Jamur Abadi Sehatkan Jantung

Filed in Obat tradisional by on 07/08/2010 0 Comments

Joging dan push up menjadi sarapan Soekir sejak 30 tahun terakhir. Maklum, sebagai staf di Angkatan Darat staminanya mesti terjaga. Setelah purnatugas pada 1992, latihan rutin-ditambah bersepeda-tetap dilakoni untuk menjaga kesehatan. Namun, pagi itu Soekir merasakan kondisi berbeda. Sebelumnya, saat menunaikan solat subuh, keseimbangannya tiba-tiba hilang sehingga ia jatuh terjengkang. Toh, ia memaksakan diri tetap mengayuh sepeda. Sampai di ujung desa, rasa panas menyengat menjalari dada sehingga Soekir memutuskan pulang dan beristirahat.

Soekir, setengah memaksa, mengajak sang suami memeriksakan diri ke rumahsakit. Diagnosis kardiolog menyatakan Soekir mengalami pembesaran otot jantung dan mesti beristirahat total. Setelah 3 hari menjalani rawat inap, lelaki kelahiran 65 tahun silam itu diperbolehkan pulang.

Mengira kondisinya pulih, ia kembali menjalani latihan ala militer di pagi hari. Namun, alih-alih menuai kesehatan, latihan fisik itu malah membuat Soekir ambruk. Akibatnya, 8 hari kemudian ia kembali menghuni ranjang rumahsakit, kali ini sampai seminggu. Keluar dari rumahsakit, istrinya melarang Soekir menjalani latihan berat. Awalnya purnawirawan dari Pusat Pendidikan Topografi Angkatan Darat itu menurut. Sayang, itu hanya berjalan 1 bulan. Soekir berkeras kepala dan kembali menjalani latihan fisik sehingga 2 bulan kemudian ia kembali menghuni rumahsakit selama seminggu.

Nyaris menyerah

Dalam 4 bulan Soekir 3 kali menginap di rumahsakit. Tak cuma lelah fisik, koceknya terkuras senilai sepeda motor keluaran terbaru. Meski demikian, mantan kepala Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, itu belum jua sembuh. ‘Kepala kerap terasa seperti berisi air, badan berat sebelah, dan keseimbangan tubuh hilang tiba-tiba,’ kata Soekir.

Pascaterapi terakhir, Soekir mulai mengurangi aktivitas fisik. Selanjutnya setiap bulan ia harus kembali ke rumahsakit untuk memeriksakan kesehatan. Setiap kali periksa ia mesti merogoh kocek antara Rp350.000-Rp750.000. Dua tahun berselang, Soekir nyaris menyerah. Musababnya, tabungan pensiun habis terkuras.

Menurut dr HM Edial Sanif SpJP FIHA, kardiolog di poliklinik jantung rumahsakit Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, pembesaran jantung tergolong penyakit kardiomiopati alias gangguan otot jantung. Organisasi kesehatan dunia WHO mengklasifikasikan kardiomiopati menjadi 3 jenis: hipertrofik, restriktif, dan dilatasi. Kardiomiopati hipertrofik dipicu kelainan bentuk otot-otot jantung secara genetis. Sedangkan kardiomiopati restriktif disebabkan mutasi sel, penggumpalan protein, atau perubahan bentuk jaringan akibat operasi.

Jenis terakhir, kardiomiopati dilatasi, adalah jenis paling umum. Pemicunya antara lain kecanduan alkohol, infeksi bakteri, sampai efek trauma akibat serangan jantung. Penyebab lain,  aktivitas fisik berlebih. Itu membuat jantung bekerja maksimal memompa darah ke seluruh tubuh. ‘Otot jantung pun membesar untuk mengimbangi tekanan tinggi itu,’ kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Lantaran kerap membesar dan mengecil, lama-kelamaan otot jantung rusak dan melemah.

Menurut  Edial pembesaran jantung umum dialami orang yang terbiasa dengan aktivitas fisik seperti atlet atau anggota militer. Bedanya, jantung atlet membesar karena faktor fisiologis, sedangkan jantung penderita sakit jantung membesar karena penyakit. Namun, jika mereka menghentikan aktivitas fisik mendadak, risiko kematian seketika mengintai. Pasalnya, peredaran darah bakal terganggu sehingga sebagian anggota tubuh tidak memperoleh cukup oksigen.

Nyenyak

Hampir 4 bulan Soekir terkapar menahan sakit, sampai suatu hari ia mendengar khasiat ling zhi dari sebuah acara bincang-bincang di radio. Kebetulan narasumber acara itu-H Parjimo, produsen ling zhi di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo-teman lama Soekir. Segera saja Soekir mengunjunginya. Parjimo memberikan racikan ling zhi, jamur kuping, dan shiitake dalam kapsul. ‘Masing-masing berbeda khasiat,’ kata Parjimo. Ling zhi Ganoderma lucidum kaya antioksidan dan melancarkan suplai oksigen ke darah; jamur kuping Auricularia auricula mengencerkan darah; sedangkan shiitake Lentinula edodes menurunkan kadar kolesterol darah.

Usai Idul Fitri 2009, Soekir mulai mengkonsumsi kapsul itu. Namun, sorenya, di hari pertama konsumsi, ia merasakan pusing luar biasa. Menurut Parjimo, itu kerap dialami konsumen berpenyakit berat saat pertama kali mengkonsumsi ling zhi. Parjimo menyarankan Soekir tidur. Terbukti, setengah jam kemudian pusing sirna dengan sendirinya.

Hari-hari berikutnya, Soekir meminum 3 kapsul setiap hari-pagi, siang, dan sore, masing-masing sebelum makan. Selang 10 hari, istri Soekir melihat perubahan luar biasa. Malam itu-pertama kali dalam 3 tahun-ia tertidur nyenyak seperti bayi dalam buaian. Padahal, ‘Biasanya bisa 3-5 kali terjaga,’ kata Soekir. Selang 4 bulan, Soekir tidak pernah lagi merasakan sakit di dada.

Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, dokter dan herbalis di Tangerang, Banten, ling zhi mempunyai asam ganoderat yang mujarab melenturkan pembuluh dan mengencerkan darah. Makanya Paulus kerap meresepkan ling zhi untuk menghalau masalah kardiovaskular pada pasien usia lanjut. ‘Secara alami kelenturan jaringan berkurang seiring pertambahan usia,’ kata Paulus. Selain itu, kandungan SOD (superoksida dismutase)-enzim antioksidan alami-memperlancar pasokan oksigen untuk jaringan tubuh sehingga degenerasi terhambat.

Mirjana Stajic dari Fakultas Biologi Universitas Belgrade, Serbia, mendapati 100 jenis triterpenoid dan belasan jenis polisakarida dalam ling zhi. Salah satunya selenium. Mineral-yang dalam ling zhi berbentuk garam natrium selenit-itu sangat diperlukan organ-organ vital seperti jantung, ginjal, hati, mata, sampai otak. Organ-organ itu rentan terserang oksidan alias radikal bebas. Kehadiran selenium menjadi ‘pasukan cadangan’ untuk memperbaiki kerusakan oleh oksidan.

Kini Soekir rutin berolahraga setiap pagi. Namun, hanya bersepeda memutari desa. ‘Asal berkeringat dan terkena sinar matahari pagi,’ katanya. Menurut Edial, porsi olahraga untuk orang yang terbiasa dengan latihan fisik mesti dikurangi seiring pertambahan umur. Tidak ada patokan baku, yang penting jangan memaksa diri melampaui batas. (Argohartono Arie Raharjo)

 

Powered by WishList Member - Membership Software