Irwan Hidayat: Jamu Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Filed in Majalah, Topik by on 30/03/2020

Direktur Pemasaran PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat.

Pandemi infeksi pernapasan CoViD-19 akibat virus SARS-CoV-2 meneror dunia. Perkembangan terjadi dalam hitungan hari, bahkan jam. Pada 18 Maret 2020 pukul 16.30 WIB, laman maya worldometers menyatakan 199.470 kasus korona dengan korban meninggal 7.997 jiwa dan 82.812 penderita berhasil pulih. Wartawan Trubus Argohartono Arie Raharjo berkesempatan berbincang dengan direktur pemasaran produsen herba terkemuka tanah air PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana pandangan Anda sebagai pelaku industri jamu terhadap perkembangan pandemi korona?

Korona tidak pandang bulu, siapa saja bisa terjangkit. Bisa karyawan saya, saya sendiri, bahkan presiden pun bisa terserang penyakit itu. Korban meninggal sudah ribuan orang. Kondisi itu mendatangkan kesedihan bagi banyak orang. Itu sebabnya kita semua harus berhati-hati.

Adakah produk Sido Muncul yang efektif menanggulangi korona?

Kami meracik produk menggunakan berbagai bahan herba seperti temulawak, jahe, kencur, pegagan, kayumanis, atau cabai jamu. Dasarnya adalah saya yakin terhadap khasiat jamu, khususnya temulawak dan kunyit untuk meningkatkan kinerja lambung dan hati. Lambung salah satu pemroses vital dalam tubuh. Kalau pemrosesnya baik, semua menjadi seimbang. Kalau tubuh seimbang, kesehatan pun terjaga. Demikian juga kinerja sistem kekebalan tubuh. Secara alami bakteri maupun virus berada dalam tubuh, tapi selama kekebalan tubuh baik orang tidak sakit.

Sekali lagi saya tekankan bahwa korona bisa menyerang siapa saja. Saya tidak berani mengatakan dengan konsumsi produk Sido Muncul seseorang pasti menjadi kebal virus korona. Banyak orang yang kekebalan tubuhnya baik seperti beberapa olahragawan dunia nyatanya terkena korona. Pemicunya karena mereka terpapar oleh penderita. Sementara orang yang kekebalan tubuhnya biasa saja justru sehat karena mereka menghindarkan diri dari keramaian atau konsisten menggunakan alat pelindung.

Apakah ada riset ilmiah yang membuktikan khasiat suatu produk?

Obat-obatan alam memang mempunyai khasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, mekanismenya berbeda dengan bahan farmasi modern. Beberapa produk Sido Muncul, seperti Tolak Angin, meningkatkan kekebalan tubuh. Kami punya bukti bahwa Tolak Angin meningkatkan populasi sel T dalam darah. Uji toksisitas juga membuktikan konsumsi produk itu sebanyak 2—4 bungkus selama 220 bulan tidak memicu kerusakan pada hati atau ginjal. Tapi tidak khusus untuk mencegah apalagi menyembuhkan korona.

Banyak pemberitaan menyatakan herbal Nusantara, termasuk yang menjadi bahan baku berbagai produk Sido Muncul, bisa menjadi alternatif mencegah korona. Adakah pengaruh pemberitaan-pemberitaan itu terhadap penjualan produk?

Mungkin ada peningkatan, tapi kami tidak lantas menjadi gembira dengan hal itu. Penyakit korona itu tragedi dunia yang menimbulkan korban jiwa. Dampak sosial ekonominya luar biasa. Saya pribadi prihatin dan sedih. Makanya kami coba tawarkan produk kami sebagai alternatif solusi. Dasarnya kami yakin bahwa produk kami bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu terbukti jauh sebelum terjadinya pandemi korona. Tapi kami tidak mengklaim apa pun. Ketika ada pihak lain yang menemukan solusi, kami ikut bergembira. Ketika produsen lain menawarkan produk berbahan salah satu herbal mampu meningkatkan kekebalan tubuh, saya pribadi bersyukur.

Pemberitaan serupa berefek terhadap peningkatan penjualan bahan herbal di pasar. Harganya pun melonjak dramatis. Apakah kondisi itu memengaruhi pasokan bahan baku Sido Muncul?

Tidak. Kami bekerja sama dengan petani binaan di berbagai daerah antara lain Kabupaten Wonogiri, Surakarta, Karanganyar, ada juga petani-petani di sekitar pabrik. Beberapa jenis herba kami dapatkan dari Madura atau Padang karena memang ketersediaannya lebih banyak di sana. Tapi dalam pandangan saya, dalam perdagangan herbal pun berlaku hukum pasar. Kenaikan harga pasti terjadi seiring peningkatan permintaan. Justru kalau dengan harga tinggi itu petani menjadi untung karena mengalami kenaikan harga beli, malah bagus.

Berbagai bahan herbal terbukti aman dikonsumsi sejak nenek moyang. Mengapa Sido Muncul masih tetap menguji?

Tujuan utamanya meningkatkan keyakinan kami terhadap produk sendiri. Bermodalkan hasil pengujian itu, kami yakin bahwa kami membuat produk yang berkhasiat, bukan meracuni. Tapi belum tentu juga mengobati. Produk sari kunyit misalnya, pengujiannya menunjukkan bahwa produk itu efektif menurunkan asam lambung. Bukan mengobati gangguan mag. Kalau setelah konsumsi sari kunyit asam lambungnya menjadi normal sehingga gangguan mag reda, ya bagus. Ingat bahwa pemicu gangguan mag bermacam-macam. Ketika salah satu pemicu itu hadir, gangguan mag bisa saja muncul lagi.

Saya mengacu kepada kaidah farmasi yang menuntut adanya pembuktian. Walaupun rimpang herbal asli Indonesia itu terbukti aman. Kunyit, temulawak, lengkuas, atau jahe tiap hari tersedia di pasar. Siapa saja bisa membeli, mengolah, atau mengonsumsi. Tidak ada aturannya. Pemerintah juga tidak membatasi penjualan maupun konsumsi kunyit. Mau makan sehari sekilogram pun bisa. Tapi, kalau bisa membuktikan secara ilmiah, saya memilih melakukan pembuktian.

<script data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″ async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>

Jamu bukan produk populer dunia. Pembuatan jamu mengharuskan semuanya dilakukan sendiri. Teknik ekstraksi, peracikan, pengemasan, maupun berbagai pengujian harus meriset sendiri. Pembuatan produk suplemen populer jauh lebih mudah. Mengapa Sido Muncul memilih jamu?

Anugerah Tuhan berupa tanah subur membuat kita terlena. Budaya kita selalu mengolah segar. Semua teknik pengawetan, baik itu dengan membuat manisan atau asinan saja datang dari negeri lain. Akibatnya ketika ruang makin sempit seperti sekarang, kita mengalami kelangkaan banyak bahan alam. Saya mempunyai obsesi pribadi bahwa tahun mendatang semua orang Indonesia sehat. Saya ingin mengajak orang Indonesia mengonsumsi produk Indonesia dengan membuat jamu berbahan asli negeri ini. Kalau membuat produk dengan lisensi mancanegara, ada uang kita yang mengalir kepada pemegang lisensi dari tiap produk yang terjual.

Kalau kita membuat sendiri, kita menyehatkan masyarakat kita sendiri. Pendapatannya pun tidak mengalir kepada orang di luar negeri. Kemampuan membuat jamu itu menjadi keahlian banyak masyarakat kita. Dengan konsumsi jamu, kita membuktikan bahwa kita mencintai dan mengonsumsi produk sendiri.

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software