Jak Aqua Zoo 2009 Warna Kombinasi di Takhta Tertinggi

Filed in Ikan hias by on 01/12/2009 0 Comments

Keempat juri sepakat dengan keunggulannya. “Saya memilih ikan yang paling bagus menurut selera pribadi,” kata Hermansyah, salah satu juri. Menurut juri dari Komunitas Kota Bambu Slipi (Kobapi) itu, semua ikan yang tampil pada pemilihan GC adalah juara kelas dan hampir bisa dipastikan ikan bagus. Namun, pada tahap itu masih terjadi adu mental dan stamina ikan. Maklum, pemilihan GC dilakukan di akhir lomba. Padahal, ikan sudah bertanding sejak tengah hari.

Juri lain, Edi Sudrajat, melihat dari sisi berbeda. “Bukaan sirip, mental bertanding, dan ukurannya mengagumkan,” tuturnya. Menurutnya tidak banyak halfmoon berukuran di atas 5 cm yang mampu membuka penuh siripnya. Makanya ia memilih warna kombinasi sebagai GC. Pilihannya diamini juri lain—Arif SL dan Mustafa Kamil.

Sengit

Pada kategori plakat, warna kombinasi mencoba unjuk gigi. Namun, ikan kebanggaan Gerot Farm asal Yogyakarta itu dihadang juara warna dragon. Dengan corak bersih mengkilap dan mental prima, warna dragon mempesona juri. Peruntungan pun berbalik memihak kepadanya. Ditambah lagi, juri melihat sedikit cacat di sirip perut warna kombinasi. “Sangat kecil, baru terlihat dengan lampu senter,” kata Arif SL, juri dari Bekasi, Jawa Barat. Akhirnya GC digondol warna dragon.

Di kategori serit, tampil juara warna dasar merah melawan juara warna dasar hitam pada perebutan gelar tertinggi. Keduanya sama-sama menawan dengan warna solid dan serit rapi. Namun, warna dasar hitam punya mental bertanding yang lebih prima. Terbukti saat sekat antarakuarium dibuka, ia sangat agresif dan lincah. “Ngedok-nya sempurna meskipun sudah bertanding sejak tengah hari,” kata Mustafa Kamil. Akhirnya warna dasar hitam didaulat sebagai GC kategori serit.

Kontes yang digelar pada 25 Oktober 2009 di Blok M Square itu diikuti 259 ikan. Selain dari Jakarta, peserta datang dari Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, sampai Pekanbaru, Riau. “Banyak yang menjadikan kontes kali ini sebagai percobaan menghadapi kontes internasional minggu depan,” kata Purnomo, ketua panitia. Kaisar United, klub asal Tangerang, Provinsi Banten, meraih 12 gelar juara dari 23 kelas yang dilombakan dan tampil sebagai juara umum.

Permatahijau

Seminggu sesudahnya, pada 30 Oktober—1 November di ITC Permatahijau, Jakarta Selatan, digelar kontes cupang bertaraf internasional. Kontes itu diikuti 605 ikan, dengan 495 di antaranya berasal dari tanahair. Peserta luar negeri yang terbanyak mengirimkan ikan adalah Singapura dengan 77 ikan. Sisanya, 19 ikan dari Thailand, 10 ikan dari Filipina, dan 4 ikan dari negeri jiran Malaysia. “Ikan yang berlaga lebih berkualitas ketimbang tahun kemarin,” tutur Yonowijaya, ketua panitia.

Sebagai juara umum kembali tampil Kaisar United dengan menggondol 17 tropi, salah satunya tropi best of division kategori plakat. Pada perebutan best in show, best of division halfmoon bertanding dengan best of division crowntail. Voting mesti dilakukan karena, “Pada tahap itu semua yang tampil pasti bagus sehingga tidak bisa dinilai poinnya,” kata Martinus Johan-Mosi, salah satu juri. Akhirnya gelar tertinggi diraih halfmoon setelah unggul suara 4:1. (A. Arie Raharjo)

 

 

^ GC halfmoon di Jak Aquo Zoo

> GC plakat di Jak Aquo Zoo

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software