Ikan Nila Aeromonas pun Bablas

Filed in Majalah, Satwa by on 24/05/2020

Ikan nila yang sehat dihasilkan dari manajemen budidaya yang baik.

 

Ekstrak kulit buah naga ampuh melawan penyakit akibat bakteri.

Ikan nila menyendiri di sudut kolam dan tak aktif berenang. Sirip-siripnya koyak dan matanya seperti melotot. Peternak di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Pandu Sujatmoko hafal betul, itu gejala serangan penyakit akibat Aeromonas hydrophila. Serangan penyakit itu mengakibatkan kematian 5—10% di kolam Pandu. “Kolam saya airnya dari sumber langsung dan mengalir terus. Jadi, serangannnya tidak begitu tinggi,” ujar peternak ikan sejak 1998 itu.

Ir. Heny Suprastiyani, M.S. meneliti ekstrak kulit buah naga untuk Aeromonas hidrophyla sejak 2018.

Menurut ahli penyakit ikan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Brawijaya, Ir. Heny Suprastiyani, M.S., gejala itu memang ciri serangan A. hydrophila. “Gejalan lainnya seperti ada bercak-bercak merah pada sirip ikan dan siripnya menjadi rusak,” ujarnya. Jika tak tertangani, penyakit itu mampu merugikan peternak ikan hingga 80%. Celakanya, penyakit itu menyerang sejak dari benih.

Kulit buah

Menurut Heny sejatinya bakteria Aeromonas sudah ada di air kolam. Namun, bakteri itu akan mengganas ketika manajemen kolam terutama sirkulasi air dan pakan tak baik. “Sisa pakan dan kotoran ikan di dalam kolam membuat kondisi air banyak amoniak. Hal itu membuat lingkungan ikan menurun dan kesehatan ikan terancam,” ujar alumnus Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada itu.

Peternak ikan nila berupaya mengatasi penyakit akibat bakteri A. hydrophila. Adapun pencegahan dengan memperbaiki sirkulasi air. Nila di kolam bersikulasi bagus, tingkat serangannya lebih rendah . “Susah mencari obat untuk mengatasi serangan penyakit itu,” kata Pandu. Kini peternak Oreochromis niloticus seperti Pandu tak perlu resah.

Heny Suprastiyani menemukan cara mengatasi penyakit mematikan itu dari limbah. “Saya melihat produksi buah naga di Indonesia melimpah. Pemanfaatan limbah kulitnya belum banyak. Padahal, kulitnya banyak mengandung zat bermanfaat, salah satunya untuk kesehatan ikan nila,” ujarnya. Heny meriset sejak 2018 dengan menggunakan limbah buah naga daging merah.

Ia memulai dengan mengesktrak kulit buah naga menggunakan etanol 96% dengan perbandingan serbuk kulit buah naga dan etanol sebesar 1 : 3. Ia membuat 4 perlakuan untuk menemukan dosis yang tepat untuk melawan penyakit itu. Keempat dosis itu adalah 6 ppm, 26 ppm, 46 ppm, dan 66 ppm. Mula-mula Heny melepaskan 10 ikan nila di media pemeliharaan yang sudah diberi bakteri A. hydrophila kepadatan 1 x 107 sel per ml.

Kulit buah naga kaya akan flavonoid dan avanoid berkhasiat antibakteri.

Setelah itu ia memasukkan ekstrak kasar kulit buah naga ke media pemeliharaan itu dengan empat dosis perlakuan. Peneliti itu kemudian mengambil hati ikan sebagai sampel untuk melihat seberapa besar kerusakan jaringannya. Hasilnya dosis terbaik untuk mengatasi penyakit itu adalah 66 ppm ekstrak kasar kulit buah Hylocereus costaricensis. Nilai sintasan atau survival rate ikan nila yang direndam ekstrak 66 ppm mencapai 90%.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Sintasan meningkat

Sirip yang kemerahan dan rusak ciri-ciri penyakit akibat Aeromonas hidrophyla.

Dosis terendah 6 ppm mampu meningkatkan sintasan hingga 60%. Pada prinsipnya makin tinggi dosis yang diberikan makin ampuh mengatasi penyakit itu. Menurut Heny perlu dilakukan riset lagi untuk mengetahui dosis optimal. “Nanti kalau sudah ditemukan dosis optimal, dosis selanjutnya akan menurun kefektifannya,” ujar pengampu mata kuliah Manajemen Kesehatan Ikan itu.

Cara sederhana untuk mendapatkan ekstrak kulit buah naga merah dengan memblendernya. Dosisnya sekitar dua kali lipat dari ekstrak yang saya teliti. Artinya, untuk 10 liter air kolam, pengajar mata kuliah Dasar-Dasar Akuakultur itu menyarankan memblender sekitar 1.320 mg kulit buah naga merah. Jika sudah jadi, tuang jus kulit buah naga merah itu ke dalam kolam ikan yang terserang aeromonas. Proses perendaman ikan selama 24 jam.

Dampaknya serangan aeromonas pun bablas alias lenyap. Setelah itu air kolam bisa diganti dan ikan akan sehat kembali. Duduk perkara kulit buah naga ampuh melawan A. hydrophila karena zat yang terkandung di dalamnya. Kulit buah naga merah kaya akan flavonoid dan alkaloid. Dua zat itu bersifat antibakteri. Ia berharap, hasil riset itu membantu para peternak ikan untuk mengatasi penyakit akibat bakteri A. hydrophila dengan cara yang mudah dan murah. (Bondan Setyawan)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software