Katuk Musuh Anemia

Filed in Obat tradisional by on 31/05/2011

Daun katuk terbukti peningkat produksi ASI dan antianemiaSelama ini katuk Sauropus androgynus memang sohor sebagai pelancar air susu ibu (ASI). Itu karena tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu mengandung sterol yang ampuh menambah jumlah ASI.  Sa’roni dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat membuktikan pemberian ekstrak daun katuk pada kelompok ibu melahirkan dan menyusui, meningkatkan produksi ASI 66,7 ml atau 50,7% lebih banyak.

Kerabat singkong itu ternyata berkhasiat mencegah dan mengobati anemia alias kekurangan darah. Menurut Prof Dr dr I Made Bakta dari subbagian Hematologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, anemia merupakan penurunan massa eritrosit atau sel darah merah sehingga tidak dapat membawa cukup oksigen. Seseorang positif anemia jika kadar hemoglobin dan hematokrit – keduanya kandungan sel darah merah – turun masing-masing di bawah 11 g/dl dan 34%. Penderita anemia merasa lelah, pusing, vertigo, dan berkulit pucat.

Anemia bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan hanya gejala. Berbagai penyakit seperti malaria, defisiensi folat pada perempuan hamil, dan artritis rematoid menunjukkan gejala berupa anemia. Perempuan dan bayi di bawah usia lima tahun, acap kali mengalami gangguan kesehatan itu. Menurut I Made Bakta diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia dan sebagian besar di daerah tropika.

Gizi lengkap

Peneliti di Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Prof Dr drh Agik Suprayogi MSc meriset katuk untuk mengobati anemia. Dalam riset praklinis itu, Suprayogi mengelompokkan 36 tikus betina yang baru saja melahirkan dalam 3 grup. Menurut Suprayogi menjelang melahirkan, tikus-tikus banyak menyerap zat besi. Padahal, zat besi merupakan sumber pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu prevalensi perempuan hamil yang mengidap anemia sangat tinggi, hingga 50 – 70%.

Doktor Fisiologi dan Farmakologi alumnus Goettingen University, Jerman itu memberikan ekstrak daun katuk kepada mencit-mencit di grup kedua dan ketiga.  Pada grup kedua, ia memberikan ekstrak daun katuk segar nonfermentasi; kelompok ketiga, ekstrak daun katuk fermentasi.  Dosis untuk kedua kelompok itu sama, yakni 1,68 mg per kg bobot tubuh dengan konsentrasi 0,6%. Lama pemberian 21 hari selama bunting dan 7 hari berturut-turut setelah melahirkan.

Setelah pemberian ekstrak daun katuk, peraih satya lencana karyasatya itu mengambil darah mencit pada hari kesatu, dua, lima, dan tujuh pascamelahirkan. Hasilnya, kadar hemoglobin dan hematokrit mencit kelompok kedua menjadi 9,47g%  dan 40,33% dari semula 9,40g% dan 36%. Dari hasil penelitian ilmiah itu, Suprayogi menyimpulkan bahwa daun katuk mampu mengobati anemia. Suprayogi juga mengungkap senyawa aktif yang terkandung dalam daun katuk, yakni asam lemak tak jenuh: prostaglandin, prostacycline, thromboxane, lipoxines, dan leukotrienes. Senyawa-senyawa itu penting bagi metabolisme jaringan.

Daun tanaman anggota famili jarak-jarakan itu mengandung senyawa steroid yaitu 17-ketosteroid, androstan-17-one, 3-ethyl-3-hydroxy-5 alpha. Satu senyawa lain yaitu 3,4-dimethyl-2-oxocyclopent-3-enylacetic acid  yang membantu produksi adenosina trifosfat.  Katuk memiliki kandungan gizi yang lengkap. Setiap 100 gram katuk terdapat 59 kalori, 4,8 gram protein, 1 gram lemak, 11 gram karbohidrat, 204 mg kalsium, 83 mg fosfor,  2,7 mg besi, 1.0370 SI vitamin A, 0,1 mg vitamin B1, dan 239 mg vitamin C.

Menurut peneliti berusia 47 tahun itu daun katuk berpotensi sebagai penambah darah. “Berbagai penelitian kami terhadap hewan-hewan percobaan membuktikan daun katuk mampu berperan sebagai antianemia,” kata Suprayogi. Ia mengatakan anemia juga biasa terjadi karena gizi kurang seimbang, serapan nutrisi pada sistem pencernaan berkurang, serta gangguan pada hati, ginjal, dan sumsum tulang yang menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah.  Oleh karena itu katuk yang mengandung gizi lengkap, pantas menjadi solusi.

Steroid

Katuk memiliki kelebihan sebagai antianemia karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. “Protein itu dibutuhkan untuk bersama-sama merakit sel darah merah.  Sebab, zat besi saja belum cukup untuk membentuk sel darah merah,”  kata Suprayogi.  Bagaimana duduk perkara katuk antianemia? Penelitian itu mengungkapkan bahwa sebagai antianemia, daun katuk meningkatkan absorbsi nutrisi pada sistem pencernaan. Itu menekan jumlah nutrisi yang terbuang.

Selain itu, senyawa aktif dalam  daun katuk dari kelompok steroid mampu  meningkatkan metabolisme tubuh termasuk pembentukan sel darah merah.  Hasil riset itu menjadi kabar gembira terutama bagi para penderita anemia. Selain murah dan mudah diperoleh, daun katuk juga lezat.  Beberapa herbalis seperti Lina Mardiana di Yogyakarta dan Andjarwati di Jakarta, meresepkan daun katuk kepada para pasien anemia. “Katuk bergizi lengkap, terutama vitamin B untuk membantu pembentukan darah merah,” kata Mardiana.

Lina meresepkan tiga genggam daun katuk segar. Untuk pengolahan, cuci bersih dan tumbuk atau giling sampai halus. Kemudian peras hasil tumbukan daun yang lumat itu, tambahkan seperempat gelas air hangat, madu, dan kuning telur ayam. Frekuensi konsumsi, 1 – 2 kali per hari. Pasien juga dapat mencampurkan umbi bit, wortel, atau rimpang temulawak pada daun katuk. Cara lain, mengeringanginkan daun katuk,  tumbuk sampai hancur, seduh dengan air dan madu, kemudian minum.

Masyarakat mengolah daun katuk dengan membuat sayuran.  Suprayogi menuturkan, walau telah dimasak, tubuh dapat menyerap zat aktif di dalam daun katuk.  Selain konsumsi daun segar,  kita dapat menelan kapsul hasil ekstrak. Saat  ini ekstrak katuk yang beredar di masyarakat adalah untuk memperlancar ASI.  Menurut Suprayogi sah-sah saja bila kaum pria pun mengonsumsi kapsul katuk untuk ibu menyusui itu.

“Saya ingin mempromosikan Katuk For Everyone! Inilah yang selalu saya perjuangkan. Saya tahu mekanismenya, katuk bukan hanya untuk ASI. Katuk sangat potensial untuk melawan anemia dan memperbaiki gizi semua umur,  pria dan wanita,”  kata Suprayogi. (Susirani Kusumaputri)

 

Powered by WishList Member - Membership Software