Jawara Jadi Jagoan

Filed in Majalah, Satwa by on 11/01/2019

Proses penjurian berlangsung ketat.

Kontes kambing memperebutkan piala Presiden 2018.

Jawara mengonsumsi susu kambing, telur ayam kampung, dan kacang hijau menjelang kontes.

Ikhwanul Arifin percaya nama adalah doa. Peternak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, itu menamakan kambing peranakan etawa (PE) berumur 10 bulan itu Jawara. Saat kontes piala presiden pada acara Silaturahmi Nasional Peternak (Silatnas) ke-6 Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Jawara menjadi juara di kelas D jantan. Ia tampil memukau dengan posturnya yang gagah dan bulu-bulunya yang bersih. Tulang pun tampak kuat.

Menurut juri asal Malang, Jawa Timur, Andi Susanto, penilaian kambing PE ada 12 parameter di antaranya postur tubuh, kepala, telinga, rambut, ekor, dan kaki. Arifin merawat Jawara secara intensif. Dua bulan sebelum kontes, ia memberikan 3 liter susu kambing, tiga telur ayam kampung, dan 15 sendok makan kacang hijau. Arifin memberikan suplemen itu pada pagi, siang, dan malam hari.

Sampai pagi

Menurut ketua panitia kontes, Haryo Shasikirono, jumlah peserta mencapai 630 kambing. “Ini rekor jumlah peserta terbanyak dalam kontes kambing,” ujarnya saat memberi sambutan pembukaan kontes. Para pemilik kambing berdatangan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Lumajang, Malang, Banjarnegara, dan Purbalingga. Acara itu merupakan kerja sama antara HPDKI, Eco Green Park, dan Pemerintah Kotamadya Batu.

Ketua umum HPDKI, Yudi Guntara, mengapresiasi seluruh pihak yang turut menyukseskan Silatnas dan kontes kambing piala presiden 2018. Menurut Yudi terselenggaranya acara ini bentuk perhatian presiden dan HPDKI terhadap plasma nutfah kambing asli Indonesia. Panitia membagi kontes menjadi tiga bagian yaitu kambing senduro, PE, dan ekstrem—menimbang bobot kambing secara keseluruhan.

Pembukaan Silatnas dan Kontes Kambing oleh Ketua Umum HPDKI Yudi Guntara.

Kontes kambing senduro dan PE terbagi lagi menjadi dua kategori yaitu jantan dan betina, serta kelas dari E sampai A. Di kontes kambing senduro kelas D betina, Ganda Suli meraih prestasi tertinggi juara ke-1 piala presiden 2018. “Gennya sudah bagus karena berasal dari induk betina dan pejantan yang berkualitas,” ujar pemilik kambing itu, Imam Muhammad. Peternak asal Lumajang itu memberikan ¼ kg kedelai setiap hari.

Kiyoko juara 1 kambing PE kelas D betina.

Adapun juara kontes ekstrem, kambing milik Ade Ridondo bernama Leson meraih juara ke-1. Kambing asal Lumajang itu berbobot 149,8 kg. Ia mengalahkan pesaing terdekatnya kambing bernama Predator yang berbobot 144,8 kg. Menurut Andi Susanto, “Kualitasnya bagus-bagus. Perbedaannya juga tipis-tipis. Penjurian kali ini juga menjadi rekor karena prosesnya hingga pukul 03 dini hari,” Andi.

Ganda Suli juara 1 kambing senduro kelas D betina.

Kontes sebelum-sebelumnya maksimal hanya sampai pukul 23.00. Menurut juri kambing sejak 2008 itu para pemilik makin memperhatian kambingnya. Mereka merawat kambingnya agar tetap sehat, elegan, dan memenuhi kriteria penilaian di mata para juri. (Bondan Setyawan)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software