Kepiting Enyah dari Lidah

Filed in Obat tradisional by on 06/06/2013 0 Comments
Senyawa aktif antikanker dalam mahkotadewamenekan pertumbuhan sel kanker lantaranmenginduksi apoptosis.

Senyawa aktif antikanker dalam mahkotadewa
menekan pertumbuhan sel kanker lantaran
menginduksi apoptosis.

Perkiraan dokter usia Sim Yung Wie tinggal 2 bulan tidak terbukti. Hingga kini, lima belas tahun berlalu, Sim tetap sehat.

Hampir setiap bulan dalam tiga tahun berturut-turut, Sim Yung Wie menderita sariawan di mulut bagian dalam. Sariawan berkepanjangan itu mendorong Sim Yung Wie memriksakan diri ke dokter. Pada Juli 2009 Seniwati menemani ayahnya, Sim Yung Wie, berkonsultasi ke sebuah rumahsakit di kawasan Jakarta Pusat. Di sana Sim menjalani pemeriksaan computed tomography scan (CT Scan). Hasilnya mengejutkan, dokter mendiagnosis Sim Yung Wie menderita kanker orofaring stadium IV.

Mengejutkan karena selama ini pria yang kini berusia 82 tahun itu menjalani gaya hidup sehat.  Ia rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. “Ayah rutin lari pagi dan selalu mengonsumsi buah-buahan setiap hari,” ujar Seniwati, putri pertama Sim Yung Wie. Bagian dari orofaring adalah lidah, langit-langit lunak, tonsil palatina fosa, pilar, dan dinding faring lateral. Pada kasus Sim, sel kanker bersarang di lidah sebelah kanan. Menurut Dr Yuswandi Affandi Sp THT-KL dari RSUD Karawang, Jawa Barat,  sebagian besar kanker orofaring diderita oleh perokok berat dan alkoholik.

Tolak operasi

Seniwati pun membawa hasil pemeriksaan itu ke rumahsakit khusus telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Ia  berharap ada jalan lain selain operasi untuk kesembuhan ayahnya. Saat itu usia  Sim Yung Wie 68 tahun. Secara fisik Sim Yung Wie terlihat layaknya orang sehat, ia pun masih bisa berbicara dengan normal. Dokter di rumahsakit itu pun mengambil contoh jaringan yang mengganggu (biopsi) untuk diteliti. Dari biopsi tersebut diketahui jenis kanker  yang bersarang di lidah Sim adalah karsinoma skuamosa stadium 4B.

Karsinoma skuamosa adalah kanker yang dimulai di sel skuamosa yang tipis, sel ini datar dan terlihat seperti sisik ikan di bawah mikroskop. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2003 kanker mulut—termasuk seluruh bagian di mulut—menempati peringkat kedelapan dari seluruh kasus kanker di dunia dengan penderita terbanyak. Di Inggris ada 5.300 kasus kanker mulut yang dilaporkan pada 2006 dan sekitar 1.600 kasus timbul di lidah.

Keluarga Sim cemas. Apalagi dokter memperkirakan usia Sim tersisa 2 bulan lagi. “Saya tidak menutupi hal itu dari ayah, saya menyerahkan seluruh keputusan kepadanya,” ujar Seniwati. Sim Yung Wie menolak tawaran operasi dan meminta keluarga untuk membawanya berobat ke Tiongkok. Pada 5 Agustus 1999 ayah 2 anak itu menjalani pemeriksaan di sebuah rumahsakit di Guangzhou, Tiongkok. Ia pun memutuskan untuk menjalani kemoterapi dan radioterapi selama 3 bulan.

Setelah 3 bulan menjalani terapi di negeri Tirai Bambu, kanker yang disimbolkan dengan kepiting itu mengecil. Semula berdiameter 5 cm lalu menjadi seukuran biji kacang hijau. Namun, terapi itu memberi efek pengerasan pada tulang rahang Sim. “Tulangnya keras seperti kayu warnanya pun cokelat tua,” ujar Muliana, istri dari Sim Yung Wie. Sim pulang dari Tiongkok membawa sekoper obat-obatan untuk konsumsi selama 3 bulan. Ia harus melakukan terapi ulang setiap obat habis.

