Kecipir Kacang Naga Kini Ungu

Filed in Majalah, Sayuran by on 11/08/2019

Kecipir baru varietas melodi panen perdana pada umur 74 hari setelah tanam.

 

Tiga varietas kecipir bersifat genjah, produktif, dan kaya antioksidan.

Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si., pemulia kecipir fairuz, melodi, dan sandi.

Sandi tampil menawan. Sosoknya ramping dan memanjang. Warnanya saja menarik, ungu pekat di sekujur tubuh. Buah kecipir jenis lain mana ada yang berwarna ungu. Lazimnya buah Psophocarpus tetragonolobus itu hijau terang. Warna ungu itu menandakan buah kecipir sandi kaya antosianin (bahasa Yunani anthos berarti bunga, dan cyanos bermakna biru), salah satu jenis antioksidan untuk membangun sisitem kekebalan tubuh.

Kelebihan lain kecipir baru itu bersifat genjah. Kecipir sandi panen perdana pada umur 80 hari setelah tanam. Padahal, kecipir jenis lain panen pada umur 4 bulan. Produktivitas wing bean baru itu hingga 7 ton per hektare. Botor atau biji kecipir varietas sandi berwarna kehitaman. Pemulia kecipir ungu adalah Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si., dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor.

Multifaedah

Syukur tertarik mengembangkan kecipir lantaran potensi pemanfaatannya sangat luar biasa. “Hampir semua bagian tanaman kecipir bisa dikonsumsi, mulai dari umbi, daun, polong muda, hingga biji,” ujar doktor Pemuliaan Tanaman alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Bahkan biji kecipir bisa diolah menjadi berbagai produk turunan biji kedelai seperti tempe, tahu, kecap, miso, dan susu. Syukur menuturkan, “Dari semua kacang-kacangan, hanya kecipir yang mempunya kandungan proksimat (protein, lemak, dan karbohidrat) mirip kedelai.” Bobot biji kecipir sekitar 30—40 gram per 100 butir, bandingkan dengan bobot biji kedelai yang hanya 16—17 gram per 100 butir.

Menurut Syukur biji kecipir berpotensi sebagai substitusi biji kedelai. Sayangnya, biji kecipir beraroma lebih langu daripada kedelai sehingga dibutuhkan penanganan tambahan untuk membuang aroma langu. Meski banyak kelebihan, umur produksi kecipir lokal terlalu panjang, membuat petani enggan mengembangkan tanaman buah bersayap itu.

Kecipir baru varietas sandi berwarna ungu pekat mengandung antioksidan kuat.

Itulah sebabnya Syukur mengembangkan varietas-varietas kecipir yang genjah. Syukur juga membidani kelahirkan dua kecipir baru lain, fairuz dan melodi. Petani di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Mohamad Rifai menanam kecipir melodi di bedengan sepanjang 2 m. Ia menanam berjarak 60 cm antarbaris, berisi 42 benih.

Menurut Rifai melodi cepat berbuah dan bernas. “Daunnya juga sedikit, tidak rimbun seperti kecipir lokal,” kata Rifai. Ia memanen polong muda kecipir melodi pada umur 73 hari setelah tanam. Ia memanen biji perlu tambahan 1,5 bulan hingga buah kering. Setiap pekan pria 46 tahun itu memanen 2 kg sayuran polong muda dan biji kecipir. Menurut Syukur potensi produksi melodi mencapai 6,198 ton polong muda per hektare.

Kecipir varietas fairuz polong tetap berwarna hijau.

Bandingkan dengan kecipir lokal, tanaman tumbuh subur dan sulur yang menjalar ke segala penjuru. Namun, produksi buah terbatas. Rifai merebus buah melodi dan memastikan warna ungu tidak luntur. Itu berarti melodi mengandung antosianin tak larut, yang berkebalikan dengan sayur bayam ungu.

Pertanian perkotaan

Kecipir melodi produktif hingga 2 tahun. Oleh karena itu, tanaman memerlukan ajir untuk rambatan yang kuat. Meski berbuah ungu, melodi dan sandi tetap berdaun hijau segar.

Selain varietas melodi, Rifai juga pernah menanam dragon bean alias kecipir varietas fairuz. “Fairuz relatif lebih mudah diterima di pasar karena polong masih berwarna hijau,” kata Rifai. Menurut Syukur potensi fairuz mencapai 7,82 ton polong muda per ha.

Panen perdana fairuz pada umur tanaman 73—75 hari setelah tanam. Sasaran Syukur lainnya yaitu para pegiat pertanian urban. Kecipir pancarona cocok untuk mempercantik pekarangan rumah sekaligus mempersehat pemilik rumah. (Tamara Yunike)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software