Indo Aquaculture 2010 Menuju yang Terbesar

Filed in Ikan konsumsi by on 04/11/2010 0 Comments

Lonjakan produksi hingga 300%  itu sebagai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai penghasil ikan terbesar dunia pada 2015. Sebab itu tak heran Balai Budidaya serta Dinas Kelautan dan Perikanan dari seluruh penjuru tanahair hadir pada acara yang diselenggarakan pada 4 – 6 Oktober 2010 itu.

Mayoritas memang menampilkan ikan konsumsi yang tengah menjadi tren saat ini seperti lele Clarias sp, nila Oreochromis niloticus, dan ikan mas Cyprinus carpio. Trubus juga menyaksikan banyak stan memamerkan ikan konsumsi lokal setempat yang kini tengah digenjot budidayanya. ‘Kami menampilkan bawal bintang yang sekarang mulai ramai dibudidayakan peternak di Batam,’ kata Romi Novriadi, peneliti dari Balai Budidaya Laut Batam.

Hibrida kerapu

Yang juga menampilkan potensi lokal setempat adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana tengah dikembangkan budidaya ikan tengadak Barbonymus schwanenfeldii  sebagai ikan konsumsi spesifik lokal asal daerah itu. Pun Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Mandiangin di Kalimantan Tengah yang sukses memijahkan belida Chitala lopis. Belida berdaging gurih untuk bahan baku pempek itu memang sudah mulai sulit dijumpai di alam. ‘Balai kami sudah bisa memijahkan dan membesarkan belida. Ini menjadi peluang bagi yang ingin beternak,’ ujar Euis Ema Hermati, staf Standarisasi dan Informasi BBAT Mandiangin itu.

Menurut Ir Heru Wibowo MM, kepala Produksi Balai Budidaya Air Payau  (BBAP) Situbondo, timnya sudah berhasil melakukan penyilangan antara kerapu macan Epinephelus fuscoguttatus dan kertang E. lanceolatus. Hasil hibridisasi yang diberi nama kerapu cantang itu cukup istimewa. Selain warnanya indah, kombinasi hitam dan putih, pertumbuhan cantang juga lebih cepat. ‘Dalam 8,5 bulan mencapai bobot 1 kg,’ kata Heru. Cantang juga lebih tahan penyakit.

Balai Besar Pengembangan Budidaya Lampung juga memamerkan cobian Rachycentron canadum. Ikan laut konsumsi yang di kalangan pemancing dikenal sebagai gabus laut itu memiliki potensi ekspor besar ke Jepang. Di negeri Sakura itu cobia menjadi salah satu bahan baku alternatif sashimi di luar ikan tuna. Perhelatan Indo Aquaculture 2010 yang menampilkan 102 anjungan itu ditutup secara resmi oleh Made L Nurjana,  Dirjen Perikanan Budidaya KKP. Sampai Jumpa di Indo Aquaculture 2011 di Makassar, Sulawesi Selatan. (Dian Adijaya S)

 

Powered by WishList Member - Membership Software