Ibu Bersalin dan Sunat

Filed in Topik by on 02/04/2013 0 Comments

Ibu-ibu hamil suku Banjar dan suku Dayak di Kalimantan Selatan punya kebiasaan yang diturunkan dari nenek moyang. Sepekan menjelang persalinan, keluarga sang ibu hamil menyiapkan 4—5 ikan haruan alias ikan gabus kering yang telah diasapkan. Begitu sang bayi lahir, Chana striata itu dicampur bersama nasi setengah matang lalu dikukus hingga matang. Nasi haruan itulah menu pertama dikonsumsi sang ibu. Tiga hari mengonsumsi ibu yang lemah pascapersalinan pulih seperti sedia kala.

Menurut Dr Ir Untung Bijaksana MP, dosen Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ikan haruan sudah seperti teman akrab bagi ibu. “Bahkan ada ibu yang sudah menyantapnya saat jabang bayi masih di kandungan dengan alasan supaya lebih sehat,” kata Untung yang menyebutkan ikan haruan mujarab pula mengatasi luka bakar itu.

Nun di pelosok Jambi dan Riau, pemanfaatan ikan tidak jauh berbeda. Namun, nasi kukus haruan dikonsumsi bocah pascasunat supaya luka sayatan cepat sembuh. Pun bagi masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan. “Sudah menjadi tradisi bila anak sesudah disunat mengonsumsi ikan gabus,” kata Prof Dr dr Nurpudji Astuti Daud MPH, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Tentang peran ikan gabus dalam menyembuhkan karena ikan kutuk mengandung zat seng (Zn) sebesar 1,74 mg/100 g daging ikan. Riset Rusjiyanto dari Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Jawa Tengah pada 2009 mengungkapkan asupan seng melalui suplemen terbukti mempercepat kesembuhan luka. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan dan Nurul Aldha Mauliddina Siregar)

 

Powered by WishList Member - Membership Software