Hijau, Silakan Masuk!

Filed in Tanaman hias by on 01/12/2009 0 Comments

Kalimat bernada kerinduan pada alam hijau yang kian langka di kota metropolitan meluncur dari bibir Kenny Dodani. “Saya rindu pada hijaunya daun yang memberi kesegaran dan ketenangan,” tutur pria berdarah India itu. Hasrat Kenny lalu dituangkan di lantai 6 apartemen Taman Pasadenia, Pulomas, Jakarta Timur.

Di apartemen? Ya, kesegaran alam dipindahkan Kenny ke setiap sudut apartemen berukuran 11 m x 10 m. Mulai dari ruang makan, ruang tamu, kamar tidur, balkon hingga kamar mandi. “Saya pilih tanaman mini agar tak menyita tempat,” tutur pria yang pernah tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, selama 17 tahun itu. Sebut saja, tillandsia, dracaena, dan sansevieria. Dengan kehadiran aneka tanaman mini itu apartemen seluas 110 m2 sama sekali tidak sesak. “Saya desain ruang apartemen dengan konsep minimalis.

Tanaman pun diselaraskan agar ruangan tetap lapang,” tutur kelahiran Surabaya itu. Konsep tata ruang minimalis menggunakan komponen interior berbentuk sederhana tanpa aksen rumit. Tanaman pun ditata dalam terarium atau vas berukuran mungil.

Aman

Menurut Anie Kristiani, penata ruang di Jakarta, hasrat Kenny menghijaukan ruangan juga dialami sebagian besar masyarakat perkotaan. Ruang hijau jadi barang langka karena lahan tergeser bangunan dan perumahan. Penghuni apartemen harus pergi ke taman umum demi menghijaukan mata. “Dalam bayangan penghuni apartemen, mereka tak mungkin bercocok tanam karena tak ada tanah kosong. Cara Kenny memakai tanaman mini bisa jadi solusi,” tutur Anie.

Kehadiran tanaman mini di ruang apartemen yang nyaris tertutup pun aman. Maklum, selama ini ada anggapan tanaman bisa meracuni penghuni rumah karena gas CO2 yang dilepaskan pada malam hari. “Sepanjang tak melebihi ambang batas, gas CO2 tak berbahaya. Lagipula jika ukuran tanaman kecil, emisi CO2 hanya sedikit,” kata Ir Suparwoko MURP PhD, dosen arsitektur Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Di apartemennya Kenny meletakkan rak kayu setinggi 2 m dan lebar 2,5 m di ruang tamu. Di rak itulah tillandsia, kaktus, dracaena, dan haworthia mendampingi televisi 32 inci. Empat dracaena berdaun 5—8 tumbuh di atas 4 vas unik yang ditempatkan di sekat paling atas. Media tanam naga betina itu hanya air. Berikutnya 5 vas berisi anakan Tillandsia caput-medusae, Tillandsia ixioides, dan Tillandsia argentea berukuran kurang dari 8 cm di sekat lebih bawah. Tanaman udara itu ditanam di bibir vas kaca berbentuk piring berpenyangga dengan media segenggam pasir dan kerikil.

“Tillandsia tak perlu banyak media. Ia mampu menyerap air dan hara melalui trikoma—sel penyimpan air—di permukaan daun, bukan dengan akar seperti tanaman lainnya,” kata Anie. Tillandsia tergolong tahan dalam ruangan, asalkan sedikit sinar matahari bisa menelusup masuk. Ia dirawat dengan menyemprotkan air dua kali seminggu.

Pantang siram

Di sekat terbawah, terarium berupa rangkaian kaktus, haworthia dan cryptanthus tampak cantik. Disebut terarium karena tanaman ditanam pada media tanam yang ditampung wadah kaca. Terarium cocok dipajang di dalam ruangan karena berkesan rapi, mewah, dan bersih lantaran air siraman tak tercecer.

“Namun, karena tak ada lubang drainase seperti pada pot biasa, terarium pantang disiram terlalu sering. Air menggenang membuat akar busuk. Cukup semprot seminggu sekali sampai media basah,” kata Anie yang menggeluti bisnis terarium sejak 12 tahun lalu. Terarium berbentuk bejana kaca berdiameter 30 cm dengan tinggi 30 cm berisi kaktus dan cryptanthus dipajang di lorong setelah pintu masuk untuk menyambut tamu. Total jenderal ada 13 terarium tersebar di sudut-sudut apartemen itu.

Penataan terarium di apartemen Kenny itu mirip yang Trubus lihat di gerai Lifestyle Corner di HortPark, Singapura. Gerai yang menawarkan konsep tata ruang apartemen itu memajang terarium di rak dan berbagai sudut ruangan. Di sana terarium dengan wadah kaca berbentuk apel tampak elegan mengurung fittonia dan peperomia.

Ada juga tanaman dalam pot seperti lili paris, episcia, peperomia, calathea, dan paku-pakuan yang digantung berjajar di dinding dapur dan ruang tengah. Tanaman berbatang basah itu dipilih karena cocok pada kondisi minim cahaya.

