Kelinci Katai Kampiun

Filed in Satwa by on 03/07/2013
English angora meraih kampium best in show kategori A

English angora meraih kampium best in show
kategori A

Sekali turun netherland dwarf (ND) itu langsung juara.

Senyum bahagia menghiasi wajah Tulus Dharmasto saat Briony Barnes, juri dari American Rabbit Breeder Asociation (ARBA), menyebutkan netherland dwarf miliknya meraih gelar best in show (BIS) di kategori B.  Itu gelar bergengsi kedua setelah 4 jam sebelumnya kelinci itu dinobatkan pula sebagai best of breed. Netherland dwarf milik pehobi di Bandung, Provinsi Jawa Barat, itu istimewa lantaran  warna otter blue atau paduan warna abu-abu dan cokelat mirip berang-berang tampak bersih serta kelembutan bulu lebih menarik dibandingkan para rivalnya.

“Bentuk tubuh memenuhi standar, pendek dan seimbang. Bahunya dalam dan lebar serta kelembutan bulunya terasa berbeda,” ujar Briony, juri asal Kansas, Amerika Serikat. Itu berkat perawatan intensif. Tulus memberikan pakan berupa pelet 25 gram pada pagi hari. Pada siang hari, kelinci ras asli Polandia itu mengonsumsi 50 gram rumput hay. Menu makan malam, kombinasi antara pelet dan rumput hay.

Alunan musik

Tulus bukan hanya memperhatikan pakan. Ia rutin menyisir bulu   kelinci berumur 5 bulan itu setiap hari untuk mencegah gimbal. Selain itu ia juga memandikan kelinci dengan sampo anak-anak minimal sekali sebulan. Tujuannya  supaya kebersihan bulu  terjaga dan mencegah bau. Hanya itu? Sepuluh jam setiap hari, Tulus menyetel musik khusus untuk mencegah stres. Stres memicu bulu rontok. Alunan musik merdu itu juga berfungsi  menjaga temperamen kelinci.

Netherland dwarf peraih best in show kategori B, milik Tulus di Bandung

Netherland dwarf peraih best in show
kategori B, milik Tulus di Bandung

Pesaing terberat netherland dwarf ialah jenis rex milik Agus dari Sarang Kelinci Rabbitry, Sukabumi, Jawa Barat. Rex berbobot 3,5 kg itu semula digadang-gadang sebagai kampiun. Sayang, menurut Briony yang sudah 13 tahun menjadi juri internasional itu, kerapatan bulu rex jantan berumur 10 bulan itu belum merata. Kelembutan bulu rex berwarna broken black atau kombinasi hitam dan putih itu masih kalah dibandingkan dwarf.

Peraih gelar best in show lainnya adalah english angora (EA)  yang bertanding di kategori A. Kelinci koleksi Tedi Firmansyah dari Bandung, Jawa Barat, itu juga pertama kali mengikuti kontes. Kelembutan bulu menjadi modal utama english angora mengalahkan 15 kontestan lain. Rival terberatnya adalah mini rex milik Andi Tri Handoko dari Jakarta yang menjadi reserve in show. “Bulunya terasa seperti sutra,” ujar John, juri asal Michigan, Amerika Serikat.

Secara keseluruhan english angora layak meraih best in show karena standar ideal terpenuhi seperti kepala membulat, bahu dalam, dan garis punggung naik dari belakang telinga hingga ke pinggul belakang. Pantas english angora berbulu putih halus itu menyita perhatian pehobi kelinci. Di luar sosok idealnya, kelinci berbobot 2,6 kg itu memiliki keserasian panjang bulu di setiap bagian tubuh. Bulunya mengembang dan tidak rontok saat juri membelainya. Bulu seperti itu diperoleh karena Tedi rajin menyisir bulu kelinci  menggunakan sisir khusus setiap hari.

Sebenarnya penampilan sang pesaing, mini rex, tidak kalah apik. Bulunya putih bersih dan mengilap. Namun, satu-satunya kekurangan di mata John Soper adalah kelembutan bulunya masih kurang. “Ada pada bagian tertentu kehalusan bulunya tidak sama,” ujar juri berusia 64 tahun itu.

Bergengsi

Babak best in show memang  puncak dari  kontes kelinci yang berlangsung pada 8 Juni 2013 di Living World Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.  Peserta babak best in show 16 kelinci kampiun. Lomba yang diikuti 142 kontestan dari berbagai kota seperti, Medan (Provinsi Sumatera Utara), Tangerang (Banten), Cianjur (Jawa Barat), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Balikpapan (Kalimantan Timur) itu berlangsung meriah.

“Penilaian juri benar-benar sangat teliti,” ujar Muhammad Yaumal Fath, ketua pelaksana kontes dari komunitas kelinci Nusantara.   “Mereka banyak memberikan masukan yang penting agar kelinci tampil optimal,” tambah Yaumal Fath.  Menurut John kualitas kelinci di Indonesia tergolong bagus. Padahal, kondisi iklim tropis menyulitkan pehobi merawat bulu kelinci yang lembut. “Saya tidak menyangka malah banyak yang kualitas bulunya sangat baik,” kata John. (Nurul Aldha Mauliddina Siregar).

 

Powered by WishList Member - Membership Software