Jasa Baik si Buruk Rupa

Filed in Majalah, Topik by on 16/05/2020

Jus atau sari perasan buah mengkudu menjadi alternatif mengonsumsi mengkudu dari bahan segar.

 

Buah mengkudu terbukti mendongkrak sistem kekebalan tubuh. Abaikan aroma yang tak bersahabat.

Sosok buah mengkudu penuh tonjolan menyebabkan sebagian orang menjulukinya si buruk rupa. Sudah begitu aroma buah Morinda citrifolia matang amat menyengat. Namun, buah kerabat kopi itu sejatinya kaya khasiat antara lain meningkatkan sistem imun tubuh. Buah anggota famili Rubiaceae itu salah satu pilihan untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh saat wabah Corona virus disease 2019 (Covid-19).

Buah mengkudu yang sudah matang paling bagus untuk kesehatan.

Uday P. Pratap dan rekan dari Sri Ramaswamy Memorial (SRM) University, Tamil Nadu, India, membuktikannya. Mereka menguji efek pemberian jus mengkudu terhadap imunitas hewan uji tikus. Para periset memverifikasi adanya pengaruh jus mengkudu terhadap interaksi saraf dan sistem kekebalan tubuh. Mengkudu terlibat pada jalur persinyalan limfosit—jenis sel darah putih—bagian dari unit sistem kekebalan tubuh.

Pembuluh darah

Produksi dan pertambahan limfosit meningkatkan produksi sitokin Th1 yang berfungsi pada respons imun seluler, menghambat inflamasi, dan mencegah pertumbuhan radikal bebas pada limpa. Periset lain, Afa K. Palu dari Tahitian Noni International Research Center, Amerika Serikat, malah menguji efek mengkudu terhadap imunitas dalam uji klinis. Afa melibatkan para atlet yang mengonsumsi 100 ml jus buah mengkudu dua kali sehari, 30 menit sebelum makan, selama 21 hari berturut-turut.

Afa membuktikan buah noni memodulasi sistem kekebalan tubuh. Caranya dengan mengaktifkan beberapa jenis reseptor pada sel-sel imunitas, sel darah, menekan sitokin interleukin-4—yang jika terlalu berlebihan bisa menyebabkan reaksi alergi dan inflamasi pada saluran pernapasan, serta meningkatkan produksi sitokin interferon gamma yang jika tidak diproduksi secara normal dapat mengakibatkan gejala autoimun. Jus buah mengkudu terbukti meningkatkan daya tahan fisik atlet melalui peningkatan aktivitas antioksidan.

Senyawa aktif pada buah mengkudu yang berperan mendongkrak daya tahan tubuh yaitu skopoletin. Senyawa itu juga mampu meningkatkan aktivitas di kelenjar peneal otak, tempat senyawa “bahagia” serotonin diproduksi. Selain itu, skopoletin berperan memperlebar saluran pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah. Maria Gabriela Manuele dan sejawat dari Departemen Farmakologi, University of Buenos Aires, Argentina, meriset dampak langsung skopoletin pada sistem imun tubuh.

Mengkudu memiliki senyawa aktif skopoletin dan anthraquinon, serta unsur selenium yang membantu menjaga kebugaran tubuh.

Hasil penelitian Maria menunjukkan skopoletin dapat mendorong pertumbuhan limfosit secara in vitro atau pada sel kultur. Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan juga menyarankan konsumsi sari perasan buah mengkudu untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Demi menjaga imunitas tubuh, konsumsi sari mengkudu 2 kali sehari sebelum makan. Tiap minum, gunakan buah mengkudu tua yang masih mengkal berbobot kira-kira 50—80 gram.

Daun mengkudu memiliki khasiat yang sama dengan buah mengkudu.

“Petiklah buah mengkudu saat pagi atau sore hari. Pilihlah pohon yang tidak tumbuh di tempat berpolutan tinggi,” kata Yayuk. Menurut Yayuk buah mengkudu mengandung vitamin yang lengkap, salah satunya selenium. Selenium berfungsi sebagai elemen pembantu kerja beberapa enzim pada tubuh manusia sehingga mempercepat proses metabolisme enzim-enzim itu.

Daun mengkudu

Mengkudu memiliki senyawa aktif skopoletin dan anthraquinon, serta unsur selenium yang membantu menjaga kebugaran tubuh.

Salah satu fungsi metabolisme enzim ialah menangkal radikal bebas. Menurut Yayuk vitamin-vitamin yang terkandung pada buah mengkudu juga membantu tubuh membuat ion-ion yang sangat diperlukan tubuh dan membantu tubuh membangun sel yang rusak.  Menurut Yayuk, “Daun muda dan buah muda memiliki kesamaan dengan mengkudu tua, tetapi jumlah kandungannya saja yang tidak sama,” kata perempuan 64 tahun itu.

Menurut publikasi Chan-Blanco dan tim peneliti pada tahun 2006, senyawa golongan anthraquinon merupakan bioaktif utama dalam buah mengkudu. Senyawa itu memiliki efek imunostimulan—meningkatkan aktivitas imunitas (diekstraksi dari akar) dan antiviral (diekstraksi dari kulit pohon). Konsumsi noni aman bagi hampir semua orang, “Hanya bagi yang mempunyai kecenderungan tensi rendah perlu hati-hati, karena mengkudu ada efek menurunkan tensi,” kata Yayuk.

Jika sudah diolah, konsumsi buah mengkudu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Itulah jasa baik si buruk rupa bagi kesehatan, terutama saat pandemi virus korona. (Tamara Yunike)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software