Herbal Sehatkan Jantung

Filed in Fokus by on 04/02/2014
Kombinasi herbal terbukti secara empiris menyehatkan jantung

Kombinasi herbal terbukti secara empiris menyehatkan jantung

Kombinasi cuka apel, bawang putih, jahe, dan lemon terbukti empiris menyehatkan jantung.

Toni Anto kerap merasakan detak jantungnya cepat dan tak beraturan saat bekerja. Jika gejala itu muncul Antonio—sapaan Toni Anto—mesti beristirahat 10 menit. Padahal, pekerjaan Antonio menuntut stamina prima. Harap mafhum sebagai kontraktor ia mesti mengawasi para pekerja. “Saya merasa agak terganggu dengan keadaan ini,” kata Antonio.

Sejatinya jantung pria 56 tahun itu kurang sehat sejak 2004. Saat itu dokter yang memeriksa mendiagnosis Antonio memiliki gejala jantung koroner. Namun, ia tidak menghiraukan peringatan dokter. Pada 2011 ia pingsan setelah memperbaiki atap rumah pada siang hari. “Kemungkinan itu terjadi karena saat kondisi tubuh masih panas, saya mandi,” ucap Antonio.

 

Masing-masing khasiat herbal berpadu menyehatkan jantung. Cuka apel dan lemon berperan menurunkan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah di jantung. Sementara bawang putih dan jahe bertugas melancarkan peredaran darah sehingga sirkulasi darah di jantung menjadi lebih baik.

Masing-masing khasiat herbal berpadu menyehatkan jantung. Cuka apel dan lemon
berperan menurunkan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah di jantung.
Sementara bawang putih dan jahe bertugas melancarkan peredaran darah sehingga
sirkulasi darah di jantung menjadi lebih baik.

Pacemaker

Keluarga lantas membawa Antonio ke rumahsakit terdekat. Dokter yang memeriksa mendiagnosis jantung Antonio mengalami penyumbatan dan iramanya tak teratur. Detak jantung warga Surabaya itu 35 kali per menit, detak jantung normal: 60—100 kali/menit. Penyumbatan terjadi akibat tumpukan kolesterol di pembuluh arteri jantung. Ia memang penggemar penganan gorengan. “Sejak sekolah dasar hingga sekarang saya tetap mengonsumsi gorengan,” kata pria kelahiran 1957 itu.

Dalam sehari ia melahap 10 aneka gorengan seperti tahu, tempe, dan lumpia. Riset Dr Rustika SKM MSi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta Pusat pada 2005 menyebutkan asam lemak jenuh di aneka gorengan cukup tinggi, rata-rata mencapai 11,92%. Padahal, asupan 1% asam lemak jenuh di tubuh mendongkrak 2,17 mg/dl total kolesterol dan 2,38 mg/dl kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL).

Konsumsi lemak berlebih menyebabkan penumpukan kolesterol. Salah satu contohnya kebiasaan menyantap pisang atau tahu goreng yang gurih itu. Dampak penumpukan kolesterol mempersempit arteri dan menyumbat aliran darah. “Kadar kolesterol tinggi dalam darah merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, terutama serangan jantung,” kata dokter spesialis penyakit dalam dari Rumahsakit Hasan Sadikin di Bandung, Jawa Barat, dr Primal Sudjana SpPD.

Untuk mengatasi gejala itu, dokter menyarankan Antonio menjalani operasi penanaman alat pacu jantung (pacemaker). Primal menduga kondisi yang dialami Antonio termasuk aritmia, yaitu kondisi irama jantung yang tidak normal. Ia kerap merasakan irama jantung yang terlalu cepat dan tidak teratur. Semula Antonio menolak operasi itu karena khawatir efek samping. Namun, desakan keluarga meluluhkan hati Antonio. Ia pun setuju menjalani operasi pacemaker. Dokter membekali Antonio obat yang berfungsi menjaga kesehatan jantung.

