Hasilkan Itik Bermutu

Filed in Majalah, Satwa by on 11/11/2019

Budidaya itik pedaging menjanjikan laba jika peternak menerapkan cara budidaya yang baik dan memenuhi kebutuhan konsumen.

 

Bibit, pakan, dan kebersihan kandang kunci sukses membudidayakan itik pedaging.

Day Old Duck berkualitas salah satu faktor penting penentu keberhasilan budidaya itik pedaging.

Andre Siswanto rutin menjual karkas 2.000 itik pedaging masing-masing berbobot 1,3—1,6 kg per ekor setiap pekan. Bobot karkas itu berasal dari itik hidup berbobot sekitar 1,6—1,9 kg. Jadi penyusutan itik hidup menjadi karkas sekitar 3 ons. Peternak di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu memelihara itik pedaging selama 40—45 hari.

Itik milik peternak lain mencapai bobot 1,4—1,5 kg ketika berumur 45—60 hari. Artinya itik peliharaan Andre lebih cepat besar. Ia mengandalkan itik khusus pedaging unggul bernama gunsi 888 yang pertumbuhannya cepat. Gunsi—akronim dari Gunungsindur, itik hasil pemuliaan PT Putra Perkasa Genetika. Lazimnya para peternak memanfaatkan itik jantan lokal dan itik petelur apkir untuk memenuhi kebutuhan daging itik.

Bibit dan pakan

Menurut peneliti itik di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dr. Ir. Triana Susanti, M.Si, “Semua itik di Indonesia termasuk tipe petelur, bukan pedaging.” Balitnak meriset itik khusus pedaging sejak 2008. Hasil pemuliaan Balitnak antara lain itik PMp, hasil persilangan peking dan mojosari putih. Nama itik PMp singkatan dari kedua induknya.

Pakan yang baik dan berkualitas salah satu kunci sukses beternak itik pedaging.

Bisa dibilang itik pedaging hal baru di tanah air. Itik jenis itulah yang dipelihara Andre. Pertumbuhan relatif cepat salah satu keunggulan itik khusus pedaging. Harapannya permintaan daging itik yang tinggi terpenuhi. Menurut konsultan penangkaran itik, Dr. Hardi Prasetyo, MAgr.Sc., bibit itik alias day old duck (DOD) berkualitas, pakan, dan kebersihan kandang menentukan kesuksesan budidaya itik pedaging. Oleh karena itulah, Andre memakai itik gunsi 888 yang terbukti unggul.

Budidaya itik pedaging menjanjikan laba jika peternak menerapkan cara budidaya yang baik dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Peternak di Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Agus Taufik, S.E., menolak berbagai penawaran DOD dari Kediri, Jawa Timur, dan Cibinong (Jawa Barat). “Saya belum berani menggunakan DOD dari tempat lain. Informasinya budidaya itik itu gagal. Saya sudah membuktikan keunggulan gunsi 888. Jadi sekarang pilih itik terbagus,” kata peternak itik sejak November 2018 itu.

Keunggulan lain gunsi 888 yakni tingkat sintasan atau survival rate tinggi mencapai 98%. Sintasan itik lainnya 95%. Menurut Hardi DOD berkualitas sangat penting untuk budidaya itik pedaging. Musababnya pembeli menghendaki itik berukuran sama. Jika waktu panen ukuran itik tidak seragam, peternak merugi karena tidak semua itik terjual. Pakan pun menentukan keberhasilan budidaya itik pedaging.

Pakan pabrikan

Entong Gunawan memelopori penggunaan pakan pabrik untuk budidaya itik di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kelebihan pakan pabrik antara lain efektif, efisien, dan praktis. Meski pakan pabrik berharga relatif tinggi, Entong masih mendapatkan laba. Peternak itik sejak 2016 itu mengantongi laba minimal Rp15 juta sebulan dari hasil penjualan 4.000 itik hidup berbobot minimal 1,5 kg per ekor.

Konsumen menghendaki karkas itik yang bersih, segar, berharga terjangkau, selalu tersedia, dan berbobot minimal 1 kg.

Andre pun mengandalkan pakan pabrik sebagai pemenuhan nutrisi itik. Ia juga membersihkan kandang setiap hari. Setiap selesai panen, Andre menyemprotkan disinfektan untuk membasmi penyakit. Karkas itik produksi Andre tersaji di restoran penyedia olahan itik kelas menengah di Surabaya, Jawa Timur, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Jakarta. Kuncinya ia memperhatikan 3 faktor, yakni DOD, pakan berkualitas, dan menjaga kebersihan kandang

Konsumen Andre meninginkan karkas berbobot 1,3 kg hingga lebih dari 1,6 kg. Dini Jayanti Christin salah satu pelanggan setia karkas produksi Andre. Pemilik warung makan bebek Jayanti di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu memilih karkas milik Andre lantaran dengan harga relatif terjangkau bisa mendapatkan itik berukuran besar, bersih, dan selalu tersedia. Sementara Agus menjual itik hidup ke pengepul yang kemudian mendistribusikannya ke warung makan di pinggir jalan. Adapun Entong menjalin kemitraan dengan perusahaan produsen DOD gunsi 888, PT Putra Perkasa Genetika.

Entong mengatakan karkas itik berbobot 6 ons pun masuk ke salah satu rumah makan bebek modern. Pengelola CV Bebek Mas di Surakarta, Jawa Tengah, Supriyanto, menghendaki karkas yang dipotong secara halal, berbobot 1,2—1,4 kg, bersih, dan segar. “Saya tidak menerima karkas yang mulai berbau dan warnanya berubah,” kata Supriyanto yang khusus memasok itik untuk warung makan Bebek & Ayam Goreng Pak Ndut. Penerapan budidaya yang baik dan memenuhi keinginan pasar menjadikan pembesaran itik pedaging menjanjikan keuntungan. (Riefza Vebriansyah)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software