Pot plant

Jika terarium mendominasi ruang utama apartemen milik Kenny, ruang lain diisi tanaman pot dan tanaman air. Kesan alam di kamar mandi muncul dari kehadiran cryptanthus, marantha, dan euphorbia dalam pot keramik mini. Kesan minimalis kamar mandi muncul dari gelas silinder berisi dracaena dalam air.

Gelas transparan membuat liukan akar dracaena yang unik dan berwarna jingga terlihat jelas. Di setiap tanaman air Kenny menaburkan abate ke dalam wadah air. Itu untuk mencegah vas atau pot menjadi sarang nyamuk. Kenny mengeluarkan tanaman setiap minggu selama sehari lantaran tak ada sinar matahari masuk. Itu berbeda dengan tanaman di rak atau di kamar tidur yang masih terkena pancaran sinar matahari dari jendela.

Jendela kamar tidur yang bernuansa cokelat pun terlihat cantik. Kemuning di bibir jendela jadi komponen atraktif. Tiga pot Murraya paniculata itu ditata berjajar dalam kotak persegi panjang transparan. Ruang kosong di sekitar pot diisi dengan bunga rosela kering berwarna merah tua, potongan kayumanis, batuan putih, dan bunga rumput berwarna hijau dan merah.

Di kamar tidur lain, Kenny memilih bunga potong casablanka yang diganti tiap minggu sebagai pemanis di tepi tempat tidur. Ia bersanding dengan bejana bulat berisi beberapa batang dracaena dan ikan guppy warna-warni. Di sana tanaman terbesar hanyalah 3 pot Sansevieria laurentii setinggi 50 cm di ruang makan dan di kamar tidur. “Sansevieria cocok ditanam di dalam rumah karena menyerap polutan seperi asap rokok atau gas berbau. Ia juga tahan hidup dalam ruangan,” kata Ir Arie W Purwanto MP, dosen fisiologi tanaman di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta.

Taman balkon

Puas menyusuri semua ruang di dalam apartemen di ketinggian 40 m, hijaunya tanaman di balkon mengundang kaki untuk melangkah ke luar. Di balkon berukuran 1 m x 3 m di samping kamar tidur itu hadir 2 taman mini di pojok kanan dan kiri. Masing-masing terdiri dari kumpulan 25 pot berisi sansevieria, euphorbia, kemuning, zodia, dracaena, dan cryptanthus.

“Kumpulan pot yang ditata seperti taman cocok untuk apartemen karena tak perlu media tanah dalam jumlah banyak. Perawatan dan penggantian tanaman pun lebih mudah,” kata Anie. Taman di sebelah kiri kian cantik dengan air terjun mini berbentuk kotak 65 cm x 30 cm. Semua keindahan di balkon itu bisa dinikmati dari dalam kamar karena pintu terbuat dari kaca transparan.

Begitulah Kenny yang berbekal pengalaman di bidang properti di luar negeri selama 12 tahun berhasil memasukkan tanaman dalam desain tata ruang minimalis. “Pada tata ruang minimalis, tanaman sebagai komponen interior sebaiknya dipilih yang bentuknya tidak rumit. Wadah juga berbentuk sederhana tanpa banyak aksen,” kata Suparwoko.

Jika ingin suasana lebih rimbun, contoh saja Shanti Savitri, seorang ibu rumahtangga yang tinggal di lantai 10 Taman Rasuna, Jakarta Selatan. Ia memilih kupinggajah, aglaonema dan sansevieria di ruang tamu. Terarium sebesar bola basket berisi kaktus dan sukulen dipajang di tepi jendela.

Di meja tempat televisi pun dipajang 2 terarium serupa dengan ukuran lebih kecil. “Semua tanaman di ruang tamu itu tak perlu dikeluarkan karena cahaya leluasa masuk dari pintu kaca,” kata Santi. Hijaunya tanaman pun menelusup masuk ke apartemen demi ketenangan sang penghuni. Kini kalimat “I want to bring outside nature inside” bisa diucapkan siapa saja. (Nesia Artdiyasa)

Keterangan foto

  1. Shanti Savitri hijaukan apartemen dengan kupinggajah, aglaonema, sansevieria, dan terarium
  2. Kenny Dodani, konsep tata ruang minimalis bisa ditunjang dengan hadirnya tanaman dengan bentuk dan ukuran minimalis pula
  3. Taman mini di balkon yang disusun dari kumpulan tanaman dalam pot lebih praktis dalam perawatan dan pembuatan
  4. Kemuning terlihat atraktif di tepi jendela di atas hamparan rosela kering, kayumanis, dan batuan putih
  5. Dracaena, marantha, euphorbia, dan cryptanthus ditata dengan desain minimalis di kamar mandi
  6. Konsep “see through” dengan sekat transparan antara balkon dan kamar membuat taman bisa dinikmati dari kamar
  7. Rak di ruang tamu apartemen Kenny Dodani jadi arena pajang tanaman dalam wadah kaca
  8. Terarium dipajang di lorong pintu masuk untuk menyambut tamu
  9. Tillandsia cukup ditumbuhkan di segenggam pasir dan kerikil

Foto-foto: Nesia Artdiyasa

 

Powered by WishList Member - Membership Software