Kenyal Bisa Garing pun Oke

Filed in Buah by on 31/05/2011

 

Dragon candy, rasa segar dan tekstur kenyalnya jadi olahan unikOlah Dragon CandyOlah Keripik Buah NagaDwi Adhi Wahyu Saputri, Yuni Astuti, Erfin Dwi Priana, dan Siti Hartatik, girang bukan kepalang. Permen jelly buah naga buatan mereka laris manis di ajang Festival Kesenian Yogyakarta. Keempat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta itu tak menyangka 100 kemasan berisi 5 permen bakal tandas dalam sekejap.

Dragon Candy—sebutan permen jelly buah naga—ternyata tak hanya laris di ajang pameran. Saat dipasarkan melalui dunia maya, permintaan pun terus mengalir. “Paling banyak waktu Lebaran. Pesanan sampai 205 toples isi 250 g,” kata Putri, sapaan Dwi Adhi Wahyu Saputri. Sayang, lantaran kesibukannya menuntut ilmu, mahasiswi semester 9 itu tidak sanggup memproduksi permen jelly buah naga secara kontinu. “Kami memproduksi kalau ada pesanan saja,” ujarnya.

Buah naga

Ide membuat permen jelly buah naga bermula saat keempatnya mesti menyelesaikan tugas akhir pada 2009. Mereka ingin menciptakan produk olahan yang belum pernah dijumpai di pasaran. Pilihan akhirnya jatuh pada olahan buah naga yang buah segarnya tengah melimpah karena panen raya. “Dengan diolah menjadi permen jelly konsumen dapat menikmati buah naga dengan sensasi tekstur yang berbeda,” kata Putri.

Pilihan pada buah naga daging merah  Hylocereus costaricensis juga menguntungkan karena, “Dalam pembuatannya tak perlu menambahkan pewarna makanan lagi,” kata Siti Hartatik. Warna merahnya pun membangkitkan sensasi menyegarkan. Jelly buah naga juga menyehatkan karena kaya serat hingga 7,3 mg per 5 g. Dengan diolah menjadi jelly, buah naga tahan simpan hingga sebulan.

Proses pembuatannya  mudah. Kupas buah naga, lalu hancurkan dengan cara diparut. “Kalau memakai blender bijinya ikut hancur dan membuat rasa permen menjadi langu,” ujar Putri. Setelah itu rebus campuran glukosa, gula pasir, asam sitrat, buffer sitrat, dan parutan buah naga. Agar tekstur menjadi kenyal, campur dengan larutan gelatin, lalu cetak dalam loyang. Dua jam kemudian jelly sudah dapat dipotong-potong. Setelah itu taburkan icing sugar agar potongan tidak lengket satu sama lain.

Menurut Putri, untuk memproduksi sekilo permen dibutuhkan 400 g buah naga. Bahan baku biasanya dibeli dari para pekebun di Glagah dan Kaliurang, Yogyakarta. Harga buah naga merah Rp30.000 per kg. Karena mahal, bahan baku bisa dicampur buah naga daging putih yang harganya lebih murah yakni Rp20.000 per kg. Perbandingannya 1:1. Dengan komposisi itu justru membuat tampilan permen terlihat menyegarkan. Total biaya produksi per kg mencapai Rp85.000.

Keripik

Nun di Malang, Jawa Timur, Kristiawan mengolah buah naga menjadi keripik. “Saya ingin menciptakan inovasi dalam membuat keripik buah-buahan ekslusif dan unik,” kata pengusaha keripik buah sejak 1998 itu. Menurut Kristiawan, pemasaran keripik buah yang unik seperti durian, lengkeng, buah naga, semangka, melon, rambutan, dan pepino biasanya laris manis karena membangkitkan rasa penasaran konsumen. Karena itu meski berharga mahal, konsumen tetap membelinya. Contohnya keripik buah naga. Harga per kilonya bisa mencapai Rp250.000—Rp300.000.

Harga keripik buah naga mahal karena membutuhkan bahan baku yang banyak. Maklum, karena kadar air buah naga tinggi yakni mencapai 80%. Untuk membuat 1 kg keripik buah naga membutuhkan 20 kg buah naga segar. Karena itu untuk menekan biaya produksi ia memanfaatkan buah apkir. Misalnya berukuran kecil atau kulit dan warnanya kusam. “Toh nantinya juga dikupas. Yang penting jangan busuk,” kata Kristiawan.

Buah naga yang digunakan sebaiknya jangan terlalu matang. “Kalau terlalu matang kadar pektinnya tinggi sehingga irisan buah akan lengket satu sama lain saat digoreng. Daging buah juga mudah hancur,” kata alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya itu. Karena itu bisa memanfaatkan buah yang rontok sebelum matang pohon.

Karena daging buah naga mudah hancur, maka buah diiris agak tebal yaitu 5 mm. Kemudian rendam dalam larutan garam berkonsentrasi 2,5% selama 0,5 jam untuk mencegah daging buah menjadi cokelat akibat kontak dengan udara. Larutan garam juga berperan menghilangkan zat pektin. Setelah itu tiriskan dan irisan buah pun siap untuk digoreng dalam vacuum frying. (Pranawita Karina/Peliput: Tri Susanti)

 

Powered by WishList Member - Membership Software