Herbal Kikis Psoriasis

Filed in Uncategorised by on 01/11/2012 0 Comments

Tiga belas tahun menderita psoriasis, kondisi Raditya Setyawan kini makin membaik setelah rutin mengonsumsi kombinasi herbal.

 

Penderitaan panjang itu bermula dari bercak merah di kepala Raditya Setiawan-ia menolak nama sebenarnya disebut. Bercak merah itu lalu mengelupas disertai gatal bukan main. Berselang dua hari, bercak serupa muncul lagi di bagian lain kepalanya. Semakin hari bercak itu kian bertambah. “Awalnya hanya di kepala, kemudian menyebar ke tangan, kaki, hingga ke sekujur tubuh,” kata Raditya.

Ia tak tahan dengan penderitaannya itu. Oleh karena itu Raditya mendatangi dokter spesialis kulit di Denpasar, Provinsi Bali. Dokter mendiagnosis Raditya menderita psoriasis. Yang mengejutkan, “Secara medis psoriasis tidak ada obatnya,” kata Raditya menirukan ucapan dokter. Untuk mengurangi munculnya bercak dan gatal, dokter memberikan obat kepada Raditya.

Stres

Menurut dr Willy Perdana Setyabhakti SpKK di Jakarta Barat, psoriasis merupakan penyakit kulit yang diduga akibat autoimun. “Penyebabnya memang belum diketahui secara pasti, tetapi diduga autoimun,” kata Willy. Autoimun berarti sistem kekebalan tubuh tidak menyerang penyakit, tetapi justru menyerang tubuh. Pada kulit normal, pembentukan epidermis kulit 27 hari, tetapi bagi penderita psoriasis pembentukan epidermis kulit lebih cepat, 3-4 hari.

Pemilik Klinik dr Willy Skin Centre itu menjelaskan, gejala klinis psoriasis terlihat dengan munculnya bercak eritema (kemerahan) berbatas tegas, berlapis-lapis, berwarna putih seperti mika transparan, dan sebagian penderita mengeluh gatal. Pada sebagian penderita, faktor keturunan dapat juga berpengaruh. “Kambuhnya psoriasis juga dipercepat dengan kondisi psikis pasien,” ujar Willy.

Bercak dan gatal itu memang muncul lebih banyak ketika Raditya stres. Ibarat stres itu hujan, maka bercak adalah jamur yang bermunculan. Psoriasis memang berdampak menurunkan rasa percaya diri. “Penampilan jadi mengerikan, apalagi jika bercak muncul di wajah, rasanya malu. Konsentrasi bekerja juga terganggu karena garuk sana-sini,” ujarnya. Itulah beban berat Raditya akibat penyakit itu.

Raditya yang kini berusia 53 tahun disiplin mengosumsi obat. Untuk menekan rasa gatal itu, ia menghindari konsumsi telur, daging ayam, dan kerang. Namun, berbagai upaya ternyata bagai menggantang asap, bercak dan gatal di sekujur tubuhnya tidak juga mereda. Itulah sebabnya Raditya beralih ke dokter ahli kulit yang lain setelah kondisinya tidak membaik. Kali ini, dokter memberikan obat berdosis tinggi. Tablet itu Raditya konsumsi sehari 2 kali selama 2 hari.

Setelah sepekan, ia mengonsumsinya lagi dengan frekuensi serupa. Jeda itu karena obat berdosis tinggi. Namun, obat itu menyebabkan Raditya berdarah saat berkemih dan lemas. Ia pun segera menghentikan obat itu. Total jenderal Raditya 5 kali berganti dokter dan  hasilnya nihil. Belakangan ia mengandalkan salep dari dokter. “Jika tidak diolesi salep tubuh gata-gatal dan kulit jadi terasa tebal,” kata Raditya

Menurut dr Willy, psoriasis tidak bisa disembuhkan secara total. Pengobatan bersifat meredakan gejala, antiradang, dan menghambat pembentukan epidermis kulit. “Penyakit itu bersifat menahun dan dapat kambuh kembali,” kata Willy. Pengobatannya bisa menggunakan salep yang mengandung kortikosteroid, preparat ter, obat sitostatik, atau penyinaran dengan sinar ultraviolet.

