Jawara di Kontes Pertama

Filed in Ikan hias, Satwa by on 02/01/2013 0 Comments
Cichla kelberi, ikan predator tercantik dikontes pertama di dunia

Cichla kelberi, ikan predator tercantik di
kontes pertama di dunia

Kontes ikan predator pertama di Indonesia dan di dunia. Kontes burung paruh bengkok dan musang juga menjadi kontes perdana di tanahair.

Sosok ikan Cichla kelberi yang bercorak tubuh kuning menyala berpadu semburat kehijauan amat memikat. Apalagi di punggung sampai ekor berhias totol hitam. Namun, di balik Predator Indonesia (KIPI), Ivo Tandhy, di habitat aslinya di anak sungai Amazon, Brasil, kelberi merupakan predator puncak dalam rantai ekosistem.

Ikan-ikan pemakan daging alias karnivora itu untuk pertama kali di dunia beradu indah di Indonesia Pets Plants Aquatic Expo (IPPAE) 2012. Di kontes yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, Cichla kelberi koleksi dr Arman dari Jakarta menjadi yang terbaik di kelasnya dan meraih grand champion.

Gratis

Bertubuh bulat dengan totol sampai pipimodal sang juara diskus

Bertubuh bulat dengan totol sampai pipi
modal sang juara diskus

Lomba berlangsung di WTC Manggadua, Jakarta Utara, pada 1-9 Desember 2012.  “Ini pertama kali ikan predator dikonteskan di dunia,” ujar Ivo Tandhy. Lima orang: Nathan dari Bandung, Denny (Bogor), serta Irwan, Kuntho, dan Jero, ketiganya dari Jakarta, menjadi juri lomba adu tampang  ikan predator itu. Ikan lain yang mengikuti kontes adalah maskoki dengan total peserta 230 ekor.

Oranda superjumbo milik Hendrik Nursalim dari Jakarta menjadi yang terbaik. Nursalim memperoleh maskoki sepanjang 28 cm itu secara cuma-cuma dari seorang kawan. “Awalnya saya ingin membeli Rp3,5-juta, tapi pemiliknya tidak mau melepas. Belakangan ia datang dan langsung memberikan begitu saja karena beranggapan ikan akan lebih bagus jika dirawat saya,” kata Nursalim.

Pehobi di Jakarta itu tak melakukan perawatan khusus menjelang kontes. Ia hanya memberi pakan berupa pelet 3 kali sehari. Bagi  ketiga juri: Anusorn dari Thailand, Patrick Tan (Malaysia), dan Kris S. Widjaja (Indonesia), oranda superjumbo itu mempunyai segalanya untuk menjadi kampiun. “Proporsi tubuh seimbang dan lebih berotot. Meski ukurannya jumbo gerakannya juga lincah,” tutur Kris.

Sementara pada lomba adu cantik-cantikan lou han, cencu milik Joshua meraih gelar grand champion. “Dia paling prima penampilannya sampai babak final,” kata Adi, juri dari Bandung. Kontes lou han mencatat jumlah peserta terbesar, ”Ikan yang berlomba sampai 252 ekor di 13 kelas,” kata Tirta Djajawidjaja, panitia kontes. Pehobi lou han dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, ada juga dari luar negeri seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand mengikutkan koleksinya di kontes itu.

Jawara lou han paling prima sampai final

Jawara lou han paling prima sampai final

Kontes diskus tak kalah seru. Menurut Panji Akbar, panitia kontes dari Indonesia Discus Comunity (IDC), jumlah peserta relatif sama dibanding kontes sebelumnya, yaitu 60 ikan milik pehobi di Jakarta dan sekitarnya serta Bandung. Para juri seperti Benny Herman, Frans, dan Alvin Surya, memilih jenis spotted eruption koleksi Jhonny sebagai grand champion.  “Tubuhnya bulat dengan totol sampai pipi,” kata Alvin.

