Jakarta Punya Cipedak

Filed in Buah by on 02/08/2013
Terdapat 3 pohon induk berumur di atas 20 tahun

Terdapat 3 pohon induk berumur di atas 20 tahun

Sentra avokad berkualitas di ibukota Jakarta.

Bokas beruntung masih memiliki lahan kosong seluas setengah lapangan voli. Maklum, kepadatan populasi penduduk Jakarta mencapai 18.926 orang per kilometer persegi. Padahal, idealnya hanya dihuni 51—250 orang per kilometer persegi. Wajar bila umumnya halaman rumah penduduk Jakarta rata-rata tak lebih dari 3 m2.

Pria 58 tahun itu  memanfaatkan halaman belakang rumahnya dengan menanam 2 pohon avokad Persea americana. Pria yang tinggal di Kelurahan Srengsengsawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan,  itu juga menanam avokad di samping kanan dan halaman depan rumah masing-masing satu pohon.  Keempat pohon anggota famili Lauraceae itu berumur lebih dari 4 tahun. Tingginya mencapai 2,5 m dan diameter batang sekitar 20 cm.

Saat Trubus berkunjung pada Mei 2013, keempat pohon avokad milik Bokas tengah berbuah lebat. Hampir di setiap cabang bergelayut  2—5 buah. “Di cabang yang tumbuh melewati genting minimal terdapat 50 buah,” ujar Bokas sambil menunjuk cabang sebuah pohon yang menjulang ke atas genting. Menurutnya dari setiap pohon ia memanen hingga 200 kg buah per tahun.

Sentra

Di Kampung Cipedak pemandangan serupa bukan hanya di rumah Bokas. Hampir di setiap halaman rumah di sana tumbuh pohon avokad, walaupun beberapa rumah hanya memiliki halaman 1 m2. Menurut tokoh budaya Betawi di Kampung Cipedak, Jazuri, SE, hingga saat ini tumbuh sekitar 600 pohon avokad berumur minimal 2 tahun yang sudah rutin berbuah. Di sana avokad berbuah terus-menerus karena penanaman tidak serempak. “Namun, panen paling banyak pada April—Mei,” ujarnya. Dari populasi itu menghasilkan setidaknya 60 ton avokad setiap tahun.

Di Cipedak avokad tumbuh di pekarangan

Di Cipedak avokad tumbuh di pekarangan

Namun, seluruh hasil panen tidak pernah sampai ke pasaran. “Biasanya saat panen langsung habis karena sudah dipesan konsumen dari warga di sekitar Cipedak dan pedagang buah dari luar Jakarta,” ujar Jazuri. Avokad dari Cipedak memang tergolong istimewa. Daging buah berwarna kuning mentega. Saat Trubus mencicipi, rasa daging buah pulen, lezat, serta tanpa  serat dan rasa pahit, meski disantap segar tanpa diolah menjadi jus. Ukuran buah juga tergolong jumbo. Dalam sekilo avokad terdapat 2—3 buah.

Warga Kampung Cipedak terdorong menanam avokad berkat upaya Jazuri yang rutin mengampanyekan penghijauan sebagai salah satu budaya Betawi pada 2005. Ia memilih komoditas avokad karena buah itu sangat melekat dalam budaya warga asli Jakarta itu. Sebagai sumber bibit Jazuri bekerja sama dengan Mesir yang memproduksi bibit tanaman kerabat kayu manis itu. Mesir, memperbanyak bibit avokad dari pohon induk milik Sarmidi berumur 21 tahun sejak 1999.

Semula warga enggan menanam avokad karena mereka sudah menanam belimbing sebagai tanaman pekarangan. Namun, beberapa warga mulai tertarik menanam setelah Nurhayati, istri Sarmidi, berkali-kali membagi-bagikan masing-masing

4—5 buah avokad hasil panen dari ketiga pohon miliknya kepada 20—30 tetangga. Upaya itu membuahkan hasil. Beberapa tetangga tertarik menanam. Tetangga yang lain ada juga yang hanya memesan buah. Contohnya Hj Rohaya. Setiap kali musim panen, ia bisa memesan hingga 20 kg avokad. “Kalau tidak pesan bisa kehabisan karena diborong tetangga lain dan pelanggan dari luar Jagakarsa,” katanya. Rohaya membeli avokad sebanyak itu sebagai buah tangan khas Cipedak untuk kerabatnya yang berkunjung.

 

Ketebalan daging buah mencapai 2 cm dan citarasa legit

Ketebalan daging buah mencapai 2 cm dan citarasa legit

Mudah

Kini avokad cipedak mulai sohor ke beberapa daerah. “Saya beberapa kali kedatangan para pelancong yang berkunjung hanya untuk membeli avokad dari Cipedak,” ujar Jazuri. Tanaman anggota famili Lauraceae itu kini juga menjadi sumber pendapatan tambahan warga kampung Cipedak. Maklum, harga jual avokad cipedak tergolong premium, yakni mencapai Rp15.000 per kg. Harga itu dua kali lipat harga avokad biasa yang dijual di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur.

Apalagi merawat avokad relatif mudah. Saat menanam, cukup berikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar untuk menggemburkan tanah.  Selanjutnya cukup siram setiap hari. Beberapa warga sering kali menyiramkan air cucian beras. Menurut dosen Kesuburan Tanah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Dr Ir Ani Yuniarti MP, air beras mengandung fosfor, kalium, dan kalsium yang baik pertumbuhan bunga dan buah. Sementara kalsium untuk menetralkan tanah yang masam. “Kebanyakan tanah di Indonesia masam karena tingkat curah hujan tinggi,” kata Ani.

Pada kondisi pH netral, maka unsur hara yang tersedia dalam tanah atau nutrisi tambahan dari pupuk, akan diserap tanaman secara optimal. Ani menyarankan sebaiknya warga tetap menambahkan pupuk seperti kompos untuk memperbaiki sifat tanah. “Umumnya tipe tanah di Jakarta adalah ultisol yang memiliki pH masam. Tanah masam biasanya miskin hara,” kata Ani. Selain perawatannya mudah, warga Cipedak tertarik untuk menanam karena avokad itu tahan serangan ulat. Menurut kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT IPB), Sobir PhD, kemungkinan avokad itu mengandung enzim antiprotease. Jika enzim itu masuk ke tubuh hama, ulat tidak bisa mengurai protein yang dibutuhkannya untuk berkembang biak.

Popularitas avokad cipedak turut mendongkrak permintaan bibit. Menurut Mesir, hingga kini permintaan bibit datang dari berbagai daerah seperti Sumedang, Manado, Surabaya, Lampung, Padang, dan beberapa kota di Kalimantan Timur. Avokad dari Cipedak kini juga berkembang di Kota Depok, Jawa Barat. Pada 2004, H Yunus Junaedi SPd MM, menanam avokad cipedak. Buah dari pohon itu ternyata mendapat sanjungan dari beberapa kerabat, kolega, dan konsumen yang pernah mencicip buahnya. Ia lalu memperbanyak dan memberi nama avokad cipedak itu avokad miki (baca: Miki Rajin Berbuah, Trubus edisi September 2010). Miki kini juga sohor sebagai avokad berkualitas. Siapa sangka avokad itu berasal dari kota metropolitan DKI Jakarta. (Pressi Hapsari Fadlilah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software