Imun Kuat Berkat Jiwa Sehat

Filed in Majalah, Topik by on 12/05/2020

Mengonsumsi makanan bernutrisi seperti aneka buah menjaga sistem imunitas tubuh.

 

Menjaga kesehatan jiwa dan mengonsumsi pangan bernutrisi beberapa modal utama menjalani masa pandemi Covid-19.

Pepatah Latin men sana in corpore sano dan penggalan lagu Indonesia Raya yang berbunyi bangunlah jiwanya, bangunlah badannya memiliki persamaan. Keduanya menggambarkan adanya kaitan antara jiwa yang kuat dengan badan sehat. Pemberitaan Corona virus disease-19 (Covid-19) tiada henti dan belum adanya obat untuk mengatasi pandemi itu berpotensi mengancam kesehatan psikis masyarakat seperti stres.

Menenggak minuman beralkohol berpotensi memunculkan penyakit kronis.

Dampaknya sistem imunitas tubuh pun bisa menurun. Alasannya kesehatan jiwa memengaruhi kondisi sistem kekebalan tubuh yang berperan sebagai salah satu penghalau infeksi virus. Stres merupakan reaksi seseorang dalam menyesuaikan diri secara fisik dan psikis saat menghadapi perubahan lingkungan. Ketika seseorang stres terjadi peningkatan kortisol—hormon stres—untuk mempersiapkan diri melawan situasi yang dianggap memicu stres.

Tingkatkan imunitas

Selanjutnya kortisol mencetuskan pengeluaran zat-zat kimia dalam sistem tubuh untuk meningkatkan pembentukan energi sebagai respons perlawanan terhadap stres. Peningkatan denyut nadi dan pencernaan terganggu beberapa gejala yang muncul akibat stres. Berbarengan dengan itu meningkat juga jumlah radikal bebas sehingga peradangan dalam tubuh pun bertambah.

Hal itulah yang menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatnya risiko berkembangnya penyakit kronis akibat peradangan berkelanjutan dalam tubuh. Jadi, kelola stres dengan baik. Caranya lakukan latihan relaksasi, hobi, atau kegiatan bermanfaat bersama orang terdekat. Menyeleksi informasi dari berbagai media sosial juga bermanfaat mengurangi kecemasan.

Carilah informasi bermanfaat dari sumber terpercaya seperti laman resmi pemerintah. Mengikuti kegiatan pelatihan dan pengembangan diri dari rumah juga meningkatkan pemahaman dan optimisme dalam menghadapi masa sulit. Bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah merupakan bentuk pengorbanan yang dapat membantu berbagai pihak. Selain itu membantu orang melalui sumbangan turut berperan meningakatkan optimisme bahwa kondisi saat ini dapat dilewati bersama.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Menyadari penyebab stres merupakan hal penting untuk mengatasi stres. Berkonsultasilah kepada psikiater, psikolog, atau terapis jika stres menimbulkan gangguan dalam berkegiatan sehari-hari termasuk relasi dengan orang lain. Selain mengelola stres, cara lain menjaga kesehatan jiwa selama pandemi Covid-19 yakni berolahraga teratur. Meningkatkan stamina dan sistem imunitas merupakan manfaat berolah raga.

Meningkatkan stamina dan sistem imunitas merupakan manfaat berolah raga.

Selain itu olah raga pun menurunkan kadar stres karena timbulnya dopamin dan endorfin. Kedua zat itu dapat meningkatkan perasaan nyaman dan bahagia, membuat otot-otot menjadi lebih relaks, membantu tidur lebih lelap, dan meningkatkan motivasi diri. Lakukan olah raga ringan seperti berjalan, berenang, dan aerobik selama 20—30 menit setiap hari.

Makanan bernutrisi

Berinteraksi dengan sehat dan membangun pun perlu dilakukan agar kesehatan jiwa tetap prima. Misal melakukan kegiatan berkualitas atau menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga dan orang terdekat. Melakukan kontak sosial dapat memberikan penguatan dan dukungan antarindividu serta solusi dari suatu masalah. Cara lain menjaga imunitas yakni mengurangi asupan zat berbahaya seperti merokok, menenggak minuman beralkohol, dan menggunakan obat berlebihan.

Semua itu bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh. Yang paling parah jika ketiga aktivitas itu dilakukan dalam jangka panjang dapat meningkatkan kerusakan otak khususnya daerah dorsolateral prefrontal korteks. Artinya orang itu kehilangan fungsi kontrol diri, perencanaan, menilai hasil kerja, dan daya ingat. Masing-masing zat juga memiliki efek samping lain yang juga berperan dalam pembentukan penyakit kronis.

Selain menghindari asupan zat berbahaya, memiliki tidur berkualitas pun menjaga sistem kekebalan tubuh. Tubuh mengeluarkan senyawa melatonin yang berguna memperbaiki sistem imunitas dan merangsang perbaikan sel-sel tubuh. Manfaat lainnya yaitu meningkatkan kekebalan psikis dalam menghadapi situasi penuh tekanan. Anjuran tidur terbaik 7—9 jam per hari agar kekebalan tubuh terjaga.

Tip lain menjaga sistem kekebalan tubuh yakni menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Paparan berlebihan dari bakteri dan virus turut menurunkan sistem imunitas. Mengonsumsi makanan bernutrisi seperti probiotik dan prebiotik, aneka rimpang, sayuran dan buah, serta makanan laut pun menjaga sistem kekebalan tubuh. (dr. Soeklola, M.Si(Herbal)., Sp.K.J., psikiater di Rumah Sakit Grha Kedoya, Jakarta Barat)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software