Itik Tanpa Rontok Bulu

Filed in Satwa by on 02/05/2013 0 Comments

drh Irma Safitri MSi, serum antiprolaktin bekerja  mempersingkat masa rontok bulu pada itik menjadi hanya seminggu. Sebelumnya mencapai 2—3 bulanNol.

Itu produktivitas itik betina petelur ketika mengalami periode moulting atau rontok bulu. Selama ngurak itik berhenti menghasilkan telur. Satu kali periode rontok bulu terjadi selama 3 bulan. Keruan saja peternak kelabakan. “Saat itik mengalami rontok bulu praktis tidak menghasilkan telur sebutir pun,” kata Ahmad Fanani, peternak di Desa Rajagaluh, Kecamatan Rajagaluh,  Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Artinya rupiah yang masuk ke kantong pun terhenti. Namun Wahjudi, peternak itik di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bisa mempersingkat masa rontok bulu yakni cukup satu minggu.

Selama hidupnya itik mengalami 3 periode ganti buluSatu minggu? Percepatan signifikan itu karena peternak menggunakan metode mencegah rontok bulu hasil riset drh Erma Safitri MSi, anggota staf pengajar Departemen Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya. Riset di bawah bimbingan Prof Dr drh Ismudiono dan Prof drh Fedik Abdul Rantam DEA menemukan cara mencegah rontok bulu dengan menyuntikkan serum antiprolaktin pada itik.

Cegah prolaktin

Menurut Prof Dr Ir Argono Rio Setioko MScAgr, ahli unggas di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Jawa Barat, rontok bulu merupakan proses alamiah pada unggas pascabertelur.  Lamanya bervariasi antara 2—3 bulan. “Pada saat itu itik tidak bertelur sama sekali,” kata Ir Elly Tugiyanti MP dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Selama hidupnya itik mengalami 3 kali periode ngurak, yakni pada umur 6—12 bulan, 24 bulan, dan 30—32 bulan.  Bagi peternak rontok bulu merugikan karena selama ngurak itik tetap mendapat pakan tapi tidak menghasilkan telur.

Untuk mengatasi rontok bulu peternak melakukan berbagai cara. Misal dengan memuasakan itik selama 3 hari atau membatasi dosis pakan selama 21 hari. Selama masa itu jumlah pakan dan air dikurangi hingga 50—60%. Pada unggas lain seperti ayam ras petelur dan ayam arab, ternak dipuasakan selama 4—6 hari dan pembatasan pakan selama 30 hari. Cara lain dengan membatasi asupan nutrisi berupa protein, kalsium, dan natrium pada pakan. Lewat cara tersebut masa rontok bulu bisa dipercepat 1—1,2 bulan lebih awal  dan itik bisa kembali berproduksi. Metoda lain melalui pemberian obat antiovulasi seperti metalibur untuk mempercepat masa ranggas.

Namun, menurut Erma pembatasan pakan atau membuat itik puasa berdampak buruk bagi ternak. Dalam jangka panjang itik menjadi stres sehingga fungsi kekebalan tubuh turun. Akibatnya itik mudah terserang penyakit misal Salmonella enteritidis. Bakteri itu sangat berbahaya karena bersifat zoonosis sehingga dapat menular kepada manusia yang mengonsumsi daging atau telur itik. “Pembatasan pakan atau minun untuk mengatasi ngurak dilarang American Veterinary Medical Association (AVMA) sejak 2000,” kata Erma.

Kondisi itu mendorong Erma meriset cara aman mencegah rontok bulu pada unggas. Erna menyebutkan ngurak terjadi karena tingginya kadar hormon prolaktin dalam darah unggas. “Tingginya kadar hormon tersebut menyebabkan terjadinya regresi ovarium,” katanya. Regresi ovarium atau pengecilan ovarium yang terjadi pada masa ngurak itu otomatis menyebabkan unggas mogok bertelur. Menurut penelitian Erma, kadar hormon prolaktin pada itik yang mengalami fase ngurak  mencapai 2,5 kali lipat dibanding fase bertelur. Kadar hormon prolaktin saat bertelur mencapai  433,2 ng/ml, saat ngurak hingga 1.609,8 ng/ml.