Daun graviola

Kondisi Sim semakin memburuk, bobot badanya turun drastis hingga 29 kg dari semula 63 kg. Ia bagai kulit tipis membungkus belulang. Pada saat bersamaan, ia mulai kesulitan menelan makanan. Bahkan bubur sekalipun sulit ditelannya. Setiap kali akan makan atau minum ia harus menengadahkan kepalanya. Sempat beberapa kali Sim memerlukan bantuan selang untuk mencerna makanan. Sim juga mengalami kesulitan berbicara. Ucapannya tidak jelas, sehingga lawan bicaranya sering kali tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya.

Selama 6 bulan ia tak bisa mengingat apapun termasuk anak dan istrinya. Hal itu semakin membuat prihatin kerabat Sim.  Pada 2000 seorang teman menyarankan agar Sim mencoba herbal. Saat itu Sim berobat pada dokter sekaligus herbalis di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Paulus Wahyudi Halim MedChir. Paulus memberikannya ramuan daun sirsak dalam bentuk serbuk. Sim meminumnya         3 kali sehari seusai makan.

“Herbal tidak bisa digunakan secara tunggal, harus dikombinasikan dengan herbal lainnya,” ujar Paulus, alumnus Universitas Degli Studi Padova. Ia mengombinasi daun sirsak dengan kulit manggis dan aneka benalu dari teh, avokad, kokosan, sonokeling, mangga, rambutan, dan jeruk. Herbal lain yang juga ditambahkan adalah rimpang temulawak, kunyitputih, bunga tapakdara, daun sambiloto, dan buah mahkota dewa. Herbal-herbal itu dalam bentuk serbuk yang tercampur menjadi satu yang dikemas dalam wadah plastik transparan.

Setiap kali hendak merebus, keluarga tinggal menyobek wadah, menuangkan serbuk dalam panci berisi 3 gelas air. Setelah mendidih dan tersisa 1 gelas, Seniwati menyaring ramuan itu, dan memberikan kepada ayahnya. Dalam sehari Seniwati 3 kali merebus ramuan itu. Saat menjalani pengobatan di Paulus, Sim mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. “Awalnya saya pikir hanya jerawat biasa, jadi saya pecahkan,” kenang Sim dengan suara terbata-bata.

Setelah dipecahkan ternyata benjolan kecil di leher kanannya itu mengeluarkan nanah dengan bau yang sangat menyengat. “Nanahnya elastis seperti permen karet,” ujar Seniwati. Akibat hal itu leher Sim sempat berlubang, sehingga bisa terlihat ketika ia menelan sesuatu. Menurut Paulus rata-rata penderita kanker lidah akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. “Itu adalah sel-sel kanker tua yang sudah mati,” kata Paulus. Beberapa bulan kemudian luka pun mengering dan perlahan muncul lapisan kulit baru.

Setahun pascakonsumsi ia baru bisa menelan obat. Dua tahun berselang, ia juga mampu mengendarai mobil sendiri. Kerabatnya sempat tak percaya akan perubahan kondisi itu. Riset Joabe Gomes de Melo dan rekan yang dipublikasikan dalam Jurnal “Molecelus”, 24 November 2010, menyebutkan sirsak salah satu dari    4 jenis tanaman di Brasil yang mengandung antioksidan tinggi dan memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker. Kulit manggis yang juga mengandung antioksidan tinggi ditujukan memperbaiki sel-sel yang rusak akibat kemoterapi dan radioterapi yang pernah dijalani Sim.

“Saya pikir ayah saya sudah tidak ada umur,” kata Seniwati. Kini Sim sudah dapat beraktivitas seperti biasa, meski terkadang ia kesal karena lawan bicaranya tak mengerti apa yang dia katakan. Bobot badan Sim pun kini 49 kg di usianya yang ke 82 tahun. Tulang rahangnya tak lagi sekeras dulu, warnanya pun sekarang hampir menyerupai warna kulit tubuh lainnya. (Rizky Fadhilah)

 

 

  1. Senyawa aktif antikanker dalam mahkotadewa menekan pertumbuhan sel kanker lantaran menginduksi apoptosis.
  2. Daun sirsak mengandung acetogenins yang berperan melawan sel kanker
  3. Seniwati (putri pertama), Muliana (Istri), dan  Sim Yung Wie (paling kanan)
  4. Hasil CT Scan

Bagian orofaring terdiri atas lidah, langit-langit lunak, tonsil palatina fosa, pilar, dan dinding faring lateral. kanker orofaring sebagian besar diderita oleh perokok berat dan alkoholik

 

Powered by WishList Member - Membership Software