 hektar. Kini luas areal penanaman krisan mencapai 16,5 ha yang terbagi ke dalam 5 lokasi. Bert van Ruijven dan dua anak lelaki—Steef dan Bart serta dua staf—mengelola kegiatan operasional kebun dibantu oleh 80 pekerja lapang tetap. Dari tangan merekalah lahir kerajaan krisan yang memasok pasar Eropa. ***

532_36-1 532_36-2 532_36-3 532_36-4 532_36-5 532_36-6 532_36-7 532_36-8 532_37-1 532_37-2 532_37-3

 

  1. Hamparan anastasia white. Setiap tahun 40-juta tangkai krisan dipanen untuk pasar Rusia dan negara-negara di Eropatimur
  2. Budidaya memanfaatkan cahaya artifisial, terutama di musim dingin
  3. Mesin tanam otomatis krisan. Mesin dapat mengatur jumlah populasi krisan per meter persegi
  4. Bibit ditanam secara manual. Pekerja berbaring di atas 2 dipan di sisi kiri dan kanan sambil menanam bibit yang terpisah-pisah dalam blok-blok tanah
  5. Bart van Ruijven
  6. Proses perompesan tunas-tunas samping untuk menghasilkan bunga tunggal berukuran besar
  7. Buket-buket krisan siap kirim ke konsumen
  8. Hasil panen dari kebun dibawa oleh ban berjalan melalui bawah tanah menuju gudang sortasi dan pengepakan
  9. Pekerja membungkus setiap kuntum bunga berukuran besar untuk menghindari kerusakan akibat bersinggungan, terutama saat transportasi dari kebun ke konsumen
  10. Persiapan tanam. Pekerja mengolah tanah, memberi pupuk, setelah itu pipa pemanas dan jaring penahan pertumbuhan krisan diturunkan dari atap dan diletakkan di atas tanah
  11. Mesin pemanen krisan
  12. Barca, salah satu varietas berwarna merah
 

Powered by WishList Member - Membership Software