Demi meraih kesembuhan ia mematuhi saran dokter. Ia rutin mengonsumsi 5 jenis obat untuk kesehatan jantungnya. Berangsur-angsur Antonio mengurangi obat dari dokter. Sebab, “Saya merasa kondisi lebih enak dibanding sebelumnya,” kata pria kelahiran Kota Pahlawan itu. Meski begitu belum sepenuhnya jantung Antonio kembali normal. Ia masih merasakan jantung yang berdetak cepat dan tidak beraturan.

Pada Agustus 2013 seorang teman menyarankan Antonio mengonsumsi produk herbal untuk kesehatan jantung. Produk itu berisi cuka apel, buah lemon Citrus limon, umbi bawang putih Allium sativum, dan rimpang jahe Zingiber officinale. Itu larutan siap konsumsi sehingga Antoni tak perlu menyiapkan beragam herbal. Ia tinggal membuka tutup botol kemudian langsung minum. Demi menjaga kesehatan jantung ia pun menuruti saran itu. Setiap hari Antonio mengonsumsi 2 sendok makan herbal cair itu 3 kali sehari seusai makan. Selang 9 hari ia merasakan perubahan yang signifikan.

Secara bertahap ia merasa aktivitas jantungnya relatif normal. “Irama jantung saya relatif normal,” kata Antonio. Selama 2 bulan ia rutin mengonsumsi ramuan itu. Setelah itu ia mengurangi dosis menjadi sekali sehari karena merasa lebih baik. Ia pun senang bukan kepalang. Direktur eksekutif sebuah produsen cuka apel di Surabaya, Jawa Timur, Ronald Eka Putra, mengatakan produk kombinasi herbal itu memiliki kandungan nutrisi yang baik dan bermanfaat untuk tubuh. “Ramuan itu sangat baik meningkatkan vitalitas,” kata Ronald.

Bagaimana duduk perkara gabungan herbal itu mengatasi penyakit Antonio? Ronald mengatakan masing-masing khasiat herbal berpadu menyehatkan jantung. Riset Laszlo Bardos dari Szent Istvan University dan Balazs Bender asal ImmunoGenes Ltd, keduanya terdapat di Hungaria mengungkap khasiat cuka apel antikolesterol.

 

Kolesterol

Hasil penelitian yang termuat dalam jurnal “Potravinarstvo” menyebutkan terdapat penurunan kadar kolesterol dari 25,8 md/dl menjadi 24,4 mg/dl. Kandungan sorbos—karbohidrat yang tak terfermentasi—dan pektin dalam cuka apel mengurangi kadar kolesterol.

Sementara bawang putih berperan melancarkan peredaran darah. Caranya dengan mengikis kolesterol yang terdapat di pembuluh darah. Hasil riset Ali M dan rekan dari Kuwait University mengungkap allicin dalam bawang bodas berefek antikolesterol. Kung-chi Chan dan rekan dari Departemen Pangan dan Nutrisi, Providence University, Taiwan, juga menunjukkan garlic bersifat antipenggumpal darah sehingga khasiat antikolesterol makin kuat. Kemampuan ini membuat bawang putih berkhasiat mencegah penyakit jantung koroner dan hipertensi.

Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, jahe juga melancarkan peredaran darah.   ”Lemon berperan mengatur irama jantung,” kata Ronald. Jika Antonio menggunakan gabungan herbal yang tersedia di pasaran, Rizal Azmi beda lagi. Rizal dan beberapa kawan meramu sendiri ramuan herbal itu. “Kami mengonsumsi ramuan itu untuk mengatasi darah tinggi, kolesterol dan jantung,” kata Rizal yang bekerja di kilang minyak lepas pantai di Laut Jawa. Ia menuturkan setelah mengonsumsi herbal keluhan itu berkurang. “Leher yang tadinya kaku setelah menyantap hidangan laut menjadi enteng,” kata Rizal. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Kiki Rizkika)

531_Hal_106

 

Powered by WishList Member - Membership Software