Kefir Sirnakan Mioma

Filed in Majalah, Obat tradisional by on 20/09/2019

Konsumsi kefir membantu mengatasi mioma.

 

Mioma di tubafolopi menghalangi perempuan hamil. Rutin konsumsi kefir menyingkirkan mioma.

Hikmaini bersama sang suami.

Pepatah lama aegroto dum anima est, spes est terjadi pada Hikmaini. Selama seseorang yang sakit masih memiliki semangat, maka masih ada harapan. Seperti Hikmaini yang terus berharap sembuh ketika dokter mendiagnosis positif mioma. Ia mengetahui mioma di tubuhnya setelah menjalani pemeriksaan Hsterosalpingografi (HSG). Hasil pemeriksaan menyatakan terdapat penyumbatan di tubafalopi atau tabung rahim.

Fungsi tubafolopi membawa sel telur dari ovarium menuju rahim bagian kiri dan kanan. HSG salah satu metode pemeriksaan menggunakan sinar X sehingga memungkinkan dokter melihat struktur rahim dan tubafalopi. Menurut dr. Benyamin Intosius mioma adalah jaringan otot rahim yang tumbuh abnormal di bagian tubuh mana saja termasuk tubafalopi. Menurut Benyamin mioma dengan ukuran kecil tidak menimbulkan gejala pada penderitanya.

Pengangkatan mioma

“Penyebab mioma belum bisa diberkan tolok ukur yang pasti. Tetapi risiko terjangkit mioma lebih rendah bagi wanita yang telah memilki riwayat persalinan,” kata dokter alumnus Universitas Tanjungpura, Pontianak itu.

Adhie Lam produsen kefir di Bandar Lampung.

Penanganan mioma sebaiknya dilakukan secepatnya agar tidak telanjur membesar. Benyamin mengatakan keberadaan mioma cukup mengganggu, tindakan akan dilanjutkan ke tahap pengangkatan mioma atau bagian tertentu yang dipengaruhi.

“Prosedurnya cukup beragam. Semua tindakan akan mengikuti kondisi penderita,” kata Benyamin. Menurut Benyamin sumbatan pada tubafalopi mengakibatkan infertilitas atau ketidaksuburan. Akibatnya sel telur terhalang sampai ke rahim sehingga sperma tidak bisa membuahi sel telur. Hikmaini dan sang suami yang menjalankan program bayi tabung pun kecewa. Nahas usaha mereka sia-sia karena keberadaan mioma.

Rencana operasi pun batal karena kondisinya yang tidak mendukung akibat terserang flu dan batuk. Niat baik untuk membangun keluarga kecil sempat pupus dari harapan perempuan 40 tahun itu. Hikmaini berhenti berharap dan berhenti memikirkan program kehamilan yang telah dijalankan selama 10 bulan. Manusia merencanakan, Tuhan sang Maha Penentu.

Konsumsi kefir

Hikmaini mengonsumsi kefir untuk membantu memulihkan fungsi rahimnya pada Februari 2018. Itu atas saran sepupunya yang merasakan manfaat kistanya mengecil berkat kefir. Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Bandar Lampung, itu pun berkonsultasi dengan produsen kefir di Bandar Lampung, Adhie Lam, untuk memantapkan diri. Adhie Lam meresepkan 2 sendok makan kefir plus 1 sendok makan madu untuk Hikmaini.

Hikmaini bersama anak pertamanya bernama Adzra Syakra Mayrizka.

Perempuan kelahiran 29 Mei 1979 itu mencampur kefir dan madu di sebuah gelas, mengaduk rata, dan meminumnya sebelum makan. “Tujuannya sehat dulu, jangan yang lain-lain. Bila diberi momongan, itu hanya mukjizat Allah,” kata Adhie. Hikmaini pun patuh. Ia mengonsumsi kefir sesuai dosis itu. “Kadang saking ngebetnya, saya bisa minum 3—4 sendok makan kefir dan 1 sendok makan madu,” kata Hikmaini.

Setelah rutin mengonsumsi kefir, Hikmaini merasakan tubuh lebih bugar. Sebelas bulan kemudian, Hikmaini kaget ketika tanggal 10 belum datang bulan. Lazimnya ia menstruasi setiap awal bulan. Oleh karena itu, Hikmaini mengecek kesehatannya ke dokter. Hasil pemeriksaan dokter sangat mengejutkan. Penyebab keterlambatan datang bulan itu karena Hikmaini positif hamil.

Saat pemeriksaan perdana pada Desember 2018 usia kehamilan baru 6 pekan. Keruan saja Hikmaini girang bukan kepalang. Harap mafhum, dokter pernah mengatakan, Hikmaini akan sulit hamil. Pilihan jalan keluarnya hanya operasi atau program bayi tabung. Namun, pernyataan itu terbantahkan. Selama hamil Hikmaini tetap mengonsumsi kefir. Dosisnya pun tetap, yakni 2 sendok kefir dan sesendok madu.

Hikmaini melahirkan putri pertama berbobot 3 kg pada 22 Juli 2019. Ia memberi nama Adzra Syakra Mayrizka bermakna anugerah yang pandai bersyukur. Ketua Komunitas Kefir Indonesia, Andang Kasriadi mengatakan kefir susu hakikatnya mengandung protein dan asam amino esensial yang lengkap. “Ketika susu sudah menjadi kefir, protein yang terkandung diurai menjadi komponennya seperti asam amino yang merupakan substansi pembentukan sel protein dalam tubuh” kata Andang. Komponen itu menjadi alat bantu tubuh untuk memperbaiki kerusakan di dalam tubuh. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software