Kanker Pupus di Tulang Upik

Filed in Uncategorised by on 01/06/2012 0 Comments

Benjolan akibat kanker tulang mengempis dengan ramuan herbal.

 

Sari Rahmawati-bukan nama sebenarnya-bagai makan buah simalakama ketika dokter mendiagnosis anaknya positif kanker tulang di lengan kiri. Dokter menyodorkan dua pilihan sulit: amputasi atau nyawanya tidak terselamatkan. Sari tak kuasa membayangkan putrinya yang berusia 14 tahun itu kehilangan lengan. Ancaman maut itu datang perlahan dan tanpa gejala menyakitkan.

Ia ingat persis pada 2008, sebuah benjolan seukuran bola tenis muncul di lengan kiri putrinya, Linda Savira-ia menolak disebut namanya. Semula benjolan itu kecil, tetapi lama-kelamaan membesar. Namun, Linda tidak mengadukan gejala itu pada sang ibu karena tidak menimbulkan rasa sakit. Karena khawatir berakibat buruk, Sari lantas membawa putrinya ke dokter spesialis bedah. Hasil biopsi atau pemeriksaan jaringan tubuh menunjukkan benjolan di lengan kiri itu adalah sel kanker tulang.

Kanker tulang

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker merupakan penyakit penyebab kematian nomor dua setelah kardiovaskuler. Jumlah penderitanya bertambah 6,25-juta orang setiap tahun. Dari seluruh penyakit kanker, 2-3% terjadi pada anak-anak. Jenisnya antara lain kanker tulang, darah, otak, retina mata, kelenjar getah bening, saraf, ginjal, dan kanker otot.

Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, kanker tulang dapat menyerang setiap bagian tulang. “Paling banyak menyerang tulang tungkai, lengan, dan pinggul,” ujarnya. Gejalanya muncul pembengkakan, biasanya pasien mengalami rasa nyeri. Namun, kemunculan sel kanker pada tulang terkadang sulit terdeteksi dini. “Munculnya sel kanker awalnya tidak terasa sakit sehingga banyak pasien yang berobat setelah stadium lanjut,” ujar ahli kanker di Jakarta, dr Henry Naland  SpB (K) Onk.

Dokter Paulus menuturkan, penyebab kanker tulang antara lain konsumsi makanan berpengawet, daging, dan polusi udara. “Sejak kelas 1 sekolah dasar anak saya jarang makan sayuran dan buah, sukanya makanan cepat saji,” kata Sari.  Meski putrinya positif  kanker tulang, Sari enggan menuruti saran dokter untuk mengamputasi lengan putrinya. “Toh anak saya masih aktif bermain keyboard, bulutangkis, dan basket,” ujar Sari.

Ibu tiga anak itu lebih memilih pengobatan alternatif seperti prana dan ramuan herbal. Untuk pengobatan herbal, ia mengunjungi dr Paulus Wahyudi Halim, dokter yang juga herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Untuk mengatasi kanker tulang, dr Paulus memberikan ramuan berupa ekstrak rimpang jahe merah dan jamur ling zhi. Menurut Paulus, untuk pengobatan kanker tidak bisa dilakukan secara tunggal. “Pengobatan herbal harus campuran agar diperoleh efek sinergis,” ujarnya.

Linda mengonsumsi 2 bungkus atau 20 gram ekstrak jahe merah 3-4 kali sehari dan 6 kapsul ekstrak jamur ling zhi, 3 kali sehari. Jahe merah berperan menjaga kekebalan tubuh, sementara ling zhi mengendalikan sel kanker yang berkembang cepat, juga meningkatkan stamina. Selain konsumsi herbal, Linda juga menjalani pengobatan prana sekali dalam sepekan. Bersamaan dengan itu, Linda menghindari konsumsi pangan berpengawet, daging, serta memperbanyak konsumsi sayuran dan buah.

Daun sirsak

Pada 2009 Sari mengetahui manfaat daun sirsak Annona muricata sebagai antikanker dari pemberitaan media massa. Ia lalu merebus sembilan lembar daun sirsak dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Sari memberikan air rebusan daun sirsak ke putrinya setiap malam. “Daun sirsak untuk penunjang saja,” ujarnya. Setelah 2 tahun menjalani berbagai pengobatan itu, benjolan di pangkal lengan lambat laun  kempis.

Sayangnya, Sari belum melakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui kondisi terakhir putrinya karena kondisinya sudah membaik. Menurut dr Paulus, daun sirsak dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mengendalikan sel kanker. Hasil penelitian Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD dari Institut Teknologi Bandung dan Dr Jerry McLaughlin dari Purdue University membuktikan daun sirsak berefek antikanker.

Zat aktif acetogenins dalam daun sirsak berkhasiat menghambat pembentukan ATP (adenosina trifosfat) sebagai sumber energi dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi untuk pembelahan sel. Penghambatan itu menyebabkan produksi energi berhenti sehingga sel kanker mengecil dan mati.

Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, juga memanfaatkan daun sirsak sebagai antikanker. Ia mengombinasikan daun sirsak dengan benalu teh, keladi tikus, dan rumput mutiara. “Daun sirsak mengeringkan sel tumor, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Adapun benalu teh, keladi tikus, dan rumput mutiara mengecilkan bengkak,” ujarnya.

Meski kondisi tubuh membaik, sampai saat ini Linda masih mengonsumsi ramuan herbal. Paulus menuturkan konsumsi sayuran sangat dianjurkan untuk mempertahankan tingkat keasaman (pH) darah dalam keadaan basa. “Sel kanker tidak nyaman hidup dalam kondisi basa,” ujarnya. Dengan begitu diharapkan sel kanker tidak tumbuh lagi dan berkembang menjadi lebih ganas.  (Desi Sayyidati Rahimah)

Penggerus Kanker Tulang


Keterangan Foto :

  1. Konsumsi rutin rebusan daun sirsak hambat pertumbuhan sel kanker
  2. Jamur ling zhi kendalikan sel kanker yang berkembang cepat dan meningkatkan stamina
  3. Konsumsi sayur dan buah mencegah munculnya sel kanker
  4. Acetogenins dalam daun sirsak menghambat pembentukan ATP (adenosina trifosfat) sel kanker sehingga sel kanker mengecil dan mati
 

Powered by WishList Member - Membership Software