Inspirasi dari Vannamei

Filed in Majalah, Topik by on 01/11/2019

Tambak udang menjadi inspirasi Joko Pramugar memakai kincir air pada budidaya nila di kolam air tawar.

Perebutan air antara petani dan pembudidaya ikan kerap terjadi di Dusun Santan, Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi itu membuat Joko Pramugar berpikir keras. “Saya harus mulai membudidayakan nila dengan air berdebit kecil, tapi hasilnya optimal,” kata Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Santan Mina Lestari itu. Saat itu ia belum mengetahui cara merealisasikan rencana itu.

Pada November 2017 Joko jalan-jalan ke daerah pesisir di Bantul dan Kulonprogo. Saat itu ia menyaksikan tambak udang vannamei dengan kincir yang terus berputar. “Di sana tidak ada debit air besar, tapi produksinya tinggi. Mungkin karena kincir. Jika saya terapkan di kolam air tawar pasti ada hasil signifikan,” kata pembudidaya nila sejak 2014 itu. Sayangnya, latar belakang pendidikan Joko bukan perikanan.

Ia pun kesulitan menentukan bagus tidaknya kincir untuk kolam air tawar. Joko lalu mencari informasi ke hampir 10 orang praktisi perikanan. Bahkan ia juga menemui salah satu dosen departemen perikanan di Univeristas Gadjah Mada (UGM). Kebetulan sang dosen mesti menemani mahasiswa mengambil data di tambak udang. Joko pun bergabung bersama rombongan dari UGM.

“Saya bertanya semua hal terkait kincir seperti fungsi utama dan jumlah kincir ideal,” kata pria berumur 39 tahun itu. Setelah mendapatkan semua informasi, Joko bingung menerapkannya pada budidaya nila. Sebab semua data itu untuk budidaya udang. Akhirnya ia menyimpulkan 1 kincir bisa meningkatkan 1—1,5 ton ikan. Pada awal 20017 ia pun membeli satu unit kincir.

Joko menargetkan hasil panen 2 ton dari semula hanya 1 ton dari kolam 800 m². Selang 3 bulan, prediksi Joko “meleset”. Hasil panen bukan 2 ton, tapi 2,5 ton. “Saya senang dengan hasil panen itu,” kata pria kelahiran kelahiran Sleman itu. Peningkatan hasil panen nila milik Joko yang lebih dari100% tersebar ke pembudidaya ikan lainnya. Kini penggunaan kincir pada budidaya nila makin berkembang. Bahkan inovasi itu menjadi program kerja Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3), Kabupaten Sleman. (Riefza Vebriansyah)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software