Prolaktin merupakan hormon protein dengan berat molekul 24—27 kDa dan memiliki kandungan asam amino sebanyak 199.  Dengan berat molekul lebih besar dari 10.000 Da (1 kDa= 1.000 Da), prolaktin tergolong bahan bersifat immunogen. Pemberian dari luar hormon itu secara berulang pada ternak dapat menginduksi timbulnya Antiodi poliklonal antimoulting (Abpo-AM).  “Serum antimoulting itulah yang disuntikkan pada unggas guna menetralisir kinerja prolaktin dalam darah,” ungkap Erma.  Rontok bulu terhambat dan produksi telur kembali normal.

Injeksi serum dilakukan  pada muskulus pectoralis yang terletak di daerah dada. Peternak bisa melakukan sendiri karena mirip melakukan vaksinasi. Dosis pemberian berkisar 0,02—0,08 ml tergantung bobot tubuh itik. Perlakuan cukup sekali begitu itik mengalami rontok bulu. Dalam waktu satu minggu bulu primer, sekunder, dan aksial tumbuh di sayap. Setelahnya aktivitas ovarium kembali normal, itik kembali bertelur. Jumlah telur sama dibanding normal.

Risiko

Hasil riset Erma juga membuktikan tokcernya penggunaan serum antiprolaktin pada ayam arab. Seperti itik, ayam petelur  unggul itu juga mengalami tiga kali fase rontok bulu selama hidupnya. Pertama umur 14—16 bulan, 24 bulan, dan 30—32 bulan. Proses rontok bulu terjadi selama 60—75 hari.  Pada ayam arab petelur kadar prolaktin ayam moulting 4 kali lipat lebih tinggi dibanding fase bertelur. Sementara pada ayam ras petelur kadar prolaktin 3 kali lipat lebih tinggi dibanding normal. Dosis pemberian serum antiprolaktin 200 mikrogram per liter (setara 0,02 ml) per ekor. Pemberian cukup sekali. Sepekan kemudian ayam arab bisa kembali bertelur.

Menurut Prof Dr drh Ismudiono, guru besar Ilmu Fisiologi Reproduksi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya, cara mempersingkat masa ngurak dengan memanfaatkan serum antiprolaktin merupakan terobosan jitu untuk meningkatkan produktivitas unggas. “Cara ini lebih manusiawi dibanding menyiksa hewan lewat jalan pemuasaan ataupun pembatasan pakan,” ujarnya. Erma menuturkan berdasarkan hasil penelitian dalam seekor ayam petelur terdapat 2.000—3.000 butir calon telur. “Padahal selama ini produksi terbaik pada layer (ayam petelu, red) adalah 280 butir telur per tahun,” tuturnya. Jika masa produksi 1,5 tahun, maka total jenderal hanya dihasilkan 420 butir telur.

Hasil riset Erma menunjukkan manusia aman yang mengonsumsi telur atau daging unggas yang disuntik serum antimoulting. Sebab serum antimoulting yang disuntikkan pada unggas yang mengalami rontok bulu sejatinya berasal dari unggas itu sendiri.  Menurut Erma perlakuan serum antiprolaktin menguntungkan buat peternak. Sebab biayanya rendah tapi hasilnya tinggi.  Biaya sekali pemberian serum Rp500—Rp1.000 per ekor. Sementara produksi telur kembali normal. Agar lebih memudahkan peternak, Erma berencana meriset asupan serum antiprolaktin lewat minuman ataupun pakan unggas. (Faiz Yajri, kontributor lepas Trubus di Jakarta)

FOTO:

  1. Selama hidupnya itik mengalami 3 periode ganti bulu
  2. drh Irma Safitri MSi, serum antiprolaktin bekerja  mempersingkat masa rontok bulu pada itik menjadi hanya seminggu. Sebelumnya mencapai 2—3 bulan
  3. Satu minggu setelah suntik itik dapat menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan day old duck (DOD) yang tinggi saat ini
  4. Penyuntikan serum antimoulting berguna untuk menetralisir  prolaktin dalam darah sehingga rontok bulu terhambat
  5. Ayam arab mendapat dosis serum antiprolaktin 200 mikrogram/ekor
 

Powered by WishList Member - Membership Software