Hijau di Lantai Tiga

Filed in Uncategorised by on 01/06/2012 0 Comments

Dalam kepungan gedung-gedung jangkung, di lantai tiga sebuah kafe, pohon zaitun, dracaena, zodia, dan bambu kuning itu menjelma jadi taman nan asri.

Lima pohon zaitun itu tumbuh di dalam pot. Tingginya mencapai 1 m dengan daun berwarna hijau keperakan. Di sudut lain berjarak 1 m dari pohon olive itu tumbuh dracaena setinggi 2 m dalam drum berdiameter 80 cm. Di antara tanaman-tanaman itu berjejer rapi aneka sukulen, agave, dan sansevieria dalam pot. Eko Wardhana, si empunya tanaman, menata tanaman koleksi dalam pot itu sehingga membentuk taman yang asri di lantai 3 sebuah kafe di kawasan bisnis di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

“Saya ingin memindahkan suasana asri ke atap,” kata Eko. Harap mafhum di lantai teratas itu Eko mendirikan kantor dan kafe. Menurut enviromental designer itu keberadaan tanaman memberi energi positif yang membuat manusia di sekitarnya menjadi lebih sehat, produktif, dan tidak stres. Inspirasi membuat taman di atap bangunan itu diadaptasi dari kegiatan guerrilla gardening. Guerrilla gardening adalah gerakan menanam oleh suatu komunitas di lahan atau area yang tidak terpakai. Kegiatan itu lazim dilakukan di Amerika Serikat, Inggris dan Australia.

Mudah ditata

Eko membawa tanaman dalam pot itu dari kebun di Bandung, Provinsi Jawa Barat. “Tentu saja saya pilih yang dapat beradaptasi dengan iklim Jakarta yang berada di dataran rendah dan panas,” ujar perancang interior itu. Zaitun, dracaena, lavender, dan baobab dengan cepat beradaptasi. Sementara cemara layu pada 3 minggu pertama.

Eko menggunakan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Eko yang dibantu 5 anggota Gerakan Tanam Indonesia (GTI) butuh waktu 4 hari untuk menata tanaman-tanaman pot itu menjadi taman. Total jenderal hampir tiga perempat dari atap seluas 700 m2 diisi oleh berbagai tanaman besar maupun kecil yang ditanam dalam pot.

Eko memilih tanaman perdu, sukulen, semak, dan tanaman gantung dalam pot karena mudah dibawa dan ditata. Lagi pula bobot tanaman tidak membebani bangunan gedung. Tanaman perdu yang ditanam dalam drum diletakkan di dekat dinding kantor dan greenhouse, ada juga yang dijadikan pembatas antara kafe dan kantor. Sedangkan tanaman semak dan sukulen dalam pot kecil dan polibag ditata di depan tanaman perdu. Sebagian tanaman sukulen dan tanaman gantung seperti agave, sansevieria, sinibar menjangan, dan tillandsia diletakkan di dalam rumah kaca untuk melindungi tanaman dari paparan sinar matahari langsung.

Supaya suasana hijau dan sejuk kian terasa, Eka juga menanam pohon-pohon besar di sekitar bangunan kantor. Sebut saja 6 pohon trembesi Samanea saman, jakaranda Jacaranda mimosifolia, flame tree, dan Tabebuea rosea. Sebagian besar pohon yang ditanam berasal dari biji yang ditemukan di jalan. Pencinta tanaman itu mengumpulkan biji bersama anggota GTI lain.

Tanpa sampah

Kehadiran taman berkonsep urban garden itu selaras dengan konsep perkantoran yang ramah lingkungan dan minimum energi. Dinding kantor terbuat dari serpihan kayu bekas yang dibuat menjadi papan partikel. Pada siang hari penerangan cukup dari sinar matahari yang masuk melalui kaca tembus cahaya.

Di depan kantor ada 2 bangunan yang terbuat dari kayu. Bangunan pertama digunakan untuk meletakkan aneka tanaman sukulen dan tillandsia. Tanaman sukulen seperti kaktus dan haworthia itu berjejer rapi di rak di kanan kiri dinding dalam bangunan. Di tengah bangunan ada meja dan kursi yang terbuat dari gelondongan kayu bekas. Kayu bekas dalam ukuran kecil juga dimanfaatkan untuk pot aneka tillandsia yang ditata di atas meja. Bila kita menegok ke atas, terlihat tillandsia janggut musa menjuntai dari atap.

Bangunan lainnya dibatasi bilik dari kayu tempat mencantelkan anggrek dengan wadah dari tempat tisu toilet bekas. Panci bekas untuk pot rhoeo discolor, kaleng bekas untuk aglaonema. “Memanfaatkan barang bekas sebagai wadah tanam sebagai salah satu bentuk urban garden,” tutur perancang taman di Bandung, Iwan Irawan.

Satu sudut taman seluas 8 m x 5 m dibiarkan ditumbuhi rumput. Di area itu pengunjung kafe bisa mengadakan acara barbeque. Di sana mereka menikmati daging dan ikan bakar sembari menikmati taman nan asri di lantai 3 di pusat kota Jakarta. (Pranawita Karina/Peliput: Bondan Setyawan)

Keterangan Foto :

  1. Area rumput untuk menikmati taman sambil mengadakan acara barbeque
  2. Eko Wardhana, memindahkan suasana asri ke atap bangunan
  3. Greenhouse berisi koleksi tanaman sukulen dan tillandsia
  4. Konsep urban garden memanfaatkan barang bekas seperti tempat tisu toilet bekas sebagai wadah tanam
  5. Taman di lantai atas serasi dengan bangunan
  6. Meski berada di atap, lantai atas terlihat asri dan nyaman
  7. Atmosfer nyaman taman di lantai atas berkat sumbangan oksigen dari pohon-pohon besar di sekitar bangunan
  8. Kantor yang asri dan hemat energi. Sayang kehadiran tanaman belum mampu meredam hawa panas sehingga pendingin udara masih dibutuhkan
  9. Tanaman dalam pot lebih ringan dan lebih mudah ditata
 

Powered by WishList Member - Membership Software