Kebun Anggur di Dak Rumah

Filed in Majalah, Topik by on 01/10/2020

Mengebunkan anggur di dak rumah seluas 80 m2.

Agus Yudhi, pemilik Raffatih Farm, mengebunkan anggur sejak awal 2018.

Keterbatasan lahan tidak menyurutkan niat Agus Yudhi mengebunkan anggur. Dak rumah seluas sekitar 80 m2 pun menjadi tempat membudidayakan Vitis vinifera. Selain meneduhkan, kebun anggur yang dibangun pada awal 2018 itu pun menghasilkan. Yudhi menjual hasil panen kepada pengunjung yang datang ke kebun. Hasil panen selalu ludes terjual.

“Saya memilih anggur karena berpotensi untuk dikembangkan dan mempunyai nilai yang bagus,” kata Warga Gunungsimping, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu. Panen terakhir pada September 2020, Kang Warso—sapaan akrab Agus Yudhi—memanen minimal 50 kg anggur. Harga jula Rp100.000/kg sehingga ia mengantongi omzet Rp5 juta.

Itu kali ketiga kebun di dak rumah berbuah. Produktivitasnya bertambah setiap panen lantaran makin semakin banyak tanaman yang berbuah. Itu juga bukti Kang Warso berhasil mengembangkan anggur introduksi itu. Gozv, livia, dan transfiguration beberapa anggur penghuni vineyard—sebutan kebun anggur di Inggris—Kang Warso. Pemilik kebun anggur Raffatih Farm itu mengandalkan pot dan bak tanam sebagai wadah penanaman anggur.

Salah satu kebun anggur Raffatih Farm milik Agus Yudhi yang berada di dak rumah.

Kang Warso merambatkan sulur anggur ke para-para sehingga dak menjadi teduh. Para-para terlindung plastik ultraviolet (UV) untuk melindungi tanaman dari hujan. Lebih lanjut ia menuturkan kunci sukses bertanam viiniköynnös—sebutan anggur di Finlandia—antara lain lokasi kebun, varietas, media tanam, dan perawatan (meliputi pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta pemangkasan). (Riefza Vebriansyah)

 

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software