Kombinasi

Pada Agustus 2012-setelah 13 tahun menderita psoriasis-seorang rekan menyarankan Raditya mengonsumsi kombinasi herbal antara lain terdiri atas ekstrak anggur Vitis vinifera, kulit manggis Garcinia mangostana, acaiberi Euterpe oleracea, dan guarana Paullina cupana. Ia menyeduh 13 gram kombinasi herbal itu dalam setengah gelas air panas untuk sekali konsumsi. Frekuensi konsumsi 2 kali sehari.

Selain itu, Raditya juga mengonsumsi 1 gelas seduhan daun sirsak Annona muricata dan keladi tikus Typhonium flagelliforme 2 kali sehari sebelum makan. Lima hari pascakonsumsi, bercak dan gatal di tubuh Raditya berkurang. Kondisi ayah dua anak itu berangsur-angsur membaik. “Biasanya dalam dua hari muncul bercak dan kulit menebal. Kini hingga lima hari tidak terasa penebalan di kulit,” ujarnya. Yang menggembirakan, “Sampai saat ini bercak sudah berkurang 70%,” kata Raditya semringah.

Raditya memang belum benar-benar sembuh, tetapi kondisinya jauh lebih baik. Meski begitu ia masih tetap mengonsumsi herbal dan mengoleskan salep dari dokter dua kali sehari setelah mandi. Konsumsi seduhan daun sirsak-keladitikus 2 kali dalam sehari, sedangkan ekstrak anggur sekali sehari. Efek lain yang ia rasakan dengan mengonsumsi herbal itu gula darahnya lebih stabil. Dalam kondisi tertinggi gula darahnya mencapai 355 mg/dl, kini jauh lebih stabil 160 mg/dl, bahkan pernah mencapai 95 mg/dl.

Kondisi Raditya yang membaik itu boleh jadi karena herbal yang dikonsumsinya kaya antioksidan. Kulit manggis, anggur, acaiberi, plum hitam, dan acerola memang memiliki nilai antioksidan tinggi. Nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) kulit manggis, misalnya, mencapai 17.000-20.000.

Antioksidan

Menurut Mohammad Nasrullah, praktikus kesehatan di Jakarta Pusat, acerola, tanaman dari negara subtropis, mengandung vitamin C sepuluh kali lebih banyak dibanding bunga rosela Hibiscus sabdariffa, yakni 2444 mg. Sementara antioksidan dalam acaiberi ampuh melawan radikal bebas penyebab kerusakan dan penurunan fungsi sel tubuh, serta mencegah risiko kanker dan penuaan dini.

Nasrullah menuturkan perpaduan keenam buah kaya antioksidan itu mampu menangkal radikal bebas lebih cepat sehingga tidak memiliki kesempatan untuk merusak sel tubuh. “Radikal bebas memicu degenerasi sel sehingga sel gampang mati,” katanya. Dr Santosh K. Katiyar dari Universitas Alabama, Amerika Serikat, mengungkap khasiat biji anggur.

Ia membuktikan dalam uji praklinis, ekstrak biji anggur menghambat sinar ultraviolet penyebab kanker. Zat proantosianidin dalam biji Vitis vinifera itu juga mampu meningkatkan imun dengan mendongkrak produksi senyawa IL-12 yang berperan sebagai benteng kekebalan tubuh. (Desi Sayyidati Rahimah)

Keterangan foto :

  1. Zat proanthocyanidin dalam biji anggur mampu meningkatkan daya tahan tubuh
  2. Kulit manggis kaya antioksidan
  3. Penderita psoriasis berpantang konsumsi ayam untuk mencegah alergi muncul
 

Powered by WishList Member - Membership Software