Katakan dengan Kaktus

Filed in Uncategorised by on 02/07/2012 0 Comments

Lies Sumitro, pemilik floris Ghrya Piranti, merangkai crytanthus menjadi cinderamataSelamat menempuh hidup baru.

Begitu ucapan selamat kita pada sepasang pengantin baru. Sebagai “balasannya”, kita mendapatkan sebuah cenderamata nan menawan. Sekeping cermin hias, seuntai gantungan kunci, atau sepot kaktus, aglaonema, atau nepenthes.

Cenderamata berupa sepot tanaman hias? Mengapa tidak? Itu yang membuat Janet Ulung Mandiri kerap sibuk bukan kepalang. Anggota staf Divisi Suvenir Rumah Bunga Rizal di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, itu dengan cekatan memasukkan kaktus, sansevieria, dan agave ke dalam pot-pot plastik beraneka warna.

Lalu ia mengemasnya dengan plastik mika berbentuk tabung berdiameter 8 cm dan tinggi 14 cm. Terakhir, Janet menempelkan kertas selebar 7 cm berisi cara merawat tanaman mengelilingi tabung. Pada “musim” pesta pernikahan-pengalaman Janet biasanya pada Rajab, Syaban, dan Dzulhijah dalam penanggalan Komariah-Rumah Bunga Rizal-milik pemain senior tanaman hias Rizal Djafaarer-kebanjiran pesanan cenderamata. Dalam sebulan mereka harus memproduksi 3.000 suvenir tanaman.

Pada bulan-bulan lain produksi sebesar 1.200 pot biasanya habis untuk memenuhi kebutuhan sendiri, pesanan cenderamata untuk acara pesta ulang tahun, hari besar keagamaan seperti Natal, dan suvenir pada acara seremonial sebuah perusahaan. Harap mafhum, Rumah Bunga Rizal menjadi salah satu tujuan wisata di Lembang. Buah tangan bagi para wisatawan berupa tanaman hias dalam kemasan cantik itu. “Penampilannya (suvenir tanaman, red) lebih cantik dan lebih praktis saat dibawa-bawa, karena sudah ada tempatnya,” kata Ifan Agustian, pembeli suvenir asal Bangka, Belitung, yang Trubus temui di Rumah Bunga Rizal.

Syarat cantik

Kaktus dan sukulen banyak dipakai sebagai bahan suvenir karena cepat siap pakaiKaktus dalam pot keranjang bambu, dikemas plastik hias dan pita. Cocok dijadikan buah tangan acara pesta ulang tahun, hari besar sampai seremonial perusahaanJanet membuat cenderamata dari 20 jenis tanaman kaktus, sukulen, dan tanaman hias lain. Jenis kaktus dan sukulen relatif dominan karena cepat siap pakai. “Umur 2 bulan pascapenyambungan, kaktus sudah tampil cantik,” tutur alumnus Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, itu. Sementara Lies Sumitro, pemilik floris Ghrya Piranti memanfaatkan cryptanthus di Jakarta.

Janet menanam kaktus, sukulen, dan tanaman suvenir lain dalam pot plastik berdiameter 6 cm dengan media tanam sekam, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:3:1. Tanaman sehat, berbatang hijau segar, dan kokoh siap dijadikan cenderamata.

Menjadikan tanaman hias sebagai cenderamata dipelopori oleh para pebisnis tanaman hias. Ketika melangsungkan resepsi pernikahan pada Januari 2007, Mohammad Apriza Suska menghadiahkan suvenir berupa sepot nepenthes kepada para undangan. Suska, salah satu pioneer budidaya kantong semar di tanahair, mengemas Nepenthes reinwardtiana dengan plastik mika.

Gregori Garnadi Hambali dan istri menyiapkan berpot-pot aglaonema dan palem sebagai cenderamata saat menikahkan putra tertua pada Januari 2011. Siapa tak mau menerima tanaman-tanaman hias nan elok dalam kemasan cantik seperti itu? Itu yang menginspirasi keluarga dan calon mempelai lain sekaligus menjadi penyelamat para pemilik nurseri ketika bisnis tanaman hias merosot tajam sejak 2008.Aglaonema, salah satu suvenir yang Greg dan istri berikan kepada para undangan

Pada 2009 Yaya Sururi, pemilik Famili Kaktus di Lembang, mendapat pesanan 500 pot suvenir kaktus dari seorang kerabat. Yaya girang bukan kepalang mendapat order sebanyak itu. Maklum penjualan kaktusnya tengah tersendat, hanya 150 pot per bulan dari semula 300 pot per bulan. “Saking senangnya akhirnya saya memberikan tanaman secara gratis. Pemesan hanya membayar biaya pengemasan dan pot saja,” kata Yaya.

Murah

Cinderamata tanaman hias ditempatkan dalam tas kertas agar mudah dibawaPilihan Yaya “membanting setir” menjadi penyedia suvenir tanaman terbukti tokcer. Saat ini pria yang memproduksi cenderamata berupa kaktus Gymnoclycium mihanovichii, Eriosyce imitans, dan Mammillaria compressa, serta haworthia seperti H. pumilla, H. retusa dan H. limifolia itu setiap bulan menerima menerima 1.000 pesanan. Pada “bulan-bulan menikah” ia menikmati lonjakan permintaan hingga 20%. Dari perniagaan itu setiap bulan Yaya mengantongi omzet Rp10-juta.

Menurut Rizal Djafaarer, pemilik Rumah Bunga Rizal, pasar suvenir masih terbuka lebar dan berumur panjang. “Karena selalu ada orang menikah dan mereka berpikir bagaimana cara untuk memberikan penghargaan kepada para undangan yang sudah hadir,” kata pemain kaktus sejak 27 tahun silam itu. Apalagi itu sejalan dengan tren kembali ke alam dan peduli pada lingkungan. (Pranawita Karina/Peliput: Bondan Setyawan)Suvenir tanaman hias di salah satu pasar swalayan di Rotterdam, Belanda

Keterangan Foto :

  1. Lies Sumitro, pemilik floris Ghrya Piranti, merangkai crytanthus menjadi cinderamata
  2. Kaktus dan sukulen banyak dipakai sebagai bahan suvenir karena cepat siap pakai
  3. Kaktus dalam pot keranjang bambu, dikemas plastik hias dan pita. Cocok dijadikan buah tangan acara pesta ulang tahun, hari besar sampai seremonial perusahaan
  4. Aglaonema, salah satu suvenir yang Greg dan istri berikan kepada para undangan
  5. Cinderamata tanaman hias ditempatkan dalam tas kertas agar mudah dibawa
  6. Suvenir tanaman hias di salah satu pasar swalayan di Rotterdam, Belanda
  7. Suvenir disertai lembar cara rawat sehingga penerima bisa merawat tanaman
  8. Pada Rajab, Sya’ban, dan Dzulhijah dalam penanggalan Komariah, pesanan cenderamata melonjak

 

Suvenir disertai lembar cara rawat sehingga penerima bisa merawat tanaman

Pada Rajab, Sya’ban, dan Dzulhijah dalam penanggalan Komariah, pesanan cenderamata melonjak

 

Powered by WishList Member - Membership Software