Pada kontes IPPAE itu arwana mancanegara dari Thailand dan Taiwan ikut serta. Panitia kontes dari Arowana Club Indonesia (ACI), Richard Nixion, mengatakan bahwa total jenderal peserta 77 arwana yang menyuguhkan pertarungan menarik. Siluk koleksi Robin He, pehobi di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, menjadi kampiun di kelas superred C sekaligus sebagai grand champion pada kontes itu.

Satwa

Pada kesempatan yang sama, IPPAE juga menggelar kontes aquascaping. “Kapasitas akuarium aquascaping yang dilombakan di bawah 60 liter,” tutur Warsianto Warsito, panitia lomba dari Indo Aquascape.com. Dari penilaian tiga juri yaitu, Inchan Maulana, Oky Suharto, dan Dian Adijaya Susanto terpilih aquascaping milik Doddy Arywijaya dari Jakarta sebagai juara. Aquascaping itu unggul karena penataan dan ekosistemnya bagus ditambah dengan kondisi tanaman yang sangat terawat.

Beragam mamalia eksotis seperti musang turut dipertandingkan. Menurut panitia kontes, Ahmad Subhan dari Djakarta Musang Lovers (DJAMAL), lomba musang kali ini merupakan kontes perdana yang diikuti 57 musang dari pehobi asal Jakarta dan sekitarnya, Lampung, Yogyakarta, serta Surabaya. Ahmad Subhan mengatakan, ada 7 kelas yang dipertandingkan, tetapi tanpa ada grand champion karena masih pertama dan belum menemukan format penilaian.

Satwa yang juga pertama kali dikonteskan di Indonesia adalah burung paruh bengkok. Jenis burung yang memeriahkan lomba antara lain parkit, lovebird, dan sean connery. Menurut Sutawijaya dari Indonesia Parrot Lover (IPL) kriteria penilaian ditekankan pada kecepatan dan ketepatan burung menyelesaikan trik. Adapun kontes lain adalah anjing pit bull dengan peserta 50 ekor dan ayam serama (296 ekor). “Jumlah peserta ayam serama tertinggi pada tahun ini karena biasanya hanya diikuti 100 peserta saja,” tutur Don Ralls Cobain dari Asosiasi Pecinta Ayam Serama Indonesia (APASI).

Koi Bandung

Sepekan sebelum kontes IPPAE, berlangsung kontes koi di Pasteur Hyper Point, Bandung, Jawa Barat. Kontes Piala Gubernur Jawa Barat 2012 itu disesaki hingga 630 ikan. “Yang menggembirakan banyak peternak lokal ikut serta,” kata Djoko Santoso, ketua panitia. Pada lomba adu cantik-cantikan itu mengukuhkan kohaku sebagai grand champion A dan hikarimono sebagai grand champion B. “Keduanya memiliki pattern tubuh solid serta bentuk tubuh seperti kapal selam,” ujar Datta Iradian, juri dari Tangerang Selatan.

Adapun Kontes Burung Galamedia Cup IX pada 16 Desember 2012 juga berlangsung di Bandung. Kontes burung berkicau itu diikuti 1.200 ekor yang terbagi ke dalam 5 kategori lomba, yakni Galamedia, Djarum, Pikiran Rakyat, Hoki, dan Ebod Vit. Di kelas paling bergengsi Galamedia dengan hadiah utama uang Rp20-juta muncul sebagai pemenang adalah Happy Birthday, murai batu milik Akia dari Provinsi Jambi. Murai itu gacor sepanjang kontes. (Bondan Setyawan/Peliput: Muhammad Khais Prayoga dan Riefza Vebriansyah)

Keterangan Foto :

  1. Cichla kelberi, ikan predator tercantik di kontes pertama di dunia
  2. Bertubuh bulat dengan totol sampai pipi modal sang juara diskus
  3. Jawara lou han paling prima sampai final
  4. Jawara musang kategori open musang adult
  5. Takhta tertinggi berkat penataan dan ekosistem bagus dengan tanaman yang terawat
  6. Suasana penjurian paruh bengkok
  7. Best of the best serama jantan
  8. Aksi peserta kontes pittbull
  9. Oranda jumbo juara: tubuh proporsional,
    berotot, tapi lincah
  10. Grand Young Champion A

 

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software