Kaisar Tumpuk Asal Sawangan

Filed in Tanaman hias by on 01/04/2010 0 Comments

Deeba sejatinya lahir pada awal 2008 bersamaan dengan ngoc long, clara, dan dizzie—adenium tumpuk silangan Godongijo yang dikenal lebih dulu. Ketiganya disebut-sebut sebagai adenium tumpuk hasil silangan pertama di tanahair. Mereka diseleksi dari ratusan bunga asal bibit hasil semaian yang kemudian diperbanyak dan dilepas ke pasaran pada akhir 2009.

Mekarnya deeba 2 tahun silam kalah mentereng dengan ketiga saudaranya. “Meskipun deeba berpetal ganda, tapi corak dan warna kalah istimewa dibanding clara. Ia tak masuk seleksi dan nyaris dibuang untuk batang bawah,” kata Ir Slamet Budiarto, manajer pemasaran Godongijo. Namun selang 6 bulan pascamekar pertama, deeba unjuk keunggulan.

Selera pasar

Ada 8 kuntum bunga muncul dalam satu dompolnya. “Pada bunga tumpuk, umumnya hanya ada 3—5 kuntum dalam satu tangkai bunga,” kata Slamet. Mengetahui potensi deeba yang rajin berbunga, Slamet pun menyambungnya pada batang bawah dewasa.

“Itu untuk menguji sifat rajin berbunga,” kata Tri Susilaningsih SP, penanggung jawab produksi Godongijo. Terbukti, saat disambung dengan batang bawah dewasa, bunga deeba lebih lebat dan kompak. Saat musim berbunga, daun nyaris tak tampak karena tertutup bunga.

Dibanding periode 2000-an saat tren adenium mulai muncul, kini selera pasar mulai bergeser. “Dulu pasar hanya berorientasi pada corak dan warna bunga. Kini, tampilan keseluruhan saat dewasa menjadi prioritas,” tutur Slamet.

Gacoan lain

Makanya, bunga yang dilepas Godongijo ke pasar mesti memenuhi semua pintu seleksi itu. Tak heran dari puluhan ribu jenis bunga hasil silangan, kurang dari 1% yang terpilih. Setiap hari disilangkan 30 bunga mekar di greenhouse Godongijo. Orientasi awal menghasilkan bunga tumpuk baru. Berikutnya bunga tumpuk yang rajin berbunga.

Hingga kini tercatat ada 5 adenium tumpuk yang dipilih untuk dilepas ke pasaran selain ngoc long, clara, dizzie, dan deeba. Mereka adalah alanza, elora, felicia, nanno, dan sheng lin. Semua masih merupakan generasi pertama dari induk doxon—bunga tumpuk pertama dari Vietnam.

Alanza berpetal ganda dengan warna dasar merah pekat. Dua hari pascamekar bagian tengahnya pudar menjadi putih mirip pepito—adenium petal tunggal pendahulunya. Perubahan itulah yang membuatnya atraktif.

Felicia istimewa karena petal tumpuk 3 dan rajin berbunga. Ada 7—8 kuntum dalam satu tangkai. Bunga triple—sebutan adenium tumpuk 3—biasanya hanya muncul 3—4 kuntum dalam satu tangkai.

Corak dan bentuk kelopak felicia mirip dizzie yang lebar dan bulat. Bedanya warna putihnya lebih tegas. Elora mewarisi sifat garis putih kontras di tengah petal dari tetuanya teamo. Sedangkan nanno berbentuk bintang mirip ye lo tetua jantannya. Sheng lin lebih banyak mewarisi sifat doxon dengan warna dominan merah pekat tapi ada garis putih di bagian tengah yang diwarisi dari trivius.

Thailand bersaing

Bermunculannya varian bunga tumpuk di tanahair mengobati kerinduan pencinta mawar gurun untuk terus menambah koleksi. Apalagi harga relatif terjangkau, sehingga adenium tumpuk pun mulai merambah pasar. Misal untuk bonggol A ukuran 3—5 cm, harganya Rp50.000—Rp100.000. “Sejak launching akhir 2009, sudah terjual sekitar 1.500 pot adenium tumpuk berbagai ukuran bonggol dari kecil sampai besar,” tutur Slamet.

Pasar juga mulai berancang-ancang menampung adenium tumpuk kelahiran Thailand. Di sana, corak-corak baru pun mulai muncul. Namun, sebagian besar variannya mirip dengan adenium tumpuk kelahiran tanahair. “Dari 12 bunga yang saya beli di Thailand, hanya 3 yang warnanya berbeda. Sekitar 75% coraknya mirip adenium tumpuk asal Indonesia,” tutur Chandra Gunawan—pemilik Godongijo yang kerap bertandang ke Thailand.

Namun jangan terlena, ada sebagian adenium tumpuk silangan Thailand yang bentuk dan warnanya spektakuler. Lihat saja 7 varian yang didatangkan Hartono Purnomosidi dari negeri Gajah Putih. Di samping 3 varian berjuluk king triple jubilee, double pink star, dan double euro yang berwarna merah dan pink, ada 4 varian yang warnanya berbeda dengan silangan tanahair.

Mereka adalah king quatro, yellow sunrise, double pitunia, dan double bonanza. King quatro dan double bonanza berpetal putih dengan splash pink di tengah. Sedangkan king quatro berwarna dasar putih dengan list pinggir semburat pink. Yellow sunrise lebih ngejreng dengan warna petal kuning solid dkelilingi list merah semburat oranye di bagian tepi. “Di tanahair belum muncul karakter warna bunga tumpuk yang mengarah ke putih dan kuning, umumnya pink, merah, dan putih,” kata pemilik Kristal Nursery di Surabaya itu.

Yang lebih istimewa, petal king quatro ternyata tumpuk 4. “Selama ini dipasaran hanya beredar bunga tumpuk 2 dan 3. Belum ada yang tumpuk 4,” kata Hartono. Bahkan baik king quatro maupun king triple jubilee yang berpetal 3 sejatinya dapat tampil dengan petal 4 bahkan 5 dalam keadaan sehat dan optimal.

Ciri khas dan keunggulan itulah yang membuat Hartono yakin untuk memperbanyak mawar gurun tumpuk Negeri Siam. Adenium yang diperolehnya awal 2009 itu sudah diperbanyak dan siap menjajal pasar pada pameran Flora Fauna 2010 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Hartono menyiapkan 250 tanaman setiap jenisnya. Total jenderal ada 1.750 tanaman dengan bonggol ukuran 10—15 cm yang disiapkan Hartono untuk pencinta mawar gurun dengan bandrol berkisar Rp150.000 per pot. (Nesia Artdiyasa)

 

Keterangan foto

  1. Deeba
  2. Alanza,
  3. Felicia,
  4. Nanno,
  5. Sheng lin,
  6. Elora
  7. Double bonanza,
  8. Double euro,
  9. Yellow sunrise,
  10. Double pitunia,
  11. King triple jubilee
  12. King quatro
 

Powered by WishList Member - Membership Software