Hitler di Atas Semuanya

Filed in Tak Berkategori by on 01/11/2012 0 Comments

Tiga pekan, tiga kontes, tiga kali juara.

 

Namanya mengingatkan kita akan mantan penguasa Jerman: Adolf Hitler yang bersemboyan Deutschland uber alles (Jerman di atas semuanya). Namun, Hitler ini seekor serama yang kini jadi “penguasa” panggung. Tiga kali kontes di Flora Fest, Piala Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, keduanya di Jakarta, serta Giant Cup II di Ciledug, Tangerang, serama milik Don Ralls Cobain, penghobi di Jakarta, itu menjadi yang terbaik. Padahal, interval antarkontes cuma 7 hari.

Namun, Hitler mampu tampil maksimal sehingga menjadi pemenang. “Dari detik awal hingga akhir Hitler tidak berhenti bergaya. Kepalanya tegak, dada membusung, dan sayap ke depan,” ujar Bambang Trihatmoko, juri kontes di Ciledug yang berlangsung pada 14 Oktober 2012. Ketika penjurian berlangsung selama 5 menit, ia aktif berjalan bak peragawan di atas catwalk sambil membusungkan dada nyaris tanpa henti.

Gayanya memukau para juri dan penonton yang hadir pada babak best of the best (BOB) laga kontes serama di Giant Kreo, Ciledug, kota Tangerang. Sorak-sorai penonton semakin membuat aksi Hitler menjadi-jadi. Padahal, kontes berlangsung pada pukul 18.15, tetapi Hitler beraksi bak mesin diesel, kian memanas.

Mental petarung

Untuk mencetak juara seperti Hitler, Ralls tidak memberikan perawatan khusus. Hanya saja, dua pekan menjelang kontes, Ralls memisahkan Hitler dari serama lain dengan meletakkannya khusus di kamar berukuran 3 m x 4 m. “Tujuannya agar ia lebih tenang,” kata Ralls. Sebagai pakan Ralls memberikan pur, milet, jagung, dan menir. Ralls juga memberikan vitamin sebagai penambah energi. Agar tampil prima, Ralls melatih Hitler dengan cara membuat suasana selayaknya kontes, yakni menyalakan musik bervolume tinggi. “Cukup 15 menit setiap hari,” ujarnya.

Kontes serama di Ciledug, Tangerang itu diadakan oleh New Base (Brigade Ayam Serama Cisadane) Tangerang.  Menurut Santo Prabowo, ketua kontes, peserta berjumlah 223 ekor dan bertanding di 13 kelas. Selain best of the best (BOB), kontes kali itu juga mencari best of chick (BOC). Pada babak BOC, juri yang terdiri atas Karjono, Rudi Pelung, Bambang Trihatmoko, Hengki Kumis, dan Nur Iswanto itu memutuskan Luk 5, klangenan Rully, sebagai pemenang.

“Meski umurnya masih muda, tetapi gayanya tak kalah lincah dengan dadanya yang khas membusung,” kata Bambang. Dari beberapa kelas pertandingan, menurut Bambang, kelas tanpa lawi persaingannya cukup ketat. “Banyak serama tanpa lawi baru yang kualitasnya bagus,” katanya. Serama koleksi Ralls menjadi yang terbaik di kelas tanpa lawi.

Sepekan sebelum meraih jawara di Ciledug, Hitler juga menjadi kampiun kontes di Ecopark, Ancol, Jakarta Utara. Kontes itu diselenggarakan oleh Penggemar Ayam Serama Indonesia Raya (PASIR) pada 30 September 2012. Sebanyak 150 peserta datang dari berbagai kota seperti Tasikmalaya, Bekasi, Bandung, dan Purwakarta, semua di Provinsi Jawa Barat,  Tangerang (Banten), Kediri (Jawa Timur). “Bahkan ada juga peserta dari Malaysia,” ujar ketua panitia, M Noordhanfit S Ked.

Laga bintang

Laga bintang menyedot banyak perhatian karena pesertanya serama yang pernah meraih juara. Hitler yang juga berlaga di laga bintang bersaing keras menghadapi Aduka, klangenan Iskandar. Hitler yang terbaik. Hitler uber alles, di atas semua (peserta kontes serama lain). Aduka yang  pernah menyabet kampiun kontes pada Festival Flora Fauna 2012 di Lapangan Banteng, Jakarta, hanya meraih  juara kedua.

Menurut juri kontes, Zaini Sayong, selain laga bintang, persaingan di kelas betina juga ketat. Juri mengukuhkan Putri Harimau, klangenan Dodon Serama sebagai  jawara di kelas betina. Putri Harimau memikat juri yang terdiri atas Zaini Sayong, Gusti Iskandar, Dodon, Faidel, dan Vera setelah mengungguli 8 serama betina lain di babak final.

Bersamaan dengan kontes serama yang diadakan di Ancol, pada hari yang sama juga diadakan kontes serama di Kambang Iwak Family Park, Palembang. Kontes diadakan Komunitas Pelestari Ayam Serama Sumatera Selatan (KAPASS) itu terdiri 10 kategori. Muncul sebagai best of the best ayam Super Gila milik Arifin Februarius. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Rona Mas’ud dan Pressi Hapsari)


Keterangan foto :

  1. Hitler, peraih best of the best di Jakarta dan Tangerang
  2. Penjurian kontes serama di Ecopark, Ancol
  3. Super Gila, best of the best kontes serama di Palembang
  4. Bocah Bandel, kampiun I kelas jantan remaja kontes serama di Ecopark, Ancol
  5. Luk 5, best of chick Ciledug Cup II

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software